10 Penyebab Stroke yang Harus Dihindari

0
225
23224 620
23224 620

Stroke ialah salah satu penyakit yang paling diwaspadai di dunia. Dulu penyakit ini diidentikkan dengan orang-orang lanjut usia, tapi sekarang siapa pun mampu terjangkit stroke.

Apakah stroke itu? Stroke ialah penyakit yang menyerang otak. Stroke terjadi jikalau fatwa darah dari otak terhambat, mampu juga lantaran pendarahan pada atau di sekitar otak. Penyebabnya ialah pembuluh darah yang mengeras, menyempit, atau tersumbat.

Stroke mampu berakibat fatal dan menciptakan penderitanya lumpuh. Namun sebetulnya 90 persen pemicu stroke ialah gaya hidup yang salah. Berikut ini 10 penyebab terbesar berdasarkan para pakar dari Universitas McMaster di Ontario, Kanada.

  1. Tekanan darah tinggi
    Lebih dari tiga juta warga Amerika Serikat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi, rata-rata di atas 140/90. Kondisi kronis itu menciptakan darah menekan dinding arteri. Menurunkan tekanan darah berarti juga menurunkan risiko terjangkit stroke sampai 48 persen dan mampu dilakukan dengan cara mengurangi asupan garam.
  2. Kurang berolahraga
    Risiko untuk terjangkit stroke mampu turun 36 persen jikalau orang rajin berolahraga atau beraktivitas fisik. Tak perlu olahraga berat, cukup berjalan kaki selama 30 menit tiga kali seminggu.
  3. Makanan tak sehat
    Mengkonsumsi kuliner sehat akan mengurangi risiko terkena stroke sampai 19 persen. Pilih kuliner yang mengandung lebih banyak serat dan kurangi kuliner berlemak atau manis.
  4. Obesitas
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan obesitas telah berdampak pada kesehatan kardiovaskular jutaan orang. Sekitar 2,1 miliar penduduk bumi mengalami obesitas.
  5. Merokok
    Berhenti merokok akan menurunkan risiko stroke sampai 12 persen. Merokok mampu menimbulkan kerusakan pada serpihan dalam pembuluh darah dan menciptakan lemak menumpuk sehingga mampu menimbulkan serangan jantung atau stroke.
  6. Penyakit jantung
    Ada dua jenis stroke. Stroke ishemic disebabkan oleh penggumpalan darah dan menjadi 85 persen pemicu stroke. Sisanya ialah stroke hemorrhagic, yang disebabkan oleh pendarahan di otak. Kesehatan jantung ialah salah satu kunci untuk menurunkan risiko stroke sampai 9 persen.
  7. Diabetes
    Risiko para penderita diabetes terjangkit stroke lebih tinggi lantaran lebih gampang mengalami penggumpalan darah. Menghindari diabetes juga berarti menghindari stroke sampai 4 persen dan caranya tentu saja mengurangi kuliner manis.
  8. Kurang berolahraga
    Risiko untuk terjangkit stroke mampu turun 36 persen jikalau orang rajin berolahraga atau beraktivitas fisik. Tak perlu olahraga berat, cukup berjalan kaki selama 30 menit tiga kali seminggu.
  9. Makanan tak sehat
    Mengkonsumsi kuliner sehat akan mengurangi risiko terkena stroke sampai 19 persen. Pilih kuliner yang mengandung lebih banyak serat dan kurangi kuliner berlemak atau manis.
  10. Obesitas
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan obesitas telah berdampak pada kesehatan kardiovaskular jutaan orang. Sekitar 2,1 miliar penduduk bumi mengalami obesitas.
  11. Merokok
    Berhenti merokok akan menurunkan risiko stroke sampai 12 persen. Merokok mampu menimbulkan kerusakan pada serpihan dalam pembuluh darah dan menciptakan lemak menumpuk sehingga mampu menimbulkan serangan jantung atau stroke.
  12. Penyakit jantung
    Ada dua jenis stroke. Stroke ishemic disebabkan oleh penggumpalan darah dan menjadi 85 persen pemicu stroke. Sisanya ialah stroke hemorrhagic, yang disebabkan oleh pendarahan di otak. Kesehatan jantung ialah salah satu kunci untuk menurunkan risiko stroke sampai 9 persen.
  13. Diabetes
    Risiko para penderita diabetes terjangkit stroke lebih tinggi lantaran lebih gampang mengalami penggumpalan darah. Menghindari diabetes juga berarti menghindari stroke sampai 4 persen dan caranya tentu saja mengurangi kuliner manis.
  14. Minuman beralkohol
    Terlalu banyak minum alkohol mampu menimbulkan naiknya tekanan darah seseorang, juga memicu terjadinya diabetes dan hipertensi yang mampu berujung stroke. Mengurangi minuman beralkohol memangkas risiko stroke sampai 6 persen.
  15. Stres
    Hindari stres dan depresi lantaran mampu menimbulkan stroke, terutama buat mereka yang berusia lanjut. Stres mampu menuntun orang menjalani gaya hidup tak sehat, mirip merokok, menenggak minuman beralkohol, dan malas beraktivitas. Menghindari stres mampu mengurangi risiko stroke sampai 6 persen.
  16. Kolesterol
    Kadar kolesterol tinggi dalam darah mampu menimbulkan terjadinya dyslipidaemia, penyumbatan pembuluh darah, menghambat fatwa darah ke dan dari jantung, dan berujung stroke. Mengurangi kuliner yang mengandung kolesterol tinggi mampu menurunkan risiko stroke sampai 27 persen.
BACA JUGA:  Cara Mencegah Stroke di Usia Muda biar Tidak Terlambat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.