Menjadi Makanan Favorit, Roti Putih Ternyata Menyimpan Banyak Hal Merugikan untuk Tubuh

0
145
0000017481
0000017481

Waktu sarapan menjadi ketika yang penting bagi tubuh. Melakukan acara seharian, makan sarapan mampu menyumbang energi bagi tubuh biar siap memulai aktivitas.

Roti banyak dipilih sebagai masakan sarapan yang biasa dipadukan dengan kopi, susu, maupun selai buah. Di antara banyak jenis, roti putih kerap menjadi pilihan orang untuk dimakan di pagi hari. Bahkan tak sedikit juga yang menjadikannya sebagai layaknya masakan wajib.

Roti putih ini mempunyai perbedaan dengan roti tawar. Ia terbuat dari tepung gandum yang kulit dan bulirnya telah dibuang, sedangkan roti tawar terbuat dari tepung terigu dan biasanya berwarna agak kecoklatan. Sayangnya, di balik kepopulerannya sebagai masakan favorit ketika sarapan, roti putih ternyata membahayakan dan tak banyak menunjukkan manfaat bagi tubuh, lho.

Roti putih terbuat dari tepung halus yang menghilangkan lapisan terluar dan terdalam dari biji-bijian selama proses pemurnian. Itu berarti bahwa kau tidak mengonsumse serat-serat yang ada dalam gandum melainkan hanya mengonsumsi tepung. Bahkan ketika “diperkaya” dengan vitamin B dan Zat Besi, roti putih masih jauh kurang bergizi kalau dibandingkan dengan roti yang benar-benar terbuat dari gandum.

Kandungan serat dan protein yang rendah dalam roti putih juga membuatnya diserap dan dicerna secara cepat oleh tubuh. Hal itu sekaligus mengakibatkan lonjakan gula darah yang berbahaya bagi tubuh. Sebagai akibatnya, perasaanmu jadi tidak menentu, gampang merasa kesal, lapar, dan cenderung ingin mengonsumsi masakan anggun lainnya.

Jika kadar gula darah dalam tubuhmu meningkat dengan cepat maka insulin akan dilepaskan secara berlebih ke pemikiran darah. Jika hal itu terjadi berulang kali, sel-sel tubuhmu mampu mulai resisten terhadap insulin sehingga menjadi lebih sulit untuk mengontrol kadar glukosa darah.

BACA JUGA:  5 Fakta Kanker Mata yang Bisa Menyerang Anak-anak & Orang Dewasa

Salah satu kerugian yang lain dari mengonsumsi roti putih ini yaitu terjadinya kenaikan berat badan. Hal itu terjadi akhir tubuhmu yang menjadi gampang lapar dan cenderung mengonsumsi masakan lain secara berlebihan.

Hal yang lebih membahayakan lagi, sebuah penelitian berhasil menemukan kekerabatan antara karbohidrat olahan dan depresi pada perempuan pasca menopause. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinic Nutrition edisi Juni tahun 2015 tersebut menemukan respon hormonal yang sama yang menimbulkan kadar gula darah menurun, menimbulkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan tanda-tanda depresi lainnya. Berbahaya bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.