Dehidrasi Berat Jangan Diremehkan, Pahami Gejala dan Risikonya

0
22
Desert Woman Thirsty Dehydrated In Death Valley
Desert Woman Thirsty Dehydrated In Death Valley

Dehidrasi berat terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah banyak dibandingkan cairan yang masuk. Kondisi ini umumnya mampu dikenali dari rasa sangat haus dan tubuh terasa lemas. Jangan pernah meremehkan kehilangan cairan tubuh berat, lantaran mampu memicu kondisi yang membahayakan tubuh Anda.

Secara umum, air mempunyai tugas yang sangat penting bagi tubuh, antara lain untuk memperlancar pencernaan, membuang zat sisa dan toksin, membasahi mata dan sendi, serta menjaga kesehatan kulit. Jika tubuh Anda kekurangan banyak cairan dan mengalami kehilangan cairan tubuh berat, organ-organ tubuh Anda tidak akan berfungsi dengan baik.

Mengenali Gejala Dehidrasi Berat
Dehidrasi dan kehilangan cairan tubuh berat mampu dialami siapa saja. Terutama orang-orang yang mengonsumsi air minum lebih sedikit dibanding cairan yang diperlukan tubuh. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, lingkungan, dan acara yang dilakukan.

Selain lantaran jarang minum, kehilangan cairan tubuh berat mampu disebabkan oleh beberapa hal, antara lain lantaran penyakit diare, diabetes, mengonsumsi banyak alkohol, mengeluarkan banyak keringat lantaran demam, olahraga, atau bekerja dalam cuaca yang panas.

Dehidrasi berat umumnya ditandai rasa sangat haus. Meski demikian, rasa haus tidak selalu mampu menjadi patokan. Misalnya, lanjut usia (lansia) biasanya tidak merasa haus meski tubuhnya sudah mengalami dehidrasi. Untuk itu penting untuk memerhatikan gejala-gejala kehilangan cairan tubuh berat lain, seperti:

Merasa pusing dan kebingungan.
Merasa lemas, lelah, dan ingin pingsan.
Frekuensi berkemih yang sangat jarang dan urine berwarna gelap.
Dehidrasi pada bayi dan anak, kemungkinan mempunyai tanda-tanda yang berbeda. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi, mirip lisan dan pengecap kering, menangis tanpa air mata, popok bayi tidak lembap oleh urine lebih dari tiga jam, lesu atau rewel. Selain itu, di kepingan mata dan pipi, serta ubun-ubun anak yang mengalami dehidrasi, mampu nampak cekung.

BACA JUGA:  Beragam Obat Batuk Alami Sederhana yang Praktis Didapat

Risiko yang Mengancam Akibat Dehidrasi Berat
Ketika mengalami kehilangan cairan tubuh ringan, Anda cukup mengonsumsi air minum biar kebutuhan cairan dalam tubuh mampu terpenuhi. Namun kalau kehilangan cairan tubuh berat yang Anda alami, kemungkinan Anda harus menerima penanganan medis di rumah sakit. Tim medis akan menawarkan asupan cairan lewat infus.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kehilangan cairan tubuh berat mampu memicu sejumlah kondisi dan duduk perkara kesehatan, antara lain:

Kejang
Ketika kadar elektrolit di dalam tubuh tidak seimbang, kontraksi otot mampu terjadi dan seseorang akan mengalami kejang-kejang dan terkadang hilang kesadaran.
Cedera akhir cuaca panas
Kondisi ini terjadi lantaran berkeringat banyak akhir melaksanakan acara berat tetapi tidak disertai asupan cairan yang cukup. Gejalanya bervariasi mulai dari kejang ringan akhir udara panas hingga sengatan panas.
Gangguan ginjal
Dehidrasi yang terjadi secara berulang dan berkepanjangan mampu menjadikan watu ginjal, bisul terusan kemih, hingga gagal ginjal.
Syok hipovolemik
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah dan kadar oksigen di dalam tubuh menurun akhir volume darah yang kurang. Kondisi ini sangat berbahaya lantaran mampu mengancam jiwa.
Hindari kehilangan cairan tubuh dengan mengonsumsi air minum yang banyak sebelum, selama dan sehabis melaksanakan aktivitas. Bila perlu, tambah konsumsi air minum dikala melaksanakan banyak acara berat di ruang terbuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.