Suntik Silikon: Efek Samping dan Bahaya yang Ditimbulkan

0
12
Suntik Silikon Efek Samping Dan Bahaya Yang Ditimbulkan Alodokter
Suntik Silikon Efek Samping Dan Bahaya Yang Ditimbulkan Alodokter

Sebagian perempuan melaksanakan suntik silikon untuk memperindah penampilannya. Ada yang melaksanakan suntik silikon pada bokong, payudara, sampai wajah. Kendati mungkin mampu menciptakan Anda tampak lebih cantik, suntik silikon juga mampu mengakibatkan bermacam-macam imbas samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Silikon yaitu zat kimia yang cukup sering digunakan sebagai pengawet obat-obatan atau materi pada filler. Akan tetapi, takaran penggunaannya tidak sembarangan. Di dalam pengawasan dokter, suntikan filler yang berbahan silikon mampu saja digunakan alasannya yaitu suntikan silikon yang digunakan memang sudah tertakar dosisnya.

Namun, hal ini tidak sama dengan suntik silikon di salon atau sentra kecantikan. Di sejumlah negara, suntik silikon untuk alasan kecantikan ini bahkan dianggap ilegal dan dilarang. Meski di Indonesia belum ada hukum khusus yang mengizinkan atau melarang praktik ini, Anda dianjurkan untuk tidak menjalani mekanisme ini, terlebih jikalau tanpa pengawasan dokter.

Efek Samping Suntik Silikon
Silikon mempunyai bermacam-macam bentuk dan tidak seluruhnya cocok digunakan pada manusia. Selain itu, suntik silikon mampu mengakibatkan imbas permanen. Efek sampingnya mampu muncul sesaat atau dalam waktu beberapa tahun sehabis penyuntikan.

Berikut ini yaitu beberapa imbas samping suntik silikon yang berbahaya bagi kesehatan:

  1. Reaksi pada kulit
    Penggunaan suntik silikon dalam menghilangkan kerutan di wajah atau memperindah bentuk badan mampu mengakibatkan reaksi pada lokasi penyuntikan. Reaksi ini mampu berupa memar atau kebiruran di kulit.

Selain itu, penyuntikan silikon juga mampu mengakibatkan reaksi alergi, mirip kemerahan, pembengkakan, rasa sakit, gatal, serta timbulnya benjolan pada area yang disuntik.

  1. Stroke
    Silikon sangat gampang berpindah dan menyebar dari satu serpihan badan ke serpihan lainnya. Ketika disuntikkan ke area yang mengandung banyak pembuluh darah, mirip wajah dan bokong, silikon mampu mengakibatkan sumbatan dan menghalangi fatwa darah pada pembuluh darah di otak. Jika hal ini terjadi, maka mampu mengakibatkan stroke.
  2. Granuloma
    Suntik silikon mampu mengakibatkan peradangan pada jaringan badan yang menciptakan jaringan tersebut rusak dan mengeras. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai granuloma. Hal ini mampu mengakibatkan tanda-tanda munculnya benjolan yang keras dan nyeri, serta kerusakan jaringan badan di lokasi penyuntikan silikon.
  3. Emboli paru
    Suntik silikon juga berisiko mengakibatkan emboli paru atau penyumbatan di pembuluh darah paru-paru. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan medis secepatnya, alasannya yaitu mampu mengakibatkan kerusakan permanen pada paru-paru sampai kematian.
  4. Risiko infeksi HIV dan Hepatitis
    Suntik silikon yang dilakukan bukan oleh dokter kerap mengesampingkan sisi keamanan dan keselamatan pasien. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bergantian meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C. Hal ini mampu terjadi alasannya yaitu pencampuran darah dari pemakaian jarum yang bergantian.
BACA JUGA:  Senang Dengerin Musik Sambil Bepergian? Jangan Lupa Bersihkan Earphone-mu dengan 3 Langkah Praktis Ini

Karena suntik silikon mampu mengakibatkan banyak sekali dampak jelek bagi kesehatan, para dokter dan beberapa institusi kesehatan, termasuk Food and Drug Administration (FDA), melarang penggunaan suntik silikon tanpa supervisi dokter.

Jika Anda ingin mempercantik penampilan atau mencoba mekanisme kecantikan, pahami dulu apa saja manfaat dan risikonya. Jika tidak terang keamanan dan risikonya, sebaiknya hindari mekanisme tersebut dan tanyakan ke dokter terlebih dahulu. Saat berkonsultasi, dokter mampu memperlihatkan saran dan merokemendasikan mekanisme yang lebih kondusif dan efektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.