Mengenal Sindrom Geriatri Serta Penanganannya pada Lanjut Usia

0
11
Mengenal Sindrom Geriatri Serta Penanganannya Pada Lanjut Usia Alodokter
Mengenal Sindrom Geriatri Serta Penanganannya Pada Lanjut Usia Alodokter

Sindrom geriatri yaitu serangkaian kondisi klinis pada orang berusia lanjut (lansia) yang sanggup berdampak pada penurunan kualitas hidup, kecacatan, bahkan risiko kematian.

Sindrom geriatri yaitu kondisi yang disebabkan oleh banyak sekali faktor serta melibatkan banyak penggalan tubuh. Empat faktor risiko yang umum terdapat pada sindrom geriatri antara lain: usia lanjut, gangguan fungsi kognitif, gangguan menjalani kegiatan sehari-hari dan gangguan mobilitas.

Macam-Macam Sindrom Geriatri pada Lansia

Hingga kini, pengertian yang terang mengenai sindrom geriatri masih sulit untuk dipahami. Adapun kondisi yang termasuk sebagai penggalan dari sindrom geriatri umumnya meliputi:

Delirium.
Demensia.
Risiko terjatuh.
Lemah.
Pusing.
Inkontinensia urine.
Malnutrisi atau kurang gizi.
Gangguan indera pendengaran dan penglihatan.
Gangguan tidur.
Susah makan.
Osteopenia (penurunan kepadatan tulang) atau osteoporosis.
Penanganan dan Perawatan Sindrom Geriatri pada Lansia

Ada bermacam-macam perawatan yang tersedia untuk menangani sindrom geriatri sesuai dengan kondisi penyertanya, yaitu:

Inkontinensia urine. Lansia dengan kondisi ini disarankan mengurangi konsumsi kopi, minuman beralkohol, dan hindari merokok. Inkontinensia urine umumnya sanggup ditangani dengan tunjangan obat-obatan, alat bantu medis, terapi intervensi, stimulasi listrik ke beberapa saraf, latihan kandung kemih, serta melatih otot panggul bawah dengan senam kegel. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.
Gangguan tidur. Kondisi ini sanggup memengaruhi kualitas hidup dan memengaruhi kondisi kesehatan lansia. Gangguan tidur bisa ditangani dengan terapi sikap kognitif (CBT) dan obat resep dokter.
Delirium. Merupakan kondisi darurat medis berupa kebingungan parah yang terjadi secara tiba-tiba. Lansia dengan sindrom geriatri yang mengalami delirium perlu menerima observasi ketat di rumah sakit. Pengobatan delirium dilakukan dengan menangani penyebab yang memicu munculnya delirium. Terapi pada delirium bertujuan untuk memastikan keamanan serta stabilisasi kondisi medis dan psikologis lansia.
Demensia. Lansia dengan demensia perlu menerima penanganan yang komprehensif. Kondisi ini sanggup ditangani dengan beberapa jenis obat sesuai resep dokter mirip acetylcholinesterase inhibitors, memantine, antipsikotik, dan antidepresan. Suplemen vitamin E, asam folat dan omega 3 dipercaya sanggup membantu menekan risiko seseorang terjangkit demensia, namun belum terdapat bukti berpengaruh untuk mendukung efektivitasnya. Pengobatan demensia juga bisa dilakukan dengan terapi psikologis, terapi perilaku, terapi okupasi, serta terapi stimulasi dan rehabilitasi kognitif.
Terjatuh. Cedera serius pada lansia seringkali disebabkan oleh terjatuh. Lansia dengan sindrom geriatri yang kerap terjatuh, penanganan terbaiknya yaitu dengan berkonsultasi ke dokter terkait penyebab dan langkah-langkah penanganan yang tepat. Ada banyak perawatan, mirip olahraga dan fisioterapi, yang bisa membantu meningkatkan kemampuan berjalan pasien dan mencegah jatuh. Mengonsumsi vitamin D dan kalsium untuk menjaga kekuatan tulang juga penting pada lansia yang berisiko tinggi jatuh.
Osteoporosis. Lansia perlu menjalani investigasi kesehatan rutin, termasuk investigasi tulang. Osteoporosis pada lansia bisa diatasi dengan meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D, serta pengobatan dari dokter. Aktivitas fisik mirip latihan kekuatan dan latihan beban penting untuk menjaga kesehatan tulang. Keluarga atau orang yang merawat lansia perlu memerhatikan keamanan dan kegiatan lansia untuk meminimalisir risiko jatuh atau cedera.
Selain faktor genetik, faktor lingkungan sampai status sosial ekonomi juga memengaruhi dilema kesehatan pada lansia. Faktor lingkungan mempunyai efek penting dalam penerapan gaya hidup sehat. Menerapkan contoh hidup sehat dengan nutrisi seimbang, olaharaga teratur, dan tidak merokok sanggup mengurangi risiko terkena penyakit serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang merujuk pada sindrom geriatri, segeralah temui dokter penyakit dalam konsultan geriatri atau klinik geriatri terpadu terdekat untuk menerima penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Berencana Diet? Jangan Bilang-bilang ke Teman kalau Mau Berhasil! Ini 5 Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.