Pemahaman Seputar Indeks Massa Tubuh

0
12
Pemahaman Seputar Indeks Massa Tubuh Alodokter
Pemahaman Seputar Indeks Massa Tubuh Alodokter

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu cara untuk mengetahui rentang berat tubuh ideal Anda dan memprediksi seberapa besar risiko gangguan kesehatan Anda. Metode ini dipakai untuk memilih berat tubuh yang sehat menurut berat dan tinggi badan.

Angka indeks massa tubuh atau dalam bahasa Inggris Body Mass Index (BMI) dipakai untuk memberikan kategori berat tubuh seseorang apakah sudah proporsional atau belum. Melalui IMT, seseorang akan tahu apakah berat badannya termasuk kategori normal, kelebihan, atau justru kekurangan.

Indeks massa tubuh didapat dengan membagi berat tubuh seseorang dalam satuan kilogram dengan tinggi mereka dalam meter kuadrat. Bagi sebagian orang, nilai indeks massa tubuh kemungkinan tidak akurat. Mereka yang sedang hamil, binaragawan, atau atlet dengan tingkat kegiatan tinggi yaitu golongan dengan nilai IMT yang tidak mencerminkan kesehatan ketika itu. Artinya, meski nilai IMT mereka di atas normal, bukan berarti mereka mempunyai lemak berlebihan.

Penggolongan Berat Badan Berdasarkan IMT

Perhitungan IMT dibagi menjadi empat kategori:

Seseorang mengalami obesitas jikalau IMT-nya sama dengan atau di atas 30.
Saat IMT seseorang menyentuh angka 25-29,9, maka ia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
IMT normal atau berat tubuh ideal berada di kisaran 18,5-24,9.
Jika seseorang mempunyai IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut mempunyai berat tubuh di bawah normal.
Sedangkan untuk populasi Asia, termasuk Indonesia, pengelompokan IMT yaitu sebagai berikut:

Seseorang mengalami obesitas jikalau IMT-nya berada di atas 25.
Saat IMT seseorang menyentuh angka 23-24,9, maka ia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
IMT normal berada di kisaran 18,5-22,9.
Jika seseorang mempunyai IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut mempunyai berat tubuh di bawah normal.
Sayangnya, angka-angka di atas kurang akurat jikalau diterapkan kepada penderita gangguan makan, mirip anoreksia nervosa. Angka indeks massa tubuh juga tidak mewakili mereka yang mengalami obesitas tingkat ekstrem.

Jangan Terlalu Mengandalkan Indeks Massa Tubuh

IMT memang mampu dijadikan patokan semoga seseorang waspada terhadap berat tubuh yang tidak normal. Namun, bergantung secara berlebihan pada angka tersebut juga tidaklah bijaksana. Salah satu kelemahan perhitungan IMT yaitu hasil IMT bersifat umum alasannya yaitu tidak memperhitungkan faktor-faktor lain, mirip tipe bentuk tubuh, usia, dan tingkat kegiatan seseorang.

Jika ada dua individu mempunyai indeks massa tubuh yang sama, namun berbeda jenis kelamin dan usia, maka hal tersebut perlu juga diperhitungkan.
Dari mana asal berat tubuh seseorang juga mampu menjadi perhitungan indeks massa tubuh menjadi tidak akurat, contohnya saja para atlet atau binaragawan. Kedua kelompok ini kemungkinan mempunyai berat tubuh yang lebih tinggi alasannya yaitu mempunyai tubuh atletis. Berat tubuh berasal dari massa otot, bukan lemak tubuh.
Berdasarkan usia misalnya, orang remaja cenderung mempunyai lebih banyak lemak tubuh dibandingkan anak-anak. Sementara terhadap jenis kelamin, kaum hawa secara alami mempunyai lemak tubuh yang lebih banyak daripada pria.
Demikian juga dengan kegiatan dan bentuk tubuh seseorang. Meski mempunyai indeks massa tubuh yang normal, orang-orang yang kurang bergerak kemungkinan mempunyai lemak tubuh lebih banyak. Mereka yang mempunyai lebih banyak lemak di perut, dinilai lebih rentan menerima gangguan kesehatan.
Lemak yang mengendap di perut dan pinggang terkait dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Sedangkan mereka yang mempunyai timbunan lemak di pinggul dan paha dianggap lebih kondusif dari bahaya penyakit-penyakit tersebut.
Hal yang patut diperhatikan namun luput dari perhitungan IMT yaitu etnis seseorang. Masing-masing etnis dihadapkan kepada bahaya kesehatan tersendiri. Bagi orang Asia, IMT 27 atau lebih tinggi sudah termasuk obesitas. Padahal, kategori obesitas secara umum berada pada kisaran IMT lebih dari 30.
Penyakit atau kondisi medis tertentu, mirip malnutrisi atau asites, juga mampu mengakibatkan perhitungan BMI menjadi tidak akurat. Hal ini alasannya yaitu terjadinya penambahan berat tubuh balasan timbunan cairan tubuh.
Pentingnya Menjaga Berat Badan

BACA JUGA:  Cegah Kanker Payudara Dengan 5 Makanan Ini

Terlepas dari segala kekurangannya, perhitungan IMT baik diketahui terutama sebagai pengingat untuk menjaga berat badan. Dengan mempunyai berat tubuh yang normal, laba berikut mampu didapatkan.

Dapat melaksanakan kegiatan lebih banyak alasannya yaitu stamina lebih tinggi.
Meminimalkan seseorang dari risiko terkena nyeri sendi dan nyeri otot.
Memiliki contoh dan kualitas tidur yang lebih baik.
Kinerja jantung akan lebih ringan.
Peredaran darah dan metabolisme juga akan lebih baik.
Mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker tertentu.
Mengurangi kolesterol, trigliserida, glukosa darah, dan menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Mengingat banyaknya laba mempunyai berat tubuh ideal, pengetahuan mengenai indeks massa tubuh masih layak untuk dipertahankan terutama sebagai kontrol diri. Pastikan contoh makan yang sehat dan olahraga yang teratur menjadi kebiasaan Anda sehari-hari. Jika mengalami dilema berat tubuh dan sulit mengatur atau mencapai berat tubuh ideal, Anda mampu berkonsultasi ke dokter untuk menerima langkah penanganan lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.