Menguapi Vagina dengan Herbal biar Tidak Bau, Amankah?

0
11
Tips Merawat Vagina Usai Melahirkan Alodokter
Tips Merawat Vagina Usai Melahirkan Alodokter

Vagina ialah salah satu organ yang agak susah dijaga kesehatannya oleh wanita. Perawatan secara rutin mirip mengganti celana dalam setiap hari khususnya ketika hari panas harus terus dilakukan vagina. Wanita juga tidak diperkenankan untuk menggunakan celana dalam yang cukup ketat sebab vagina bisa jadi sangat bau.

Mencegah Vagina Menjadi Bau
Bagi wanita, vagina ialah organ yang sangat penting dan harus dijaga dengan baik. Kalau hingga vagina terjadi problem atau gangguan mirip aromanya jadi tidak sedap, perempuan akan mengalami penurunan percaya diri. Mereka takut bila akan bekerjasama seks dengan pasangannya.

Cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan juga mencegah anyir tidak sedap pada vagina ialah dengan menerapkan sanitasi yang baik. Wanita harus rutin mengganti celana dalamnya, mencuci vagina secara rutin, dan berusaha membersihkan kotoran yang muncul di area vagina.

Merapikan rambut pada kemaluan juga dilakukan beberapa perempuan untuk menghindari kelembaban tinggi pada area selangkangan. Wanita tidak disarankan menggunakan sabun atau produk perawatan vagina yang terlalu wangi dan mengandung zat kimia berbahaya.

Douching atau mencuci rongga vagina dengan cairan khusus juga dilakukan oleh wanita. Cara ini dianggap berbahaya sebab bisa membunuh basil baik atau tumbuhan normal yang ada di dalam vagina. Cairan atau semi padat dimasukkan ke vagina biar rongga jadi lebih kesat dan mempunyai aroma lebih wangi.

Terakhir, perempuan juga melaksanakan penguapan atau ratus vagina yang dipercaya bisa menunjukkan banyak manfaat pada organ kewanitaan. Nah, yang menjadi pertanyaan, amankah melaksanakan penguapan pada vagina biar aroma dari organ ini jadi lebih perempuan dan tidak sedap?

Penguapan atau Ratus Vagina
Ratus ialah metode penguapan pada vagina yang dilakukan secara langsung. Wanita akan duduk di dingklik khusus yang di bawahnya terdapat beberapa ramuan tradisional yang didihkan. Uap dari ramuan yang mendidih ini akan dipaparkan pribadi ke vagina sehingga imbas yang didapatkan akan pribadi dirasakan wanita.

Lama penguapan pada ratus vagina ini berjalan selama 30 menit. Setelah diratus, perempuan akan dibersihkan vagina kepingan luarnya dan diinginkan dengan air. Proses total untuk ratus vagina sekitar 45 menit. Beberapa proses penguapan bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung dengan kebutuhan dari wanita.

Selama menjalankan ratus, ada banyak materi yang dipakai untuk penguapan. Sebagian besar berasal dari herbal yang banyak dipakai dalam dunia pengobatan tradisional. Ada kulit kayu secang, kelopak mawar, akar wangi, dan temulawak. Semua materi akan dicampur menjadi satu untuk dididihkan dan menghasilkan uap.

Karena bahan-bahan untuk penguapan kadang susah didapatkan, beberapa penyedia layanan ratus menggunakan bentuk minyak esensial. Kaprikornus herbal yang diharapkan sudah dibentuk menjadi bentuk yang instan biar lebih gampang digunakan, bahkan oleh perempuan secara pribadi ketika berada di rumah.

BACA JUGA:  Gejala Mirip Dengan Demam Berdarah, Jangan Salah Diagnosis Flu Tulang

Klaim Manfaat dari Penguapan Vagina
Ratus vagina diklaim bisa menciptakan aroma tidak sedap pada vagina hilang dengan lebih cepat dan menunjukkan kebaikan lain khususnya yang bekerjasama dengan kemampuan seksual dan reproduksi. Bau yang dianggap mengganggu bisa segera dihilangkan meski masih terdapat risiko yang jarang diperhatikan oleh wanita.

Penguapan pada vagina juga diklaim bisa melancarkan peredaran darah pada vagina. Uap hangat dianggap bisa memicu peredaran darah berjalan dengan lancar. Area di sekitar vagina jadi lebih relaks sehingga otot di sekitarnya bisa bekerja dengan maksimal.

Klaim lain terkait dengan ratus vagina ialah keseimbangan hormon. Wanita yang melaksanakan ratus akan mempunyai hormon seimbang sehingga kerja tubuhnya jadi membaik. Itulah mengapa ratus vagina banyak dilakukan oleh perempuan kerajaan atau aristokrat di masa lalu.

Berbagai klaim yang dibahas di atas hanya klaim sepihak saja. Pasalnya penelitian perihal penginapan vagina ini belum ada. Kalau ada, tentu akan banyak membahas imbas atau dampak yang akan ditimbulkan. Pasalnya vagina sangat sensitif dan bila diberi sesuatu yang panas dan sangat berpengaruh bisa terluka.

Dampak Negatif Menguapi Vagina
Klaim menunjukkan banyak manfaat untuk vagina harus dipertanyakan. Pasalnya ratus ternyata cukup berbahaya sehingga perempuan harus menghindarinya. Berikut ancaman dari ratus vagina.

Vagina melepuh sebab panas uap yang berlebihan. Praktik ratus vagina dilakukan dengan penguapan secara langsung. Padahal uap air lebih tinggi suhunya dari permukaan air. Kalau jarak vagina dengan asal uap dekat, kondisi melepuh bisa saja terjadi dan menciptakan vagina jadi mengalami inflamasi.

Membunuh basil baik atau tumbuhan normal yang ada di dalam vagina. Penguapan ke vagina secara pribadi akan menciptakan organ itu dimasuki uap air yang banyak. Uap panas itu bisa saja mengganggu tumbuhan normal yang ada di dalam vagina. Kalau tumbuhan normal yang ada di sana mati, jerawat basil bisa muncul dengan mudah.

Seks terganggu dan jadi lebih sakit dari biasanya. Kalau vagina jadi lebih sensitif dari biasanya, perempuan akan mengalami gangguan ketika bercinta. Gangguan pada vagina menciptakan penetrasi sangat menyiksa sehingga perempuan susah menerima kepuasan.

Setelah ratus dilakukan, vagina mungkin lebih kesat dan wangi. Namun, kondisi ini hanya sementara saja. Wanita harus melaksanakan berkali-kali untuk menerima kondisi itu. Kalau kondisi ini terus dilakukan, dikhawatirkan kerusakan vagina akan lebih besar.

Vagina memang wajib dibersihkan oleh semua perempuan setiap harinya. Namun, proses itu harus dilakukan dengan kondusif dan baik biar tidak menjadikan masalah. Kalau vagina jadi rusak, berarti prosesnya salah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.