10 Virus Paling Mematikan di Dunia

0
220
4ce9a675 3c87 4771 Bd2e C037723886bb 169
4ce9a675 3c87 4771 Bd2e C037723886bb 169

Wabah dan bisul virus sudah ada semenjak lebih dari 12 ribu tahun lalu. Mereka ikut berevolusi seiring perkembangan zaman.

Beberapa virus mampu ditangkal dengan kemajuan medis. Namun sebaliknya, sebagian virus ibarat Herpes justru bertahan semenjak 80 juta tahun kemudian dan tetap menjadi virus yang mematikan.

  1. Virus Dengue (Tingkat Kematian 20-30 persen)

Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini kerap dikenal dengan penyakit demam berdarah. Meski tingkat kematiannya tergolong kecil, jumlah akhir hayat yang disebabkan virus ini sangat tinggi karena belum ada vaksin yang mampu menangkal virus ini.

Data Kementerian Kesehatan mencatat pada tahun 2015, penderita demam berdarah menyerang 129.179 orang, sebanyak 1.240 diantaranya meninggal dunia. Di dunia sekitar 20 ribu orang setiap tahunnya meninggal dunia dari 50-500 juta yang terinfeksi.

  1. Spanish Flu H1N1 (Tingkat Kematian 2,5-50 persen)

Spanish Flu merupakan salah satu virus H1N1 yang pertama kali menjadikan akhir hayat pada 1918. Ketika itu, virus ini pribadi membuuh 50 juta orang, rasio pembunuhan oleh virus tercepat dalam sejarah. Nama Spanish muncul karena delapan juta diantaranya terbunuh di Spanyol.

  1. Flu Burung (Tingkat Kematian 60 persen)

Virus influenza A tipe H5N1 yang dikenal dengan Flu Burung ini sempat menyerang Indonesia beberapa waktu lalu. Virus ini pertama kali menyerang insan pada 1997 dan sudah membunuh 60 persen pengindapnya. Virus ini disebarkan oleh unggas ke manusia.

Seperti dilansir dari laporan Listamaze, sebuah penelitian mengungkap virus H5N1 sangat mematikan karena mampu memicu protein inflamasi 10 kali lebih banyak dibanding virus flu H1N1. Akibatnya, peradangan protein menjadikan gangguan pernapasan dan mengancam jiwa. Selain gangguan pernapasa, tanda-tanda virus ini mampu berupa muntah, diare dan tanda-tanda virus flu pada umumnya.

  1. Virus Lujo (Tingkat Kematian 80 persen)

Virus ini mulai menerima nama ketika menyerang Lusaka, Zambia dan Johannesburg, Afrika Selatan pada 2008. Nama Lujo diambil dari dua abjad pertama pada dua kota tersebut. Saat itu, empat dari lima orang yang terinfeksi virus ini meninggal dunia. Virus ini diketahui menjadikan tanda-tanda ibarat Ebola ibarat pendarahan gusi dan hidung.

  1. Herpes B (Tingkat Kematian 80 persen)
BACA JUGA:  Demam Akibat Virus Japanese Encephalitis Serta Cara Mencegahnya

Herpes diketahui sudah menginfeksi insan purba sejaka 80 juta tahun yang lalu. Di masa modern, virus Herpes B pertama kali ditemukan pada 1932. Dari 31 kasus, 21 diantaranya meninggal dunia.

Herpes B mensugesti sistem saraf sentra dan menjadikan gangguan saraf atau akhir hayat bila tidak diobati. Virus ini sesungguhnya jarang terjadi pada manusia. Akan tetapi Herpes B gampang ditularkan melalui monyet atau gigitan hewan.

  1. Virus Marburg (Tingkat Kematian 23-90 persen)

Marburg tergolong virus yang sangat berbahaya. Virus ini pertama kali di temukan di Jerman pada 1967. Para penyintas dari penyakit demam berdarah Marburg ini mengalami problem penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan otot, hepatitis dan lainnya.

  1. HIV (Tingkat Kematian 80-90 persen)

Virus berbahaya ini diketahui telah membunuh jutaan orang setiap tahunnya. Virus ini menyerang sistem kekebalan badan yang menjadikan AIDS. Virus ini ditularkan melalui kontak fisik, cairan tubuh, dan pada anak yang dikandung.

  1. Ebola (Tingkat Kematian 90 persen)

Virus ini pertama kali ditemukan di erat sungai Ebola di Zaire pada 1976. Gejala awal virus ini ibarat dengan virus influenza pada umumnya ibarat sakit tenggorokan, demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Tahap selanjutnya mampu berupa muntah, diare, darah dalam tinja, ruam, dan gangguan ginjal serta hati.

  1. Cacar (Tingkat Kematian 95 persen)

Cacar diketahui sudah ada semenjak 11 ribu tahun kemudian di pertanian di India. Virus yang juga dikenal dengan Smallpox ini merupakan virus paling mematikan di dunia yang telah membunuh paling banyak insan dibanding virus lain dalam sejarah.

  1. Rabies (Tingkat Kematian 100 persen)

Virus yang tergolong neurotropika ini ditularkan lewat air liur binatang kepada manusa. Virus ini bakal bekerja 100 persen ketika gejalanya mulai berkembang. Oleh karena itu, bila tanda-tanda muncul angka akhir hayat hampir selalu 100 persen. Akibat dari virus ini tergolong fatal karena pribadi menyerang otak dan sistem saraf manusia. Pada 2010, virus rabies membunuh 78 orang di Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.