Manfaat Omega-3: Mitos atau Fakta?

0
26
Manfaat Omega 3 Mitos Atau Fakta Alodokter
Manfaat Omega 3 Mitos Atau Fakta Alodokter

Omega-3 sering disebut sebagai materi super yang kaya dengan manfaat. Sehingga banyak perusahaan obat dan pelengkap di pasaran yang mengklaim bahwa produknya mengandung omega-3, kemudian dijual dengan harga mahal. Hanya saja tidak semua hal yang diklaim sebagai manfaat omega-3 tersebut telah teruji secara klinis.

Minyak ikan yang dijual di pasaran umumnya mengandung dua jenis omega 3, yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA). Selain dua zat tersebut, dikenal pula asam alfa-linolenat (ALA) yang akan diproses tubuh menjadi asam lemak omega-3. Selain dari pelengkap minyak ikan, omega-3 juga sanggup diperoleh dari kuning telur dan beberapa jenis minyak sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian. Asupan kuliner tersebut banyak dikonsumsi pada contoh makan khusus yang disebut diet Mediterania.

Menguak Fakta Manfaat Omega-3

Bahan kuliner dan pelengkap yang mengandung omega-3 sering dipercaya menjadi sumber yang membantu melawan gangguan kesehatan, mirip penyakit jantung, mencegah demensia, serta berperan penting dalam perkembangan janin.

Namun beberapa penelitian yang menyimpulkan hal di atas, tidak dijalankan dengan prosedur yang tepat. Misalnya jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat dan waktu pengamatan yang terlalu singkat.

Berikut ini yaitu beberapa klaim dan fakta mengenai omega-3.

Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
Serangkaian penelitian menemukan, kaitan konsumsi ikan yang mengandung minyak ikan tinggi, memang sanggup mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta mengurangi risiko stroke. Selain itu, konsumsi materi kuliner yang mengandung asam lemak omega-3 secara rutin sanggup membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah.

Mengurangi risiko kanker
Belum ada bukti berpengaruh yang memperlihatkan bahwa omega-3 sanggup mengurangi risiko kanker. Sebuah penelitian justru memperlihatkan hal sebaliknya. Konsumsi pelengkap omega-3 justru meningkatkan risiko kanker prostat mencapai 70 persen. Penelitian lain belum sanggup memastikan konsumsi pelengkap omega-3 benar-benar sanggup bermanfaat bagi pengidap kanker stadium lanjut atau tidak, terutama dalam meningkatkan nafsu makan dan membantu menaikkan berat badan.

Membantu mencegah demensia
Demensia atau gangguan daya ingat, daya berpikir, dan cara berperilaku diklaim sanggup dicegah dengan pemberian konsumsi omega-3. Namun faktanya penelitian menemukan bahwa konsumsi pelengkap omega-3 ternyata tidak mendatangkan manfaat tersebut pada lansia. Penelitian lain juga menemukan bahwa omega-3 tidak menawarkan imbas signifikan terhadap daya ingat dan daya kognitif.

BACA JUGA:  Trik Melawan Ketidaknyamanan yang Muncul di Kehamilan Trimester Ketiga

Menjaga kesehatan indera penglihatan
Penelitian pada tahun 2010 menemukan bahwa mengonsumsi ikan yang berkadar minyak tinggi setidaknya dua kali dalam seminggu sanggup mengurangi risiko degenerasi makula (daerah di belakang retina) alasannya yaitu faktor usia. Meski demikian, bukti penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

Meredakan peradangan pada artritis
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi minyak ikan secara teratur selama 3 bulan sanggup mengurangi nyeri sendi pada penderita artritis. Selain itu, konsumsi minyak ikan juga ditengarai bisa berdampak terhadap system kekebalan tubuh penderita rheumatoid arthritis. Hanya saja, perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait hal ini.

Mengurangi risiko depresi
Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa asam lemak omega-3 sanggup membantu mengurangi tanda-tanda depresi pada wanita. Namun, seberapa signifikan efeknya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Risiko di Balik Omega-3
Selain sebagian klaim yang ternyata belum terbukti kuat, konsumsi omega-3 sesungguhnya juga mengundang risiko sebagai berikut:

Konsumsi omega-3 dalam jumlah yang tinggi sanggup meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu pembuluh darah pecah di dalam otak.
Seseorang yang berisiko terkena kanker usus besar harus membatasi konsumsi omega-3 atau minyak ikan secara hati-hati. Sebab, konsumsi yang berlebih sanggup meningkatkan risiko terkena kanker usus besar.
Konsumsi omega-3 dalam jumlah besar sanggup memicu terjadi toksisitas vitamin A dan D.
Bayi, perempuan hamil, dan menyusui, disarankan untuk membatasi konsumsi ikan yang mengandung omega-3. Sebab, kandungan merkuri di dalam ikan tersebut bisa membahayakan kesehatan. Untuk menerima manfaat dari konsumsi ikan yang mengandung omega-3, lebih disarankan untuk mengonsumsi ikan kakap merah, marlin dan tuna segar.
Secara umum, omega-3 memang mempunyai sejumlah manfaat yang menyehatkan tubuh. Namun tidak semua khasiat yang sering dipublikasikan benar adanya. Lebih baik memperoleh omega-3 dari materi kuliner alami dengan kadar yang tidak berlebihan. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai konsumsi pelengkap omega-3, terutama kalau Anda mempunyai kondisi kesehatan khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.