5 Gangguan yang Dialami Kalau Sering Makan & Minum Sambil Jalan

0
37
Photo 1524678516592 B3fbf8938717 8603f490bcafe6773c34ecf67ba6aba9 600x400
Photo 1524678516592 B3fbf8938717 8603f490bcafe6773c34ecf67ba6aba9 600x400

Saat makan atau minum, kita sering mendapat proposal untuk duduk dengan tenang. Bukan hanya larangan berdiri, makan dan minum sambil jalan-jalan pun menjadi salah satu pantangan. Dengan alasan kesopanan, orangtua kita sering mengatakannya berulang kali biar kita selalu mengingatnya.

Akan tetapi, selain alasan kesopanan ternyata larangan tadi juga mempunyai dampak yang besar untuk kesehatan badan kita. Berikut ini beberapa gangguan yang akan dialami kalau sering makan dan minum sambil jalan.

  1. Masalah asam lambung

Seperti yang sudah kita ketahui, kuliner atau minuman yang dikonsumsi akan melalui tahapan-tahapan dalam proses pencernaan. Mulai dari mulut, kerongkongan, hingga menuju lambung dan berakhir di usus besar. Satu fase awal sehabis kuliner ditelan dan melewati tenggorokan, otot di dasar kerongkongan akan menutup untuk menghalangi isi lambung naik.

Saat kita makan sambil jalan, proses menutup dari otot tadi menjadi tidak tepat dan berakibat pada naiknya asam lambung. Hal inilah yang kemudian memicu gangguan di lambung mirip nyeri di ulu hati hingga radang di tenggorokan.

  1. Proses pencernaan terganggu

Bukan hanya gangguan di lambung, proses pencernaan pun pada kesannya akan terganggu akhir kebiasaan makan sambil jalan. Pemecahan komponen kuliner menjadi partikel kecil biar gampang diserap usus tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya, sari-sari kuliner tidak akan diserap oleh badan melalui pembuluh darah. Gangguan ini pada kesannya berimbas pada badan dengan munculnya rasa mual. Tidak hanya itu, badan pun akan jadi lemas lantaran kekurangan energi meski kita sudah selesai makan.

  1. Kembung

Kondisi asam lambung yang mulai naik hingga menjadikan rasa mual pada kesannya akan mengganggu kerja otot dalam sistem pencernaan. Ketika kerja sistem pencernaan terganggu, diameter di area perut sangat mungkin jadi meningkat. Biasanya kita akan menyebut kondisi ini dengan gangguan perut kembung. Gangguan ini disertai tanda-tanda sakit perut, begah, dan perasaan tidak nyaman.

  1. Bolak-balik ke kamar mandi
BACA JUGA:  Wajib Tahu, Ternyata Manfaat Pisang Berbeda Tergantung Tingkat Kematangan

Tidak berbeda dengan makan, minum sambil bangkit atau beraktivitas juga akan mengganggu pencernaan kita. Yang sering terjadi yaitu meningkatnya kerja sekresi akhir pergerakan otot kandung kemih yang di luar kendali hingga kita jadi lebih sering ke toilet untuk buang air kecil.

Belum lagi kalau asupan yang kita minum mengandung kafein yang tinggi mirip teh dan kopi, maka kerja sistem sekresi jadi semakin banyak dan meningkat pula impian buang air kecil.

  1. Keinginan makan jadi bertambah banyak

Tanpa disadari, efek makan sambil jalan atau beraktivitas akan memberi dampak pada jumlah asupan yang dikonsumsi. Hal ini terjadi lantaran ketika bergerak, kita cenderung melahap kuliner secara lebih cepat. Padahal, otak membutuhkan jeda waktu untuk mendapatkan sinyal kenyang dan merespon dengan menghentikan makan.

Jeda waktu yang diharapkan ini akan hilang ketika kita makan dengan cepat. Akibatnya, kita akan semakin banyak makan lantaran tidak mendapat perintah berhenti makan lantaran sudah kenyang.

Nah, itu tadi beberapa gangguan badan yang akan dialami kalau kita makan dan minum sambil jalan-jalan. Jika sudah tahu efek negatifnya, apa masih mau makan dan minum sambil jalan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.