Penyebab Buang Air Besar Berlendir dan Penanganannya

0
23
Penyebab Buang Air Besar Berlendir Dan Penanganannya Alodokter
Penyebab Buang Air Besar Berlendir Dan Penanganannya Alodokter

Buang air besar berlendir bukanlah kasus yang harus dikhawatirkan kalau jumlah lendirnya tidak banyak atau tidak disertai keluhan lain. Akan tetapi, kalau jumlah lendir dikala BAB meningkat atau disertai adanya darah, maka mampu jadi Anda mengalami gangguan pencernaan.

Tubuh yang sehat rata-rata mampu menghasilkan 1-1,5 liter lendir setiap hari. Lendir ini mampu ditemukan pada banyak sekali kepingan tubuh, mirip lapisan dalam hidung, tenggorokan, mata, telinga, mulut, sampai usus.

Dalam keadaan normal, lendir dikala buang air besar berjumlah sedikit, berwarna jernih atau sedikit kekuningan, dan sering kali Anda tidak menyadarinya sebab lendir dalam akses cerna yakni hal yang normal.

Fungsi Lendir di Dalam Tubuh
Ada banyak fungsi lendir dalam tubuh kita, di antaranya:

Melindungi dan melumasi jaringan serta organ tubuh.
Menangkap dan mengeluarkan bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit dari dalam tubuh.
Melindungi akses cerna dari asam lambung dan cairan berbahaya lainnya.
Membantu kuliner dan fesesagar mampu melewati usus dengan lancar.
Meski memang secara normal berada di dalam usus, Anda tetap perlu waspada kalau lendir yang ikut keluar dari akses cerna dikala BAB berjumlah sangat banyak atau disertai keluhan lain, mirip BAB berdarah, nyeri perut, dan diare. Hal tersebut mampu menjadi membuktikan Anda mengalami gangguan pencernaan.

Penyebab Buang Air Besar Berlendir
Ada beberapa penyakit yang mampu menimbulkan BAB berlendir banyak, yaitu:

  1. Radang usus
    Penyakit radang usus, mirip kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, mampu menimbulkan BAB berlendir dalam jumlah yang banyak.

Penyakit kolitis ulseratif bisamenimbulkan luka di dinding usus besar sampai menimbulkan tinja bercampur darah.

Sedangkan penyakit Crohn menimbulkan terjadinya peradangan yang lebih luas pada dinding akses cerna, termasuk di lisan dan anus.

  1. Infeksi
    infeksi virus, bakteri, atau benalu yang menimbulkan keracunan kuliner mampu menciptakan Anda mengalami diare. Infeksi pada akses cerna ini mampu menciptakan usus meradang, sehingga lendir akan meningkat jumlahnya ketika buang air besar.
  2. Irritable bowel syndrome (IBS)
    Irritable bowel syndrome (IBS) yakni penyakit yang menyerang usus dalam waktu yang cukup usang dan mampu kambuh kapan saja. Penyebab penyakit ini tidak diketahui, namun diduga sebab adanya kelainan saraf usus atau usus yang terlalu sensitif.
BACA JUGA:  Makan Pedas Bukan Solusi Untuk Atasi Susah BAB

Penyakit ini mampu menjadikan rasa tidak nyaman di perut atau mulas, perut kembung, BAB menjadi lebih sering atau jarang dari biasanya, sampai tinja berlendir dikala buang air besar.

  1. Malabsorbsi makanan
    Malabsorbsi kuliner yakni problem pencernaan di mana akses cerna tidak mampu menyerap nutrisi dan cairan dari kuliner atau minuman yang dikonsumsi. Gejala gangguan ini mampu berupa penurunan berat badan, kulit kering dan kemerahan, serta buang air besar berlendir dan tinja bertekstur lengket.
  2. Kanker usus besar
    Kanker usus besar umumnya mempunyai tanda-tanda buang air besar berdarah, nyeri perut, dan penurunan berat badan. Selain itu, tinja penderita penyakit ini juga biasanya mengalami perubahan bentuk, warna, dan berlendir.

Penanganan Buang Air Besar Berlendir
Untuk menangani lendir berlebih dikala buang air besar, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk memilih penyebabnya. Dalam memastikan diagnosis penyebab BAB berlendir, selain investigasi fisik, dokter akan melaksanakan investigasi penunjang,

seperti:

Tes darah.
Analisis tinja.
Tes urine.
Kolonoskopi dan endoskopi.
Tes pencitraan, mirip foto Rontgen, MRI, USG, dan CT scan akses cerna.
Setelah didapatkan hasil pemeriksaannya, dokter akan menunjukkan pengobatan sesuai diagnosis penyakit yang menimbulkan BAB berlendir.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk melaksanakan perubahan gaya hidup, seperti:

Banyak minum air biar tidak mengalami kehilangan cairan tubuh dan sembelit.
Mengonsumsi kuliner yang kaya prebiotik dan probiotik, contohnya buah-buahan dan sayuran. Bila perlu, Anda mampu mengonsumsi pemanis yang mengandung probiotik, mirip Bifidobacterium atau Lactobacillus.
Menghindari kuliner yang menimbulkan radang atau iritasi akses cerna, mirip kuliner yang asam, pedas, atau mengandung alkohol.
Mengonsumsi kuliner yang bersih, sehat, dan bergizi seimbang.
Penanganan buang air besar berlendir sangat bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Jika Anda mengalami peningkatan lendir dalam tinja, terutama yang bercampur darah atau nanah, segera periksakan diri ke dokter untuk menerima penanganan yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.