Penyebab Berat Badan Lahir Rendah pada Bayi dan Cara Merawatnya

0
12
Penyebab Berat Badan Lahir Rendah Pada Bayi Dan Cara Merawatnya Alodokter
Penyebab Berat Badan Lahir Rendah Pada Bayi Dan Cara Merawatnya Alodokter

Berat tubuh lahir rendah (BBLR) ialah kondisi di mana bayi mempunyai berat tubuh kurang dari 2,5 kilogram ketika dilahirkan. Kondisi ini mampu disebabkan oleh bermacam-macam hal. Bayi yang berat tubuh lahirnya rendah rentan mengalami gangguan kesehatan, sehingga memerlukan perawatan ekstra.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan, terdapat 6,2% bayi yang terlahir dengan berat tubuh lahir rendah (BBLR) di Indonesia. BBLR sering terjadi pada bayi yang lahir prematur (sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu).

Secara fisik, bayi yang mempunyai berat tubuh lahir rendah terlihat kurus, mempunyai sedikit jaringan lemak tubuh, dan kepalanya terlihat lebih besar atau tidak proporsional.

Kebanyakan bayi dengan berat tubuh lahir rendah yang lahir cukup bulan tidak mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari. Tapi bila BBLR terjadi pada bayi prematur, maka mampu muncul beberapa komplikasi berikut ini:

Gangguan pernapasan
Infeksi
Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
Sindrom maut bayi mendadak (SIDS)
Berat tubuh sulit bertambah
Hambatan tumbuh kembang
Kedinginan atau hipotermia
Bayi kuning
Gangguan makan atau kesulitan untuk menyusui
Jika tidak menerima perawatan yang memadai, bayi dengan berat tubuh lahir rendah yang mengalami banyak sekali komplikasi di atas akan berisiko tinggi mengalami kecacatan, bahkan kematian.

Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Rendah
Ada banyak sekali faktor yang mampu menjadikan atau meningkatkan risiko seorang bayi terlahir dengan berat tubuh yang kurang. Beberapa faktor tersebut meliputi:

Terlahir dari ibu yang mempunyai duduk perkara kesehatan selama hamil, contohnya preeklamsia, tekanan darah tinggi, atau kekurangan gizi.
Infeksi selama kehamilan.
Adanya kelainan genetik atau cacat bawaan lahir pada bayi.
Terlahir dari ibu dengan berat tubuh kurang selama kehamilan.
Usia ibu ketika hamil kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
Kehamilan kembar.
Selain itu, ibu yang mempunyai gaya hidup yang tidak sehat, mirip merokok, mengonsumsi alkohol, dan memakai narkoba juga lebih berisiko melahirkan bayi dengan berat tubuh yang rendah.

Oleh lantaran itu, ibu hamil perlu menghindari banyak sekali faktor risiko di atas, serta rutin menjalani investigasi kehamilan ke dokter kandungan untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan bayi terlahir dengan BBLR.

Panduan Merawat Bayi dengan Berat Badan Rendah
Hampir seluruh bayi dengan berat tubuh lahir rendah perlu dirawat di ruangan perawatan intensif untuk bayi gres lahir (NICU). Perawatan ini akan diadaptasi dengan kondisi bayi, berat tubuh lahirnya, dan seberapa parah duduk perkara kesehatan yang dideritanya.

Di ruangan tersebut bayi akan menerima perawatan khusus, mirip dihangatkan dalam inkubator, diberikan cairan dan obat-obatan melalui infus, serta diberikan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

Perawatan ini dilakukan sampai kondisi bayi membaik dan stabil, berat badannya meningkat, serta dokter menyatakan bahwa bayi mampu dirawat di rumah.

Setelah bayi boleh pulang ke rumah, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam perawatan bayi dengan berat tubuh lahir rendah. Hal-hal tersebut meliputi kebersihan, asupan ASI dan nutrisi, serta lingkungan yang nyaman untuk bayi.

BACA JUGA:  Praktis Sekali Menjauhkan Diri dari Lemak Jenuh

Berikut ini ialah beberapa hal yang perlu dilakukan ketika merawat bayi dengan berat tubuh lahir rendah:

  1. Memberikan ASI sesuai jadwal
    ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Jadi, sangat disarankan untuk menunjukkan ASI yang cukup kepada bayi dengan BBLR. Perlu diingat, jangan menunjukkan asupan lain selain ASI atau susu formula kepada bayi di bawah usia 6 bulan.

Bayi dengan berat tubuh lahir rendah sebaiknya minum ASI setiap tiga jam atau bahkan dua jam sekali. Jika perlu, bangunkan bayi untuk menyusu bila beliau sedang tertidur.

  1. Bersentuhan pribadi dengan bayi
    Bayi yang lahir prematur mempunyai jaringan lemak yang tipis, sehingga ia akan kesulitan mempertahankan suhu tubuhnya tetap hangat. Bersentuhan pribadi dan menggendong bayi dengan metode kangguru mampu membantu menjaga kehangatan tubuh bayi.

Selain itu, menggendong bayi dengan metode kangguru juga menunjukkan manfaat lain, seperti:

Meningkatkan berat tubuh bayi
Mengatur denyut jantung dan pernapasan bayi
Membantu bayi tidur lebih nyenyak
Membuat bayi lebih damai dan nyaman

  1. Menemani bayi tidur
    Tidur bersama Si Kecil memudahkan Bunda dalam menunjukkan ASI pada malam hari. Tetapi perlu diingat, tidur bersama bayi bukan berarti harus berada di ranjang yang sama. Bunda mampu mendekatkan daerah tidur Si Kecil di sebelah ranjang Bunda. Selain itu, pastikan untuk selalu menempatkan bayi tidur dalam posisi terlentang.
  2. Memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi
    Gangguan tumbuh kembang ialah salah satu komplikasi yang cukup banyak terjadi pada bayi dengan berat tubuh lahir rendah. Oleh lantaran itu, pastikan Bunda membawa Si Kecil ke dokter anak secara teratur, supaya dokter mampu memantau kondisinya dan mendeteksi kemungkinan adanya duduk perkara tumbuh kembang semenjak dini.
  3. Melengkapi imunisasi bayi
    Bayi prematur dengan berat tubuh lahir rendah mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga rentan terkena penyakit infeksi. Untuk mencegah terjadinya hal ini, pastikan agenda imunisasi Si Kecil lengkap dan pemberiannya sesuai waktu yang dianjurkan dokter.
  4. Meluangkan waktu lebih banyak bersama bayi
    Bayi dengan berat tubuh lahir rendah perlu senantiasa berada dalam kondisi yang optimal dan lingkungan yang kondusif, supaya mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Bunda mampu mendukung tumbuh kembangnya dengan meluangkan waktu untuk menggendong atau mengajaknya bermain. Pilihlah permainan yang sesuai usia Si Kecil.
  5. Jangan merasa segan untuk mencari bantuan
    Merawat bayi dengan BBLR memerlukan perjuangan ekstra. Hal ini tentu tidak mudah, apalagi dengan kondisi tubuh Bunda yang masih membutuhkan pemulihan sesudah melahirkan.

Agar tidak kewalahan, Bunda mampu meminta santunan ibu atau mertua setidaknya selama 40 hari pertama sesudah melahirkan. Dengan begitu, Bunda mampu beristirahat untuk mempercepat pemulihan dan Si Kecil tetap terawat dengan baik.

Selain beberapa langkah di atas, Bunda juga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan aktivitas yang Bunda sukai, serta berolahraga bila sudah merasa siap. Hal tersebut mampu mengurangi stres dan menciptakan Bunda tetap bersemangat dalam merawat Si Kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.