Lima Kondisi Pengacau Kelenjar Ludah

0
23
Lima Kondisi Pengacau Kelenjar Ludah Alodokter
Lima Kondisi Pengacau Kelenjar Ludah Alodokter

Kelenjar ludah berfungsi untuk menghasilkan air liur. Kelenjar ini mempunyai peranan penting, yaitu untuk melumasi verbal biar tidak kering, membantu menelan, melindungi gigi dari bakteri, dan juga membantu pencernaan makanan. Karena peranannya yang penting, maka kesehatan kelenjar ludah harus dijaga biar terhindar dari bermacam-macam gangguan.

Kelenjar ludah utama terdiri dari tiga pasang, yaitu kelenjar parotis (di antara pangkal rahang dan telinga), sublingual (di dasar verbal dan bawah lidah), dan submandibular (di bawah lekuk rahang). Selain ketiga pasang kelenjar ludah utama, terdapat juga kelenjar liur kecil yang tersebar di bibir, lapisan dalam pipi, hidung, rongga sinus, dan tenggorokan. Kelenjar minor ini berukuran sangat kecil sehingga hanya mampu terlihat dengan mikroskop.

Banyak problem yang mampu mengganggu fungsi kelenjar ludah dan menghalangi jalan masuk ludah sampai menimbulkan air liur tidak mampu mengalir ke rongga mulut. Padahal, air liur mempunyai peranan yang penting mirip yang telah dipaparkan di atas.

Gangguan pada Kelenjar Ludah
Ketika jalan masuk atau kelenjar ludah bermasalah, akan muncul gejala berupa verbal kering, demam, nyeri, kelenjar ludah membengkak, dan ludah terasa tidak enak. Beberapa gangguan kelenjar ludah yang mampu terjadi antara lain:

Infeksi virus dan bakteri
Infeksi virus mirip gondongan, flu, Epstein-Barr (EBV), cytomegalovirus (CMV), coxsackievirus, dan HIV mampu mengakibatkan pembengkakan pada kelenjar ludah. Gejala terjadinya infeksi virus pada kelenjar ludah antara lain ialah demam, nyeri otot, nyeri sendi, kedua pipi bengkak, dan sakit kepala. Namun, infeksi yang paling sering menyerang kelenjar parotis ialah infeksi bakteri. Gejalanya berupa demam, nyeri, dan abuh pada salah satu sisi pipi.
Batu di kelenjar ludah (sialoliths)
Ini ialah penyebab umum kelenjar ludah membengkak. Karena air liur terus-menerus mengalir dari kelenjar ludah ke dalam mulut, terkadang zat yang terkandung dalam air liur (seperti kalsium) mampu terkristalisasi, sampai membentuk watu kecil berukuran 1 mm sampai beberapa sentimeter. Batu ini mampu menyumbat ajaran air liur ke mulut, lalu menciptakan kelenjar ludah abuh dan nyeri. Batu yang yang sudah menyumbat total akan mengakibatkan nyeri yang tajam dan mendadak sesudah makan. Sumbatan pada jalan masuk kelenjar ludah ini juga berpotensi mengakibatkan infeksi.
Infeksi kelenjar ludah (sialadenitis)
Jika ajaran air liur ke dalam verbal terhambat, mampu timbul infeksi kuman pada kelenjar ludah yang bersifat lokal. Infeksi ini menciptakan kelenjar membengkak, menimbulkan benjolan di lapisan kulit di atasnya, dan mengeluarkan nanah yang berbau busuk ke rongga mulut. Selain itu, muncul demam, nyeri yang luar biasa pada kelenjar ludah, dan kesudahannya akan terbentuk abses. Sialadenitis memang lebih sering terjadi pada orang sampaumur yang mempunyai watu di kelenjar ludah, namun tak menutup kemungkinan dialami juga oleh bayi pada beberapa ahad pertama kelahiran.
Sindrom Sjögren
Sindrom Sjögren ialah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan badan menyerang kelenjar yang mengeluarkan cairan, mirip kelenjar ludah dan air mata. Sekitar setengah dari penderita sindrom Sjögren juga mengalami pembesaran kelenjar ludah di kedua sisi mulut. Namun, pembengkakan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika menyerang kelenjar ludah, sindrom Sjögren akan mengakibatkan verbal kering, muncul penyakit gusi, gigi rusak, sulit mengunyah dan menelan, batuk kering, bunyi serak, infeksi jamur dalam mulut, dan sulit berbicara.
Kista
Kista mampu terbentuk di kelenjar ludah kalau terdapat luka, infeksi, tumor, atau watu yang menghalangi ajaran air liur. Namun, ada juga orang yang dilahirkan dengan dengan kista di kelenjar parotis Ini ialah akhir gangguan perkembangan telinga. Kista kelenjar ludah mampu mengakibatkan kesulitan makan, berbicara, dan menelan, serta lendir kuning yang mengalir keluar dari kelenjar ludah apabila kista pecah.
Kesehatan kelenjar ludah mampu dijaga dengan rutin merawat kesehatan gigi dan mulut. Oleh alasannya itu, cegah gangguan kelenjar ludah dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari. Jangan lupa, gunakan juga benang gigi untuk membersihkan sisa masakan di sela-sela gigi.

BACA JUGA:  Si Kecil Terkena Cakaran Kucing? Ini Cara Menanganinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.