Bijak Memilih Minyak untuk Memasak Demi Kesehatan

0
13
Bijak Memilih Minyak Untuk Memasak Demi Kesehatan Alodokter
Bijak Memilih Minyak Untuk Memasak Demi Kesehatan Alodokter

Minyak merupakan salah satu materi utama untuk memasak. Namun, jangan hingga salah memilih. Setiap jenis minyak mengandung nutrisi yang memengaruhi kesehatan.

Kini, ketika berbelanja konsumen sanggup melihat gugusan minyak yang berbeda. Hampir semua jenis minyak yang dipakai untuk memasak yakni minyak nabati. Memilih minyak yang sempurna sanggup membantu kondisi kesehatan termasuk mengendalikan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan berat badan, dan lain-lain.

Berikut beberapa jenis minyak yang sering dipakai di Indonesia :

Minyak Kelapa
Minyak kelapa mempunyai aroma yang nikmat dan tahan usang pada suhu ruang, sehingga banyak pula dipakai untuk memanggang kudapan manis atau jenis masakan lain. Minyak kelapa mengandung 90 persen lemak jenuh, yang berisiko meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat. Akibatnya, risiko terkena penyakit jantung akan meningkat pula.

Berbeda dengan minyak kelapa biasa, ada juga minyak kelapa VCO. Manfaat aktual minyak kelapa VCO (Virgin Coconut Oil) yakni kandungan antioksidan dan juga meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik lebih tinggi dibandingkan minyak lain. Antioksidan ini berpotensi sebagai penyehat jantung alasannya yakni ikut berperan dalam mencegah pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Dengan kata lain, antioksidan berperan mencegah rongga pembuluh menyempit. Meski demikian, kita perlu cermat ketika menentukan minyak kelapa, apa pun jenisnya alasannya yakni minyak kelapa yang sekarang dipasarkan telah melewati banyak sekali proses produksi yang sanggup merusak kandungan antioksidan dan zat-zat bermanfaat lainnya.

Lebih jauh lagi, penggunaan minyak kelapa tidak disarankan untuk dipakai secara rutin sebagaimana kandungannya tidak dianggap sebaik minyak-minyak jenis lain dalam menjaga kesehatan tubuh.

Minyak Sawit
Minyak sawit mengandung asam palmitat yang termasuk asam lemak jenuh, kandungan inilah yang berpotensi meningkatkan kadar LDL dan semua jenis kolesterol. Meski demikian, efeknya terhadap penyakit kardiovaskular masih diperdebatkan di dunia medis. Di sisi lain, minyak sawit juga diketahui mengandung asam oleat dan linoleat yang tergolong asam lemak tidak jenuh, serta vitamin A dan E sebagai antioksidan. Vitamin E di dalam kelapa sawit terdiri dari tocotrienol, yang berfungsi mencegah kerja dari enzim pembentukan kolesterol.

BACA JUGA:  Kerap Disepelekan, Ini 5 Penyakit Berbahaya Yang Dapat Timbul Akibat Stres

Minyak Kanola
Minyak kanola rendah kandungan asam lemak jenuh hanya sekitar 7 persen. Minyak ini juga tinggi dalam kandungan asam lemak tidak jenuh, senyawa vitamin E tokoferol dan zat-zat lain, yang dipercaya sebagai pelindung jantung. Penelitian terhadap teladan makan dengan minyak kanola memperlihatkan penurunan kadar kolesterol, dibandingkan dengan konsumsi minyak yang lebih tinggi asam lemak jenuh lainnya.

Minyak Zaitun
Minyak zaitun mempunyai lima hingga sepuluh kali lebih banyak lemak sehat yang kita butuhkan, dibandingkan dengan minyak kelapa. Lemak sehat ini termasuk rantai ganda asam lemak tidak jenuh dan rantai tunggal asam lemak tidak jenuh.

Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kemampuan minyak zaitun menekan kadar LDL sebagai kolesterol buruk, memperbaiki hiperlipidemia (kadar kolesterol,total dan trigliserida tinggi), dan mencegah hipertensi, menurut sebuah studi. Konsumsi minyak zaitun secara teratur juga sanggup mencegah terjadinya stroke.

Tak hanya mencegah penyakit kardiovaskular, minyak zaitun juga dipercaya sanggup membantu mengatasi kondisi lain mirip menekan risiko kanker payudara, radang pankreas akut, gangguan hati, dan peradangan usus. Minyak ini juga kemungkinan mendukung kesehatan mental dengan menekan depresi, sekaligus mencegah perkembangan penyakit Alzheimer atau kepikunan.

Untuk menerima banyak manfaat dari minyak zaitun, dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua sendok makan atau sekitar 23 gram setiap hari. Tambahkan minyak zaitun ketika menumis sayur , adonan salad, atau memoles daging sebagai pengganti mentega.

Penting untuk menentukan minyak yang sempurna dengan mempertimbangkan kandungan nutrisinya. Saat membeli, baca label kemasan dengan seksama. Jika mempunyai kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau jago gizi untuk saran terbaik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.