Cara Menyendawakan Bayi dengan Benar

0
14
Cara Menyendawakan Bayi Dengan Benar Alodokter
Cara Menyendawakan Bayi Dengan Benar Alodokter

Bayi kadang mengalami kembung sehabis menyusu. Agar beliau tidak rewel, orang bau tanah perlu tahu cara menyendawakan bayi yang benar untuk meredakan keluhan ini. Jika dilakukan dengan cara yang salah, alih-alih bersendawa, bayi malah akan merasa makin tidak nyaman.

Saat bayi menyusu, udara mampu tertelan dan terperangkap dalam susukan pencernaan. Udara yang terperangkap ini mampu menjadikan bayi gumoh, kembung, sampai rewel lantaran kolik.

Menyendawakan bayi mampu membantu mengeluarkan udara dan mencegah terjadinya problem tersebut, sehingga bayi mampu menyusu lebih usang dan tidur lebih nyenyak.

Seberapa Sering Bayi Perlu Disendawakan dan Bagaimana Caranya?
Sebenarnya tidak ada hukum yang mewajibkan ibu untuk menyendawakan bayi setiap kali final menyusui. Ada bayi yang perlu rutin disendawakan, namun ada juga yang tidak. Bunda mampu mencoba menyendawakan Si Kecil kalau beliau nampak tidak nyaman selama atau sehabis menyusu, atau kalau beliau tiba-tiba terbangun dari tidur dan rewel. Hal ini mampu saja disebabkan oleh kolik atau kembung.

Ada beberapa posisi yang mampu Bunda coba dalam menyendawakan Si Kecil, yaitu:

  1. Posisi digendong tegak
    Duduklah tegak dan gendong Si Kecil menghadap Bunda. Posisikan dagu Si Kecil di atas bahu Bunda, dan topang badannya dari bawah dengan salah satu tangan. Lalu, gunakan tangan Bunda yang satunya lagi untuk mengusap atau menepuk punggung Si kecil secara pelan dan lembut.
  2. Posisi duduk
    Dudukkan Si Kecil di atas pangkuan Bunda. Topang badannya dengan memegang dagu dan menyangga dadanya dengan pangkal telapak tangan. Usahakan untuk memegang dagu Si Kecil saja ya, bukan memegang lehernya. Dengan tangan Bunda yang satunya lagi, tepuk atau usap perlahan punggung Si Kecil.
  3. Posisi tengkurap
    Tidurkan Si Kecil di lengan atau pangkuan Bunda pada posisi tengkurap. Sangga dan posisikan kepala lebih tinggi dari badannya, atau posisikan tubuh Si Kecil dengan kemiringan 45°, kemudian tepuk atau usap punggungnya secara perlahan.
BACA JUGA:  7 Manfaat Hebat Jika Konsumsi Telur Dua Kali Sehari

Cobalah ketiga cara di atas dan gunakan posisi yang paling nyaman bagi Bunda dan Si Kecil. Pastikan tubuh Si Kecil lurus (tidak meringkuk atau membungkuk) supaya udara gampang keluar. Jangan lupa untuk menangkupkan tangan Bunda ketika menepuk punggungnya supaya tepukan Bunda tidak terlalu keras.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Menyendawakan Bayi
Menyendawakan Si kecil tidak perlu terlalu lama, cukup lakukan langkah-langkah di atas selama 1-2 menit atau sampai Si Kecil sendawa. Artinya, kalau beliau belum sendawa sampai 2 menit disendawakan, Bunda tidak perlu melanjutkannya lagi. Namun kalau Si Kecil masih nampak tidak nyaman atau rewel, coba sendawakan lagi dengan posisi yang lain.

Selain itu, menyendawakan bayi mungkin mampu membuatnya muntah. Jadi, siapkan handuk atau kain ketika menyendawakan Si Kecil ya, Bun.

Ada penelitian yang memperlihatkan bahwa kebiasaan menyendawakan bayi tidak mampu mencegah kolik, tapi justru meningkatkan risiko bayi mengalami gumoh. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitan dengan skala yang lebih besar dan lebih rinci untuk membenarkan hal ini.

Jika Si Kecil masih mengalami kolik atau rewel sehabis disendawakan, cobalah membaringkan dan memijat perutnya dengan lembut. Selain itu, Bunda juga mampu menggerakkan kedua tungkai Si Kecil mirip mengayuh sepeda.

Namun kalau semua cara di atas tetap tidak berhasil menciptakan Si Kecil damai atau malah membuatnya makin rewel, Bunda sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter anak untuk diperiksa dan diberikan pengobatan bila memang perlu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.