Beberapa Penyakit Dalam yang Perlu Dikenali

0
10
Beberapa Penyakit Dalam Yang Perlu Dikenali Alodokter
Beberapa Penyakit Dalam Yang Perlu Dikenali Alodokter

Anda mungkin masih sering bertanya-tanya apa bergotong-royong yang dimaksud dengan penyakit dalam, sehingga memerlukan penanganan seorang dokter seorang ahli penyakit dalam, dan apa saja teladan penyakitnya. Yuk, cari tahu selengkapnya di sini.

Ilmu penyakit dalam atau internal medicine ialah spesialisasi medis untuk diagnosis, perawatan, dan pencegahan penyakit pada orang dewasa. Kondisi medis atau penyakit yang termasuk ke dalam spesialisasi medis penyakit dalam akan ditangani oleh seorang dokter seorang ahli penyakit dalam atau disebut juga dengan internist.

Dokter seorang ahli penyakit dalam mempunyai pengetahuan dan kompetensi menyeluruh mengenai pengelolaan medis terhadap penyakit-penyakit yang memengaruhi aneka macam organ badan yang lebih serius.

Menurut peraturan Konsil Kedokteran Indonesia, dokter seorang ahli penyakit dalam berperan dalam penanganan aneka macam problem kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat remaja cukup umur sampai usia lanjut di bidang ilmu penyakit dalam.

Dokter seorang ahli Dokter seorang ahli penyakit dalam mampu merujuk atau merekomendasikan pasien kepada dokter subspesialis penyakit dalam untuk kasus-kasus tertentu yang lebih berat. Dokter seorang ahli penyakit dalam juga bertugas mengawasi dan memantau perawatan sehabis Anda melalui investigasi khusus, contohnya oleh seorang dokter subspesialis kardiologi (cardiologist).

Dokter umum yang sering Anda datangi pun menguasai bidang penyakit dalam, namun biasanya dokter umum mempunyai keterbatasan dari sisi kemudahan kesehatan dan kompetensi, sehingga akan merujuk pasien pada dokter seorang ahli sesuai referensi yang tepat. Dokter umum tentu saja mampu menunjukkan diagnosis suatu penyakit dan menunjukkan pengobatan. Namun, untuk penyakit yang lebih serius, biasanya sudah bukan bab kompetensi dari seorang dokter umum.

Jadi, Apa Saja Kondisi Medis yang Tercakup dalam Spesialisasi Penyakit Dalam?

Di antara ratusan penyakit yang mampu ditangani oleh dokter seorang ahli penyakit dalam, berikut ialah beberapa penyakit yang umum ditemui namun tergolong serius menurut bidang disiplin ilmu penyakit dalam:

Bidang alergi imunologi klinik yang bekerjasama dengan penyakit sistem kekebalan (imunitas) badan dan interpretasi investigasi penunjang laboratorium, mirip darah, serum atau plasma, urin, struktur jaringan, maupun proses fisiologis tubuh. Pemeriksaan penunjang diharapkan untuk mendiagnosis dan menangani penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Contoh penyakitnya, antara lain asma, rhinitis alergi, angioedema, dan urtikaria atau biduran.
Bidang gastroentero-hepatologi yang bekerjasama dengan sistem pencernaan dan organ hati, termasuk dalam mengobati dan mencegah gangguan pankreas, kantong empedu, kerongkongan, perut, usus halus, dan usus besar. Contoh penyakitnya, antara lain pankreatitis, hepatitis, kanker pada jalan masuk cerna dan hati.
Bidang geriatri yang bekerjasama dengan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit pada lansia, terutama berkaitan dengan proses penuaan. Contoh penyakitnya, antara lain demensia, malnutrisi, inkontinensia urin, diabetes tipe 2, dan osteoartritis.
Bidang ginjal hipertensi yang melibatkan gangguan ginjal, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, atau problem tekanan darah yang lebih kompleks, mirip pasien yang harus melalui transplantasi ginjal atau pasien hemodialisis (cuci darah). Contoh penyakitnya, antara lain gagal ginjal akut maupun kronis, sindroma nefrotik, dan watu jalan masuk kemih.
Bidang hematologi-onkologi medik yang bekerjasama dengan diagnosis dan pencegahan penyakit darah (hematologi) dan kanker (onkologi), termasuk penyakit mirip anemia, hemofilia, leukemia, limfoma, dan kanker.
Bidang kardiologi yang bekerjasama dengan gangguan organ jantung. Contoh penyakitnya, antara lain gagal jantung, penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung, aritmia, dan penyakit jantung rematik.
Bidang metabolik-endokrin yang bekerjasama dengan gangguan pada metabolisme, yaitu proses biokimia serta kerja hormon-hormon dalam tubuh. Contoh penyakitnya, antara lain diabetes, penyakit tiroid, dan ketoasidosis diabetikum.
Bidang pulmonologi yang bekerjasama dengan diagnosis dan pengobatan gangguan sistem pernapasan. Contoh penyakitnya, antara lain asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru interstisial.
Bidang reumatologi yang bekerjasama dengan penilaian dan pengobatan non-bedah untuk penyakit rematik pada jaringan penghubung tubuh, contohnya sendi. Contoh penyakitnya, antara lain rheumatoid arthritis, osteoporosis, lupus, dan fibromyalgia.
Bidang kedaruratan medik untuk penanganan di unit gawat darurat (UGD) dan ruang perawatan ketat (HCU) yang bekerjasama dengan tindakan pencegahan ajal atau keganjilan lebih lanjut, termasuk pengenalan kondisi, evaluasi, perawatan, dan stabilisasi dalam menanggapi penyakit akut dan cedera. Contoh penyakitnya, antara lain henti jantung, hipertensi emergensi dan urgensi, serta gagal napas.
Dengan mengetahui penyakit-penyakit apa saja yang masuk ke dalam golongan penyakit dalam, Anda tidak perlu lagi merasa resah saat dokter umum merujuk Anda kepada dokter seorang ahli penyakit dalam yang mempunyai kompetensi untuk menangani penyakit tersebut.

BACA JUGA:  Melihat Lebih Dalam Anatomi Mata Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.