Mengenal Proses Pembekuan Darah

0
13
Mengenal Proses Pembekuan Darah Alodokter
Mengenal Proses Pembekuan Darah Alodokter

Saat terjadi luka atau cedera, pembuluh darah mampu rusak dan terjadilah perdarahan. Untuk menghentikan perdarahan tersebut, badan kita akan mengaktifkan serangkaian proses pembekuan darah dan penyembuhan luka.

Mekanisme badan untuk menghentikan perdarahan dinamakan hemostasis. Terdapat beberapa fase penting pada prosedur ini, di antaranya fase pembentukan sumbatan oleh platelet (keping darah) dan fase pembekuan darah. Proses pembekuan darah atau koagulasi yakni proses kompleks, di mana darah membentuk gumpalan (bekuan darah) guna menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan.

Unsur-Unsur Proses Pembekuan Darah
Proses pembekuan darah tidak akan terjadi tanpa adanya ‘aktor’ yang berperan. Koagulasi melibatkan trombosit dan komponen faktor koagulasi.

Trombosit
Trombosit atau keping darah yakni elemen berbentuk cakram di dalam darah. Trombosit digolongkan sebagai sel darah, tetapi bekerjsama trombosit yakni penggalan dari sel-sel sumsum tulang yang disebut dengan megakaryocytes. Trombosit berperan untuk membantu membentuk bekuan darah, guna memperlambat atau menghentikan perdarahan, serta penyembuhan luka.
Faktor koagulasi (faktor pembekuan)
Faktor koagulasi yakni protein, sebagian besar diproduksi oleh organ hati. Ada 13 faktor koagulasi dalam darah dan jaringan badan manusia.
Bagaimana Proses Pembekuan Darah Terjadi?
Proses pembekuan darah normal melewati serangkaian interaksi yang kompleks. Berikut yakni proses pembekuan darah dari awal sampai akhir.

Trombosit membentuk sumbatan
Trombosit bereaksi saat pembuluh darah rusak atau ada luka. Mereka melekat pada dinding tempat yang luka dan bantu-membantu membentuk sumbatan. Sumbatan dibuat guna menutup penggalan yang rusak, supaya menghentikan darah yang keluar. Trombosit juga melepaskan materi kimia untuk menarik lebih banyak trombosit dan sel-sel lain untuk melanjutkan tahap berikutnya.
Pembentukan bekuan darah
Faktor-faktor pembekuan memberi sinyal terhadap satu sama lain, untuk melaksanakan reaksi berantai yang cepat. Reaksi ini dikenal sebagai kaskade koagulasi. Pada tahap final kaskade ini, faktor koagulasi yang disebut trombin mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin. Fibrin bekerja dengan cara melekat pada trombosit untuk menciptakan jaring yang memerangkap lebih banyak trombosit dan sel. Gumpalan (bekuan) pun menjadi lebih besar lengan berkuasa dan lebih tahan lama.
Penghentian proses pembekuan darah
Setelah bekuan darah terbentuk dan perdarahan terkendali. Protein-protein lain akan menghentikan faktor pembekuan, supaya gumpalan tidak berlanjut lebih jauh dari yang diperlukan.
Tubuh perlahan-lahan membuang sumbatan
Ketika jaringan kulit yang rusak sembuh, otomatis sumbatan tidak diharapkan lagi. Helai fibrin pun hancur, dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah.
Kelainan Proses Pembekuan Darah
Jika proses pembekuan darah mengalami kelainan, maka mampu terjadi perdarahan berlebih atau sebaliknya terjadi pembekuan darah terlalu banyak sehingga mampu mengganggu sirkulasi darah. Kondisi ini disebut darah kental.

BACA JUGA:  Intip 5 Tips yang Wajib Dilakukan Sebelum Traveling

Tidak semua orang mengalami proses pembekuan darah yang normal. Sebagian orang mampu mengalami kelainan pada proses pembekuan darah, contohnya penyakit hemofilia, di mana terdapat kekurangan faktor koagulasi VIII atau IX. Pada penyakit ini, perdarahan yang terjadi sulit berhenti.

Pembekuan darah juga mampu terbentuk walaupun tidak diperlukan. Kondisi ini mampu mengakibatkan kondisi medis berat mirip serangan jantung, emboli paru, dan stroke. Oleh alasannya yakni itu, untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang ajaib dianjurkan untuk rajin bergerak dan berolahraga, tidak merokok, dan menerapkan acuan hidup sehat.

Jika terdapat keluhan mirip gampang memar, perdarahan susah berhenti saat terjadi luka, sering mimisan, atau terdapat lebam pada persendian, kemungkinan Anda mengalami gangguan pada pembekuan darah. Apabila terdapat keluhan tersebut, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.