Rahasia Umur Panjang ala Orang Jepang

0
29

Setelah tiga dekade berkuasa, Kaisar Akihito bakal menyerahkan takhta kerajaan pada Putra Mahkota Naruhito. Naruhito menjadi penerus takhta ke-126 dalam Kekaisaran Jepang.

Di usianya yang telah menginjak 85 tahun ini, Akihito tetap terlihat bugar meski sebelumnya sempat dilanda duduk perkara kesehatan. Pada 2016 lalu, ia sempat mengaku bahwa kondisi kesehatan membuatnya kesulitan menjalankan tugas.

Tak aneh. Orang Jepang rata-rata mempunyai umur panjang. Di wilayah Okinawa, ada ratusan warga berusia di atas 100 tahun.

Berikut belakang layar umur panjang orang-orang Jepang, mengutip banyak sekali sumber.

  1. Asupan sehat
    Kunci umur panjang orang Jepang terletak pada asupan makanan. Mereka biasa mengonsumsi produk kuliner segar dan minim konsumsi kuliner olahan. Umumnya, mereka mengonsumsi sayuran dan buah musiman.

Tak cuma itu, orang-orang Jepang juga jarang melewatkan kuliner laut. Kuliner tradisional Jepang yang dikenal dengan nama ‘washoku’ masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO. Keberadaan ‘washoku’ tak lepas dari ikan segar yang kaya nutrisi.

  1. Teh
    Di antara negara-negara di banyak sekali cuilan dunia, Jepang merupakan negara yang paling banyak mengonsumsi matcha atau debu teh hijau. Teh hijau dikenal kaya akan antioksidan yang meningkatkan sistem imun, mencegah kanker, dan mencegah kelebihan kadar kolesterol darah.

Aktivitas antioksidan bisa mengeliminasi radikal bebas sehingga memperlambat penuaan sel dan membantu melindungi membran sel dan DNA. Matcha pun punya imbas konkret pada tekanan darah, pencernaan, dan stres.

  1. Akses pelayanan kesehatan yang baik
    Perlindungan kesehatan tak hanya berpaku dari tradisi masyarakat. Pemerintah Jepang pun berperan aktif lewat penciptaan sistem kesehatan yang bisa menjangkau semua warganya.

USA Today melaporkan bahwa sistem pelayanan kesehatan di Jepang yaitu yang paling gampang diakses di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Tak Hanya Sebabkan Obesitas, Sering Ngemil Dapat Mengganggu Kekebalan Tubuh

Pemerintah Jepang menunjukkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Pemerintah menutup 70 persen biaya mekanisme kesehatan dan nyaris sebanyak 90 persen untuk warga tak mampu.

  1. Kualitas bukan kuantitas
    Orang-orang Jepang tak pernah mementingkan kuantitas makanan. Mereka jarang terlihat makan dengan piring atau porsi basar. Cukup menghabiskan sajian dalam mangkuk kecil. Jika kemudian masih dirasa lapar, mereka bisa kembali mengambil makanan.

Secara tidak langsung, mereka mempraktikkan kontrol porsi makanan. Makanan yaitu soal kualitas, bukan kuantitas.

Mereka juga kerap makan perlahan sehingga mengakibatkan rasa puas dan kenyang.

  1. Olahraga
    Buat orang Jepang, olahraga tak terpancang usia. Mereka akan terus berolahraga selama bisa dan memungkinkan. Bukan hal abnormal jikalau dikala berkunjung ke Jepang, Anda akan menemukan kumpulan lansia yang senam atau lari di taman kota. Banyak pula lansia yang masih gemar bersepeda.

Aktivitas fisik di Jepang mulai dikenal berbarengan dengan munculnya acara ‘rajio taiso’ atau radio senam. Ini semacam siaran senam pemanasan yang mengudara tiap pagi di Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.