Mengenal Prosedur Cangkok Tulang dan Pelaksanaannya

0
12
Mengenal Prosedur Cangkok Tulang Dan Pelaksanaannya Alodokter
Mengenal Prosedur Cangkok Tulang Dan Pelaksanaannya Alodokter

Transplantasi tulang atau cangkok tulang yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan cara mengisi cuilan tulang yang rusak dengan tulang gres atau tulang pengganti. Cangkok tulang bertujuan untuk memperbaiki dan membentuk kembali tulang yang rusak.

Tulang terdiri atas sel-sel yang berperan penting dalam menjaga keutuhan bentuk tulang. Ketika tulang patah, sel tulang akan tumbuh untuk memperbaiki dan menumbuhkan cuilan tulang yang hilang. Namun kalau kerusakan tulang cukup parah, cangkok tulang perlu dilakukan biar tulang sanggup pulih sepenuhnya.

Dalam melaksanakan cangkok tulang, dokter ortopedi akan memakai tulang yang berasal dari dalam tubuh, mirip tulang rusuk, panggul, atau pergelangan tangan (cangkok autograft). Terkadang cangkok tulang juga memakai jaringan tulang orang lain atau donor (cangkok allograft).

Tujuan dan Indikasi Cangkok Tulang
Ada beberapa kondisi yang menjadikan dokter menganjurkan seorang pasien menjalani cangkok tulang, yaitu:

Patah tulang yang tidak kunjung membaik meski sudah dilakukan perawatan.
Patah tulang yang terjadi di persendian.
Tulang yang rusak akhir cedera, contohnya terjatuh atau kecelakaan kendaraan beroda empat atau motor.
Tulang rusak akhir infeksi atau penyakit tertentu, mirip kanker tulang atau osteonecrosis.
Cangkok tulang juga dilakukan untuk menumbuhkan kembali jaringan tulang di sekitar alat implan yang ditanam melalui operasi, contohnya ketika operasi penggantian sendi. Terkadang mekanisme cangkok tulang dilakukan sebagai cuilan dari operasi tulang belakang dan operasi gigi.

Peringatan Sebelum Cangkok Tulang
Berikut ini yaitu beberapa kondisi yang perlu diperhatikan pasien sebelum menjalani mekanisme cangkok tulang:

Alergi terhadap obat bius.
Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk pelengkap atau obat herbal.
Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah.
Menderita diabetes dan penyakit autoimun.
Sebelum operasi, informasikan kepada dokter bila Anda mempunyai kondisi-kondisi tersebut.

Persiapan Sebelum Cangkok Tulang
Dokter akan menjelaskan kepada pasien ihwal mekanisme cangkok tulang yang akan dilakukan, manfaatnya, serta komplikasi yang sanggup terjadi sehabis operasi. Dokter juga akan melaksanakan investigasi fisik secara keseluruhan, termasuk tekanan darah, denyut jantung, dan suhu tubuh.

Selanjutnya, pasien akan menjalani tes darah untuk mendeteksi penyakit yang sanggup memengaruhi kondisi pasien selama dan sehabis operasi. Tes pemindaian, mirip foto Rontgen, CT scan, dan MRI, juga dilakukan biar dokter mengetahui kondisi kerusakan tulang secara detail.

Sebelum operasi cangkok tulang, dokter akan menganjurkan pasien untuk:

Menjalani puasa selama 8 jam.
Berhenti merokok.
Menghentikan konsumsi obat pengencer darah, mirip warfarin atau aspirin, untuk mencegah terjadinya perdarahan andal selama operasi.
Selain itu, dokter akan menganjurkan pasien untuk ditemani anggota keluarga atau kerabat bersahabat selama dan sehabis prosedur, serta untuk mengantarkan pasien pulang. Hal ini perlu dilakukan alasannya yaitu mekanisme cangkok tulang akan membatasi kemampuan gerak pasien, sehingga harus selalu didampingi.

