Ketahui Penularan, Gejala Hingga Pencegahan Penyakit Cacar Monyet Yang Muncul Di Singapura

0
94
00256493
00256493

Cacar Monyet Bersifat Endemik Di Afrika Barat Dan Tengah. Kasus Ini Biasanya Ditemukan Di Desa Dekat Hutan Hujan Tropis Yang Memungkinkan Kontak Dengan Hewan. Ketahui Penularan, Gejala Serta Pencegahannya Di Sini!

Warga Singapura tengah digemparkan dengan perkara cacar monyet. Masyarakat Indonesia pun ikut was-was karena jarak Singapura yang tak terlalu jauh, apalagi banyak warga Tanah Air yang berlibur ke negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengidentifikasi perkara cacar monyet pertama pada Selasa (8/5) lalu. Seorang laki-laki asal Nigeria sekarang berada di dalam masa karantina di National Centre for Infestious Diseases (NCID)MOH (Ministry of Health).

Sebelum tiba ke Singapura, pasien tersebut hadir dalam program akad nikah keluarganya. Ia mengonsumsi daging binatang liar yang kemungkinan mengandung virus cacar monyet.

Cacar monyet bersifat endemik di Afrika Barat dan Tengah. Kasus ini biasanya ditemukan di desa akrab hutan hujan tropis yang memungkinkan kontak dengan hewan. Nah, terkait penularan cacar monyet lainnya, yuk simak di bawah ini!

  1. Cara Penularan Cacar Monyet

Virus cacar monyet ditularkan pada insan melalui hewan. Umumnya, penularan diakibatkan kontak dengan binatang terinfeksi, mirip tikus atau binatang pengerat lain. Jadi, enggak selalu dari monyet, ya.

Namun, penularan dari insan ke insan juga mampu terjadi lewat kontak akrab dengan sekresi akses pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita atau objek yang telah tercemar cairan badan penderita. Maka dari itu, penderita cacar monyet harus segera ditangani dan diisolasi.

Situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menulis bahwa penularan pada insan sangat terbatas. Transmisi melalui partikel cairan pernapasan membutuhkan kontak antarmuka jangka panjang sehingga penyakit ini biasanya menular kepada anggota keluarga.

Lalu, apa saja sih tanda-tanda cacar monyet? Simak di bawah ini, ya.

  1. Gejala Cacar Monyet Mulai dari Periode Invasi

Sebelum menawarkan tanda-tanda yang berarti, cacar monyet akan diawali dengan periode inkubasi selama 6-16 hari. Kemudian, masuk dalam periode invasi.

Pada periode ini, pasien akan mengalami tanda-tanda mirip demam, sakit kepala yang intens, pembengkakan nodus limfa atau limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot dan kekurangan energi. Selain itu, akan muncul ruam pada kulit.

  1. Periode Erupsi Kulit
BACA JUGA:  Ini ia 7 Tips Ampuh Merawat dan Memerahkan Bibir Hitam

Ruam pada kulit akan muncul 1-3 hari sesudah demam dimulai. Ruam muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. 95% perkara cacar monyet menawarkan wajah pasien akan menjadi bab yang paling banyak mengalami ruang, disusul dengan telapak tangan dan kaki dengan 75% kasus.

Tak hanya itu, ruam ini bermula dari luka datar di area membran mukosa oral (70% kasus). Luka juga terjadi pada area kelamin (30%), kelopak mata (20%) dan kornea atau bola mata.

Luka kemudian akan berevolusi menjadi lepuhan kecil berisi cairan, bintil dan hasilnya kerak. WHO menuliskan bahwa untuk menghilangkan kerak tersebut sepenuhnya, diharapkan setidaknya waktu tiga minggu, meskipun pasien telah menjalani perawatan untuk cacar monyet. Sebelum ruam menghilang, pasien akan menawarkan kembali tanda-tanda khas cacar monyet, yaitu pembengkakan nodus limfa.

  1. Pencegahan Cacar Monyet

Hingga ketika ini, belum ada perawatan atau vaksin untuk menangani cacar monyet. Studi menawarkan bahwa vaksin variola 85% efektif dalam mencegah cacar monyet. Sayangnya, vaksin ini sudah tidak diproduksi untuk khalayak umum menyusul eradikasi variola global.

Dilansir dari Kompas, cara terbaik untuk menghentikan penyebaran cacar monyet hanya dengan mencegah infeksinya. WHO menghimbau pada pihak yang berwenang untuk meningkatkan kesadaran akan faktor risiko cacar monyet dan cara untuk mengurangi paparan terhadap virus ini. Pemerintah juga dituntut untuk mengidentifikasi perkara gres secepatnya sebagai upaya untuk menghentikan wabah.

Masyarakat diminta untuk mengurangi transmisi binatang ke insan semoga infeksi mampu dicegah. WHO juga meminta semoga masyarakat yang berada di kawasan endemik untuk menghindari kontak dengan primata dan binatang pengerat. Gunakan pula pakaian pelindung, mirip sarung tangan ketika bersentuhan dengan binatang yang diduga membawa virus cacar monyet.

Sementara itu, untuk mencegah penularan antar manusia, hindari kontak fisik akrab dengan orang-orang yang terinfeksi cacar monyet. Gunakan pakaian yang melindungi bab badan ketika merawat mereka dan basuh tangan setelahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.