Kapan Saat Terbaik Mengonsumsi Gula? Pahami biar Tak Gampang Gemuk

0
26
003666900 1555388728 Konsumsi Gula HL
003666900 1555388728 Konsumsi Gula HL

Segala sesuatunya jikalau dikonsumsi berlebihan akan memberi efek negatif. Termasuk konsumsi gula, baik dalam minuman maupun masakan yang kita konsumsi. Gula intinya sifatnya baik untuk tubuh. Hanya saja mungkin selama ini kita belum paham benar kapan dikala yang sempurna dan terbaik untuk mengonsumsi gula.

Tanpa konsumsi gula sama sekali, badan kita akan cenderung lemah, letih, lesu, dan loyo. Dikutip dari buku DEBM (Diet Enak, Bahagia, & Menyenangkan) Cara Praktis Turunkan Berat Banda Tanpa Sengsara, permasalahan dengan gula yakni gula sangat disukai oleh otak, sehingga sangat sulit untuk mengonsumsi gula pada kadar yang tepat. Dengan kata lain, kita cenderung spontan apabila makan gula.

Lebih lanjut lagi dijelaskan dalam buku DEBM bahwa dikala gula masuk ke sistem badan manusia, gula akan diubah menjadi gula darah. Jika badan sedang tidak membutuhkan gula, badan akan mengeluarkan insulin untuk menormalkan gula darah. Saat bergotong-royong badan kita sedang butuh gula tapi kita mengonsumsi gula, maka badan akan mengubah 2 gram gula menjadi kurang lebih 1 gram lemak di penggalan perut, lengan, paha, dan penggalan badan lainnya sesuai dengan genetik. Hal inilah yang mampu menciptakan seseorang yang tubuhnya kurus tapi perutnya buncit atau ada penggalan badan tertentu yang besar tapi penggalan badan lainnya kurus.

Lantas, kapan dikala yang sempurna untuk mengonsumsi gula? Gula bergotong-royong diharapkan untuk mengisi glikogen, yang merupakan gula otot. Saat kita beraktivitas, glikogen ini bakal digunakan badan untuk melaksanakan kegiatan yang diharapkan sehingga glikogen menjadi berkurang. Cuma masalahnya jumlah glikogen sangat terbatas. Bila diibaratkan tangki mobil, kapasitas tangki kendaraan beroda empat kita hanya 50 liter tapi kita malah mengisinya sebanyak 200 liter, maka akan ada sisa yang berlebihan.

BACA JUGA:  Ingin Hidup Sehat ala Selebgram Tanpa Modal Gede? Yuk, Coba Lakukan 3 Tips Ini!

Sisa inilah yang mampu menjadikan masalah. Saat glikogen terisi penuh dan gula darah masih tinggi sebab kebanyakan makan, badan akan menyimpan sisanya tersebut sebagai “tabungan” di jaringan lemak. Akibatnya badan jadi rentan gemuk atau buncit.

Gula atau karbohidrat terbaik diminum atau dimakan pada dikala badan gres saja melaksanakan kegiatan fisik (saat glikogen habis). Dengan begitu bakal meminimalisir gula untuk diubah menjadi lemak. Bisa dibilang juga bahwa dikala terbaiknya yakni pada dikala jam makan siang.

Tentu saja kita konsumsinya tidak hingga berlebihan, ya. Bila pada jam makan siang kita mengonsumsi karbohidrat mirip nasi, maka sebaiknya hindari minum minuman yang terlalu manis. Ingat juga bahwa yang dimaksud dengan gula bukan hanya gula pasir, tapi juga masakan dan minuman yang mengandung embel-embel atau karbohidrat. Selain itu imbangi juga dengan kegiatan yang cukup biar level gula darah dalam badan mampu tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.