Prosedur Cangkok Tulang
Lamanya mekanisme cangkok tulang tergantung pada kondisi patah tulang, jenis cangkok tulang yang digunakan, dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Berikut yaitu langkah-langkah dalam mekanisme operasi cangkok tulang:

Pasien akan dibaringkan secara terlentang di atas meja operasi.
Dokter akan memasang infus yang dipakai untuk menyalurkan obat bius dan cairan obat lainnya.
Dokter anestesi akan menunjukkan anestesi umum atau obat bius total, sehingga pasien akan tertidur selama operasi berlangsung. Dokter akan memantau detak jantung dan tekanan darah pasien.
Jika cangkok tulang diambil dari cuilan badan pasien (autograft), maka dokter ortopedi akan melaksanakan mekanisme tambahan untuk mengambil jaringan tulang dari cuilan badan pasien terlebih dahulu.
Dokter akan membentuk tulang yang akan dicangkok sesuai dengan cuilan tulang yang rusak.
Setelah area operasi dibersihkan, dokter akan menciptakan sayatan di sekitar tulang yang patah atau rusak.
Dokter akan menyisipkan tulang gres atau tulang pengganti di antara dua tulang yang patah. Untuk beberapa kondisi, dokter memakai pen khusus untuk menjaga biar tulang tidak bergerak dan tumbuh sempurna.
Setelah cangkok tulang simpulan dilakukan, dokter akan menjahit dan menutup luka operasi. Gips atau splint biasanya dipakai untuk menopang tulang selama masa penyembuhan.
Perawatan Setelah Cangkok Tulang
Setelah menjalani cangkok tulang, pasien akan ditempatkan di ruang pemulihan dan menjalani rawat inap selama beberapa hari. Dokter akan memantau tekanan darah dan denyut jantung pasien, serta menunjukkan obat pereda nyeri dan obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah sehabis operasi.

BACA JUGA:  Keju Ternyata Juga Bisa Buruk Untuk Kesehatan

Selama masa pemulihan, dokter akan memantau kondisi tulang secara bersiklus dengan foto Rontgen dan melepas jahitan luka setidaknya seminggu sehabis operasi. Pasien diperbolehkan pulang sehabis dokter memastikan kondisi pasien stabil.

Dokter akan meresepkan obat-obatan dan memberi instruksi ihwal hal-hal yang sanggup dilakukan pasien selama menjalani masa pemulihan di rumah. Beberapa hal yang sanggup dilakukan adalah:

Perbanyak istirahat dan jangan terlalu banyak bergerak.
Pastikan area luka operasi tetap higienis dan kering. Ganti perban secara teratur sesuai instruksi yang diberikan dokter atau perawat.
Gunakan kompres acuh taacuh untuk mencegah peradangan. Selain itu, posisikan kaki atau lengan yang dioperasi lebih tinggi dari jantung ketika berbaring, untuk mencegah risiko penggumpalan
Konsumsi kuliner dan minuman tinggi kalsium dan vitamin D, contohnya susu, keju, atau yoghurt.
Lakukan investigasi secara rutin ke dokter ortopedi untuk memantau proses penyembuhan tulang.
Ada beberapa hal yang dihentikan dilakukan selama pasien menjalani proses pemulihan di rumah, antara lain:

Merokok, alasannya yaitu sanggup menghambat proses penyembuhan tulang.
Melakukan olahraga berat, contohnya lari jarak jauh, selama lebih dari enam bulan.
Pasien juga dianjurkan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan dan kelenturan otot cuilan badan yang menjalani cangkok tulang. Pasien harus segera menghubungi dokter kalau mengalami demam tinggi, nyeri yang tidak sanggup diatasi dengan obat pereda nyeri, dan luka operasi mengalami pembengkakan.

Lamanya masa pemulihan tergantung pada kondisi patah tulang, usia, dan ukuran cangkok tulang. Namun, pasien umumnya membutuhkan waktu dua ahad sampai lebih dari setahun untuk pulih total dan beraktivitas kembali secara normal.

Risiko dan Komplikasi Cangkok Tulang
Prosedur cangkok tulang umumnya aman. Tetapi layaknya setiap mekanisme operasi, tindakan ini berisiko menjadikan perdarahan, infeksi, atau imbas samping dari obat bius yang digunakan, contohnya reaksi alergi. Beberapa komplikasi lain juga sanggup terjadi sehabis pasien menjalani mekanisme cangkok tulang, di antaranya:

Nyeri yang berkepanjangan
Peradangan di area operasi
Cedera saraf
Cacat permanen
Cangkok tulang juga berisiko mengalami kegagalan ketika tulang yang rusak menolak sel-sel dari tulang baru, sehingga tulang tidak tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Penolakan ini terutama terjadi pada cangkok tulang allograft.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.