Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun

0
92
Mengenal Penyakit Kawasaki Yang Menyerang Jantung Anak Di Bawah Usia 5 Tahun
Mengenal Penyakit Kawasaki Yang Menyerang Jantung Anak Di Bawah Usia 5 Tahun

Anda tentu sudah sering melihat atau mendengar sejumlah masalah wacana orang yang tiba-tiba meninggal dunia, baik dalam keadaan tertidur lelap, atau bahkan sedang melaksanakan aktivitas. Para jago kesehatan sering menyebutnya dengan istilah penyakit silent killer.

Penyakit ini biasanya terjadi balasan dari serangan jantung. Nah, dalam perkembangannya, penyakit jantung ini terbagi lagi menjadi ke dalam beberapa kategori. Salah satunya yaitu Penyakit Kawasaki yang hingga kini belum diketahui secara niscaya penyebab utamanya.

Secara harfiah, penyakit kawasaki yaitu penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah pada tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung.

Penyakit ini umumnya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka peristiwa penyakit Kawasaki mencapai 5.000 masalah per tahun, dan yang terdiagnosis gres 150-200 masalah per tahun.

Melihat jumlah masalah yang belum terdiagnosis relatif tinggi, DR. dr. Najib Advani, Sp.A(K), M.Med (Paed) dari Omni Hospitals mengatakan, bahwa sangat penting bagi orang bau tanah untuk mengenali tanda-tanda penyakit ini, alasannya yaitu kalau tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit Kawasaki mampu mengalami kerusakan jantung permanen.

“Sayangnya, hingga dikala ini penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara niscaya sehingga diagnosis yang benar hanya mampu ditegakkan menurut tanda-tanda fisik yang muncul serta pengalaman dokter yang memeriksa,” tutur Dokter Najib Advani, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (1/5/2019).

Penanganan pada penyakit Kawasaki juga tergantung pada kondisi masing-masing anak. Hal terpenting yang harus diketahui orangtua yaitu mengenali sedini mungkin gejala-gejalanya.

Gejala penyakit ini mirip penyakit umum yang diderita anak-anak, mirip campak, infeksi virus, dan gondongan. Mulai dari demam, mata merah, bibir pecah-pecah, pengecap abses dan merah, ruam-ruam pada kulit (area punggung, dada, perut, tangan, dan kaki), pembengkakan kelenjar di leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, hingga kulit pada ujung jari tangan dan kaki mengelupas.

BACA JUGA:  Tidur Dengan Memakai Bra Termasuk Bahaya? Ini Jawabannya

“Biasanya demam pada penyakit Kawasaki tidak akan mereda meski telah diobati. Lama demam kurang lebih 5 hari. Setelah itu, mata akan mulai memerah dan bibir pecah-pecah. Kalau sudah demikian harus segera diobati sebelum terlambat,” tegas Najib.

Lebih lanjut, Najib menjelaskan, penanganan penyakit ini juga tergantung pada kondisi masing-masing anak. Hal terpenting yang harus diketahui orang rua yaitu mengenali sedini mungkin gejala-gejalanya.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, segera konsultasi dengan dokter yang memang jago dan berpengalaman dalam menangani penyakit Kawasaki.

“Ya meski tidak menular, baik melalui pernapasan, sentuhan, dan lain sebagainya, penanganannya harus cepat lantaran penyakit ini termasuk penyakit silent killer yang mampu menyerang jantung,” tulas Najib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.