Mengapa Pria Terus Ereksi Meski Sudah Orgasme?

0
10
6 Hal Ini Bikin Pria Susah Capai Klimaks
6 Hal Ini Bikin Pria Susah Capai Klimaks

Salah satu gangguan dari penis yang sering terjadi yaitu impotensi atau ketidakmampuan penis melaksanakan ereksi. Gangguan ini sangat ditakuti oleh laki-laki sehingga mereka akan melaksanakan apa saja biar kondisi ereksi yang penting untuk bekerjasama seks tidak terganggu.

Penis Terus Ereksi Meski Sudah Orgasme
Selain disfungsi ereksi, ternyata ada gangguan lain yang terjadi pada penis. Gangguan ini berkebalikan dengan kondisi disfungsi ereksi. Kalau impotensi menciptakan laki-laki tidak bisa ereksi. Gangguan ini justru menciptakan penis terus mengalami ereksi sehingga menimbulkan rasa sakit.

Biasanya penis akan lemas dengan sendirinya sesudah menerima orgasme. Aliran darah di penis akan mengalir lagi ke seluruh tubuh. Kalau laki-laki ingin melaksanakan seks lagi, mereka harus menunggu selama beberapa dikala sebelum kesudahannya penis sembuh dan bisa menerima ereksi dengan sempurna.

Kalau sesudah menerima ejakulasi penis tidak kunjung lemas dengan sendirinya dan cenderung makin keras, berarti sedang ada gangguan yang terjadi. Kalau Anda menggunakan Viagra atau obat berpengaruh lain mungkin bisa saja terjadi. Namun, bila Anda tidak menggunakan obat kuat, priapism bisa saja terjadi.

Apa Itu Priapism?
Istilah priapism mungkin masih sangat awam dan yang masih jarang terjadi pada pria. Kondisi ini menimbulkan penis tidak bisa mengalami penurunan volume dalam di dalam jaringan tisunya. Kondisi ini menimbulkan penis jadi terus membesar, memerah, dan dikala dipegang jadi sakit dan ngilu.

Ereksi yang normal pada laki-laki akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Saat orgasme didapatkan dan ejakulasi terjadi, penis akan kembali lemas sebab kelelahan. Kondisi ini akan berjalan selama beberapa menit sebelum kesudahannya penis bisa mengalami ereksi lagi.

Kondisi priapism tidak menciptakan ereksi hilang dengan mudah. Pria akan mengalami ereksi hingga empat jam sehingga bisa dibayangkan sendiri menyerupai apa sakitnya menahan ereksi hingga berjam-jam. Beberapa laki-laki mengeluhkan rasa sakit yang sangat besar dan menciptakan mereka sulit melaksanakan acara lain.

Jenis Priapism pada Pria
Ada dua jenis priapism yang terjadi pada pria. Kondisi ini mempunyai kemungkinan yang sama dan imbas yang diberikan juga hampir mirip.

Ischemic Priapism
Priapism jenis ini yaitu yang umum terjadi pada banyak laki-laki di seluruh dunia. Darah di dalam penis tidak bisa keluar sehingga organ vital ini akan terus mengeras dan serpihan glans atau kepalanya sedikit membengkak. Penis yang ada pada kondisi ini akan mencicipi sakit dikala disentuh.

Efek yang ditimbulkan oleh priapism ini tidak akan besar meski tetap mengganggu. Seseorang yang gampang mengalami priapism jenis ini umumnya tidak boleh menggunakan obat kuat. Kalau hingga menggunakan obat itu, tanda-tanda nyeri dan penis jadi sangat keras hingga terasa ingin meledakkan terus muncul.

Non-ischemic Priapism
Kondisi priapism jenis ini muncul sebab ada stress berat atau patah pada penis. Patahnya penis menimbulkan pembuluh darah robek dan mengalirkan banyak darah ke penis sehingga ukuran dari penis akan membesar. Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan imbas sakit meski penanganan harus segera dilakukan.

BACA JUGA:  Apakah Bayi Bisa Alergi ASI? Cek Penjelasannya di Sini

Trauma pada penis bisa terjadi dikala laki-laki jatuh dari kendaraan atau mengalami kecelakaan. Namun, yang paling sering terjadi yaitu kecelakaan dikala bekerjasama badan. Pria salah melaksanakan penetrasi dengan benar dan menimbulkan penisnya jadi tertekuk dan kesudahannya patah.

Cara Menangani Priapism
Priapism yang menciptakan penis yang susah kembali ke kondisi awal biasanya membutuhkan pengobatan berupa obat untuk meredakan konsentrasi darah di dalam penis. Selanjutnya, salep atau krim yang menunjukkan rasa cuek juga diharapkan untuk menciptakan laki-laki lebih nyaman hingga penisnya kembali ke kondisi lemas atau flaccid.

Penanganan hanya bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa nyaman dan mempercepat terjadinya penurunan volume darah. Kalau priapism terjadi sebab cedera atau stress berat penanganan ke dokter harus dilakukan. Mungkin saja akan dilakukan operasi mengingat ada kerusakan yang terjadi pada penis.

Efek Priapism pada Pria
Priapism yang terjadi pada penis mempunyai cukup banyak dampak negatif sehingga laki-laki harus mewaspadainya. Berikut beberapa imbas samping priapis yang bisa muncul.

Kondisi non-ischenic priapism biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, bila kondisi ini terus berulang bisa menimbulkan kerusakan pada penis. Jadi, begitu mengalami kondisi ini penanganan yang tepat harus dilakukan.
Intensitas rasa sakit tinggi. Pria yang mengalami priapism akan susah melaksanakan acara harian. Penisnya akan terus mengalami ereksi hingga berjam-jam sehingga sudah dipakaikan celana dalam dan ditekuk.
Malu berada di ruangan publik dan akan diketahui orang bila penis terus ereksi. Kalau hal ini hingga terjadi, produktivitas kerja bisa menurun.
Walaupun darah di dalam penis kesudahannya bisa turun dan penis menjadi lebih lemas dan ada pada kondisi flaccid, rasa sakit dan ngilu akan tetap ada sehingga laki-laki merasa takut mengalami ereksi kembali sebab takut tidak bisa lemas kembali.
Terjebaknya darah cukup usang di dalam penis bisa menimbulkan sel yang ada di dalam penis jadi mati. Kondisi ini akan sangat berbahaya untuk kemampuan ereksi dan seksual di lalu hari.
Kondisi priapism yang berlebihan bisa menimbulkan disfungsi ereksi pada pria. Kalau hingga mengalami impotensi, laki-laki justru tidak akan bisa mengalami ereksi lagi di lalu hari.

Terus ereksi atau priapism bisa terjadi pada siapa saja khususnya mereka yang mempunyai gangguan darah menyerupai leukemia atau thalassemia. Semoga kondisi di atas tidak terjadi pada kita semua. Lakukan seks dengan baik dan jauhi obat berpengaruh yang menjadi salah satu pemicunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.