Tidak Seharusnya Dihindari, Ini Perbedaan Lemak Baik Dan Lemak Jahat

0
171
Tidak Seharusnya Dihindari, Ini Perbedaan Lemak Baik Dan Lemak Jahat
Tidak Seharusnya Dihindari, Ini Perbedaan Lemak Baik Dan Lemak Jahat

Apakah Kalian Mengetahui Bahwa Lemak Adalah Bagian Dari Makro Nutrisi Tubuh Yang Sangat Dibutuhkan Untuk Kelangsungan Hidup Setiap Orang?

Lemak, satu kata yang mungkin mengerikan bagi setiap orang yang sedang menjalani diet atau menjaga bentuk badan mereka. Lemak sejatinya bukan problem bagi manusia. Senyawa ini juga seharusnya tidak singkirkan dalam asupan sehari-hari kita.

Apakah kalian mengetahui bahwa lemak yaitu serpihan dari makro nutrisi badan yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup setiap orang? Lemak bersama karbohidrat dan protein bantu-membantu menyebarkan struktur jaringan tubuh, memberi energi dan melindunginya dari kerusakan. Sebab itu, lemak dilarang dihilangkan.

Lemak sendiri diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni lemak baik dan lemak jahat. Agar tidak salah paham mengenai lemak yang sering dihindari, mari simak klarifikasi lebih lanjut penjelasannya di bawah ini.

  1. Apa Itu Lemak Jahat?

Lemak jahat sering diistilahkan sebagai LDL (Low Density Lipoprotein). LDL merupakan lemak jahat yang disusun oleh protein utama Apo-B yang menjadikan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Lemak jahat mampu dikenali dengan bentuknya yang menjadi padat ketika berada di suhu ruangan.

Fungsi utama LDL sendiri yaitu membawa kolesterol ke organ-organ badan yang memerlukannya. Seperti jantung, otak, hati dan lainnya. Tetapi, kalau kapasitasnya berlebihan LDL akan jadi senjata makan tuan.

Lemak jahat tiba dari asupan masakan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh biasanya terdapat dalam produk hewani mirip susu, keju daging merah, daging ayam, santan dan mentega. Produk nabati mirip minyak kelapa sawit juga mempunyai lemak jenuh, lho. Lemak jenuh mampu meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Sedangkan lemak trans biasanya terdapat dalam jumlah sedikit pada masakan mirip daging dan susu. Sebagian besar lemak jenis ini ditemukan pada masakan yang digoreng alasannya yaitu minyak sayur yang dipakai mengalami proses hidrogenasi parsial yang menghasilkan lemak tersebut. Dan hal tersebut meningkatkan kadar kolesterol LDL serta menurunkan HDL (High Density Lipoprotein).

Kedua jenis lemak jahat ini yang mampu meningkatkan resiko penyakit jantung di kemudian hari. Penelitian juga mengambarkan bahwa lemak jahat mempunyai kekerabatan dengan kanker prostat. Maka bagi para laki-laki harus berhati-hati.

  1. Apa Itu Lemak Baik?

Kini beralih ke lemak baik. Lemak satu ini tentu merupakan kebalikan dari lemak jahat. Lemak baik disebut pula sebagai HDL(High Density Lipoprotein). HDL sendiri berfungsi untuk mengangkut kolesterol dari sel-sel badan untuk kembali ke hati. Lemak baik pada umumnya terdapat dalam jenis lemak tak jenuh yang ditemukan dalam bentuk cair di suhu ruangan mirip minyak zaitun, minyak kacang dan minyak jagung. Asam lemak tidak jenuh mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah, menurunkan peradangan, dan menstabilkan ritme jantung.

Lemak tak jenuh juga mempunyai dua jenis yakni tunggal dan ganda. Lemak tak jenuh tunggal terkandung dalam banyak sekali makan dan minyak seperti, alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, kacang almond dan hazelnut. Asam lemak ini membantu untuk mempertahankan HDL dan menurunkan kadar LDL.

BACA JUGA:  Cara Pastikan Tubuhmu Terhidrasi Setiap Hari

Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi masakan tinggi asam lemak tak jenuh tunggal mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah yang menurunkan resiko penyakit jantung. Selain itu, lemak ini bermanfaat untuk mengontrol kadar insulin dan kadar gula darah yang akan menurunkan resiko penyakit diabetes melitus tipe 2.

Sementara lemak tak jenuh ganda juga banyak ditemukan di buah-buahan dan sayuran. Terdapat dua jenis lemak tak jenuh ganda yakni, asam lemak omega 3 dan asam lemak omega 6. Senyawa tersebut tidak mampu dibuat sendiri oleh badan sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan. Omega 3 yang mampu menurunkan resiko penyakit jantung koroner mampu di temukan dalam banyak sekali jenis ikan mirip salmon, tuna, makarel sarden dan hering. Sedangkan Omega 6 mampu ditemukan di beberapa kacang-kacangan dan minyak sayur mirip minyak jagung.

  1. Haruskah Meninggalkan Lemak Jahat Yang Meningkatkan Kolesterol?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lemak yaitu serpihan dari tubuh. Begitu pula dengan kolesterol yang merupakan hasil pengolahannya. Kolesterol mampu disintesis sendiri di dalam badan yaitu pada serpihan hati, kulit, usus, testis, lambung, otot, jaringan adiposa dan otak. Banyak yang tidak mengetahui bahwa 17 persen dari berat kering otak merupakan kolesterol. Kaprikornus tanpa senyawa itu, struktur otak tidak akan terbentuk sempurna.
Seberapa banyak lemak yang sebaiknya kita konsumsi? Sebenarnya setiap hari badan memerlukan yummy jenis nutrisi yaitu karbohidrat, protein, vitamin, mineral, air dan tentunya lemak. Setiap kandungan tersebut mempunyai komposisi ideal yang dibutuhkan badan kita.

Dilansir dari Hello Sehat, asupan protein baik hewani maupun nabati dianjurkan 10% sampai 20 % dari kalori kebutuhan tubuh, karbohidrat sekitar 45%-65%, karbohidrat sederhana sekitar 5%, dan lemak dianjurkan kurang dari 30%. Lemak memang dibutuhkan tetapi dilarang berlebihan.

Menurut American Heart Association, tawaran konsumsi lemak yaitu 25% sampai 35% per hari. Lemak jenuh sendiri hanya menerima ‘jatah’ 7% dari kalori dan lemak trans 1%. Sisa asupan tersebut harus dipenuhi dengan asam lemak tidak jenuh.

Jika konsumsi lemak jahat melebihi ‘jatah’ yang dianjurkan kira-kira lebih dari 10%, jumlah kolesterol dalam darah akan meningkat. Kolesterol tersebut akan menyumbat pembuluh darah ke otak atau jantung. Hal tersebut mampu meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

Jadi, walaupun berbahaya, lemak juga tetap dibutuhkan oleh tubuh. Kalian hanya perlu mengontrol asupannya. Seperti jangan terlalu sering mengonsumsi junk food atau masakan yang diproses melalui penggorengan. Ganti minyak untuk menggoreng menjadi yang lebih sehat. Seimbangkan asupan HDL dan LDL dalam tubuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.