Alasan Bumil Tidak Perlu Takut Persalinan

0
16
Takut Menghadapi Persalinan Ini Trik Mengatasinya Alodokter
Takut Menghadapi Persalinan Ini Trik Mengatasinya Alodokter

Takut persalinan merupakan hal yang masuk akal dialami perempuan hamil, khususnya perempuan yang hamil untuk pertama kali. Hal ini mampu dirasakan alasannya ialah ibu hamil belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya. Padahal kenyataannya, persalinan tidaklah semengerikan itu.

Setelah kurang lebih 9 bulan lamanya menjaga janin di dalam kandungan, kesudahannya datang juga saatnya Bumil menghadapi persalinan. Di ketika menjelang bersalin, Bumil mungkin akan mencicipi perasaan yang campur aduk, mulai dari penasaran, senang alasannya ialah ingin segera bertemu Si Kecil, hingga takut menghadapi persalinan.

Acuhkan Semua Takut Persalinan yang Pernah Bumil Dengar
Dari semua info terkait persalinan yang Bumil dengar, belum tentu semuanya benar adanya. Jika beberapa hal tersebut menciptakan Bumil takut, coba konsultasikan lebih lanjut ke dokter atau bidan untuk mendapatkan kepastiannya.

Namun tak mampu dipungkiri, banyak perempuan hamil yang merasa tidak nyaman atau takut ketika memikirkan wacana persalinan akhir beberapa hal berikut ini:

  1. Tidak mampu menahan rasa sakit
    Proses melahirkan memang mampu menjadikan rasa sakit. Tapi, Bumil tidak perlu khawatir alasannya ialah badan mampu mengatasi hal tersebut, kok. Lagipula, bila merasa tidak kuasa menahan rasa sakit, Bumil mampu melaksanakan beberapa hal untuk mengurangi penderitaan tersebut.

Cara-cara yang mampu ditempuh untuk mengatasi rasa sakit tersebut ialah mengatur pernasapan, mengejan ketika dipandu oleh bidan atau dokter, hingga mendapatkan obat bius untuk mengurangi nyeri.

  1. Vagina robek atau episiotomi
    Jika Bumil melahirkan secara normal, kerobekan vagina kemungkinan besar akan terjadi, apalagi bila ini pengalaman pertama Bumil menjalani persalinan. Namun, tidak perlu khawatir, kebanyakan masalah vagina robek yang terjadi tidaklah begitu parah.

Tak hingga disitu, dokter juga akan membantu Bumil memulihkan luka akhir persalinan dan meringankan rasa sakitnya. Hal itu mampu dilakukan dokter dengan:

Meresepkan obat pereda rasa sakit.
Menyarankan Bumil untuk menunjukkan kompres hangat pada vagina dan perineum.
Memberikan obat pencahar biar Bumil tidak perlu mengejan ketika buang air besar. Obat ini sering diberikan pada perempuan hamil yang mengalami sembelit.
Menganjurkan hal-hal yang harus dihindari, mirip mengangkat beban berat dan berafiliasi seks sesudah melahirkan.

  1. Takut dengan jarum suntik
    Cara paling popular yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit ketika persalinan ialah dengan menyuntikkan obat bius epidural ke punggung bawah ibu hamil. Nah, yang jadi permasalahannya ialah banyak kisah yang menyampaikan bahwa jarum suntik yang digunakan untuk melaksanakan metode ini sangat mengerikan, mirip ukurannya yang sangat besar dan terasa menyakitkan ketika menembus kulit.
BACA JUGA:  Tips Jaga Kebersihan Organ Kewanitaan ketika Menstruasi

Faktanya, Bumil tidak perlu menanggapi kisah tersebut dengan serius. Karena bagi sebagian besar perempuan yang pernah menjalaninya, epidural tidak semengerikan yang dibicarakan banyak orang.

  1. Buang air besar (BAB) di ruang persalinan
    Sebagian ibu hamil bukannya takut alasannya ialah rasa sakit akhir BAB di ruang persalinan. Yang ditakutkan ialah menahan rasa aib yang luar biasa alasannya ialah mengeluarkan tinja di hadapan dokter dan bidan di ruang persalinan.

Ini bukanlah kasus yang sepatutnya Bumil besar-besarkan, alasannya ialah kenyatannya, dokter dan tim medis sama sekali tak pernah mempermasalahkan hal itu. Para dokter dan bidan justru akan lebih fokus untuk memastikan kelancaran persalinan dan mengevaluasi kondisi ibu hamil dan bayi.

Jadi, tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut secara berlebihan, yah.

  1. Meninggal ketika melahirkan
    Bumil mungkin takut alasannya ialah mendengar angka maut ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi. Namun, tetaplah berpikiran positif dan melaksanakan hal-hal yang disarankan selagi hamil. Bumil juga mampu mempelajari apa saja yang diharapkan dalam menghadapi persalinan.

Lagipula, salah satu penyebab maut ibu ketika melahirkan ialah adanya komplikasi yang tidak ditangani dengan cepat dan sempurna alasannya ialah tidak terdeteksi keberadaannya. Contoh komplikasi ini ialah perdarahan sesudah persalinan.

Jadi, selama Bumil melaksanakan investigasi kandungan secara rutin dan persalinan nanti ditangani oleh dokter kandungan yang Bumil percayai, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.