Benarkah Gemuk Setelah Menikah Merupakan Tanda Bahagia?

0
30
Benarkah Gemuk Setelah Menikah Merupakan Tanda Bahagia Alodokter
Benarkah Gemuk Setelah Menikah Merupakan Tanda Bahagia Alodokter

Apakah kau pernah memperhatikan bahwa teman-temanmu yang sudah menikah biasanya akan jadi lebih gemuk? Atau, mungkin kau sendiri juga mengalaminya? Ada yang menyampaikan bahwa ini ialah tanda bahagia. Betulkah begitu?

Semakin bertambahnya usia, berat tubuh memang lebih gampang naik. Umumnya kenaikan yang terjadi berkisar 3-4 kg dibandingkan ketika melajang. Penelitian menawarkan bahwa semakin senang seseorang sehabis menikah, maka kemungkinannya mengalami kenaikan berat tubuh akan semakin besar.

Alasan Kamu dan Pasangan Gemuk Setelah Menikah
Sejumlah alasan berikut diduga menjadi faktor yang meningkatkan risiko gemuk sehabis menikah:

  1. Tidak peduli lagi wacana penampilan
    Survei menawarkan bahwa orang yang sudah menikah tidak lagi merasa perlu untuk menjaga penampilan terbaiknya. Hal ini alasannya mereka sudah merasa nyaman dengan pasangannya dan tak lagi merasa perlu menjaga penampilan untuk menarik lawan jenis.

Nah, hal ini akan kuat juga ketika pemilihan makanan. Orang yang sudah menikah akan cenderung makan sesukanya, dan kurang peduli dengan jumlah kalori ataupun lemak pada sajian masakan yang dikonsumsi. Hal ini akan meningkatkan risiko bertambahnya berat tubuh sehabis menikah.

  1. Lebih sering makan di luar rumah
    Pasangan menikah cenderung tidak terlalu selektif dalam menentukan makanan. Sekitar 30% pasangan juga mempunyai kecenderungan untuk lebih sering makan di luar, memesan makanan, dan makan dengan porsi lebih besar.

Alasannya, bagi banyak pasangan, makan dan membuatkan sajian bersama sering menjadi acara favorit untuk membangun ikatan satu sama lain. Sehingga tanpa disadari, frekuensi dan jumlah masakan yang dikonsumsi ketika sudah menikah cenderung meningkat.

Dampak kebiasaan ini akan lebih terasa pada wanita, alasannya perempuan mempunyai metabolisme dan kebutuhan kalori yang lebih rendah daripada pria. Jadi, walaupun frekuensi dan porsi makannya sama dengan suami, istri biasanya akan lebih cepat gemuk.

  1. Lebih malas berolahraga
    Banyak pasangan yang sudah menikah lebih suka duduk dan menonton televisi bersama. Menonton program dan film favorit bersama memang bisa semakin membangun kedekatan, namun kebiasaan ini juga bisa menciptakan kalian menjadi lebih malas berolahraga. Selain itu, ketika menonton TV bersama, kemungkinan untuk ngemil secara berlebihan juga akan lebih besar.

Jadi masuk akal kan, kebiasaan ini menciptakan kau dan pasangan jadi lebih gampang gemuk sehabis menikah?

  1. Mengikuti kebiasaan tak sehat pasangan
    Dalam pernikahan, suami yang gemuk atau istri yang gemuk sanggup saling memengaruhi. Misalnya, bila pasanganmu mempunyai kebiasaan suka makan larut malam, begadang, atau malas berolahraga, lama-kelamaan kau mungkin juga akan melakukannya. Padahal kebiasaan ini bisa membuatmu ikut mengalami kelebihan berat tubuh dan menjadi gemuk.
BACA JUGA:  Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Tips Mencegah Kenaikan Berat Badan Setelah Menikah
Meski kenaikan berat tubuh sering dikaitkan dengan kebahagiaan sehabis menikah, namun bila kenaikan berat tubuh mengakibatkan kegemukan, maka tidak baik juga untuk kesehatan. Nah, oleh karenanya, kau dan pasangan perlu melaksanakan beberapa hal-hal berikut:

Atur jadwal olahraga bersama
Kamu dan pasangan bisa mengatur jadwal olahraga bersama dan mematuhinya. Bila sangat malas, trik “hukuman dan hadiah” mungkin bisa dicoba. Misalnya, harus jogging minimal 15 menit setiap pagi, dan bagi yang melanggar, diberikan eksekusi untuk memasak makan malam.”

Bila pasangan tetap tidak mau berolahraga, mungkin kau bisa mulai dari acara yang ia sukai. Misalnya, pasangan mungkin tidak suka jogging tapi suka jalan-jalan santai. Nah, kau bisa mengajaknya jalan kalem di sekitar rumah setiap pagi.

Kurangi frekuensi makan di luar
Sajian restoran yang lebih tinggi lemak dan garam bisa memicu kenaikan berat badan. Jadi, kau dan pasangan harus setuju untuk mengurangi frekuensi makan di luar atau pesan masakan dari luar.

Biasakan untuk makan kuliner sendiri di rumah. Bila sulit, kau bisa mengajak pasangan masak bersama. Selain meringankan beban, masak bersama pasangan juga bisa mendekatkan relasi kalian, lho.

Bila kau tidak bisa memasak, jangan ragu untuk mengikuti kelas masak bersama. Kegiatan ini sanggup meningkatkan kemampuan memasakmu, sekaligus membangun ikatan dengan pasangan.

Tetap menjadi eksklusif yang independen
Kamu memang sudah mempunyai pasangan hidup, tapi bukan berarti harus melaksanakan segala sesuatu bersama. Bila jadwal olahraga kalian tidak cocok, bukan berarti kau jadi tidak berolahraga. Bila ia selalu makan larut malam, bukan berarti kau juga harus makan larut malam.

Kamu tetap harus bisa menerapkan contoh hidup sehat secara mandiri. Kebiasaan sehat juga bisa menular, lho. Mungkin saja alasannya kau rajin makan sayur, pasangan juga akan jadi suka makan sayur.

Setelah menikah, kau mungkin akan berisiko mengalami peningkatan berat badan. Namun, jangan hingga gemuk dan kelebihan berat tubuh ini menjadikan gangguan kesehatan pada dirimu dan pasanganmu. Sebisa mungkin tetap miliki contoh hidup sehat walaupun kau sudah menikah, dan jagalah berat tubuh ideal. Jika perlu, kau bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai contoh makan dan olahraga yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.