Air Ketuban Pecah, Seperti Apa Tandanya?

0
15
Air Ketuban Pecah Seperti Apa Rasanya Alodokter
Air Ketuban Pecah Seperti Apa Rasanya Alodokter

Ibu hamil terkadang sulit untuk mendeteksi bahwa air ketuban sudah pecah, apalagi bila gres pertama kali mengandung dan belum tahu seluk-beluk hal ini. Untuk mengetahui ciri-ciri air ketuban pecah, simak ulasan berikut.

Selama masa kehamilan, janin dikelilingi dan dilindungi oleh kantung atau membran yang berisi air ketuban. Air ketuban biasanya berwarna bening, namun ada juga yang tampak bercampur dengan sedikit darah.

Ketika sudah waktunya untuk bayi lahir ke dunia, kantung ketuban akan pecah dan air ketuban keluar melalui vagina. Kondisi ini dinamakan air ketuban pecah. Kebanyakan perempuan mengalami pecah air ketuban ketika persalinan, tapi ada juga yang mengalaminya sebelum persalinan. Pada kondisi tertentu, dokter atau bidan juga mungkin akan melaksanakan pemecahan kantong ketuban (amniotomi) untuk memulai atau mempercepat persalinan

Beragam Tanda Air Ketuban Pecah
Tidak semua ibu hamil mencicipi hal yang sama ketika mengalami pecah air ketuban. Namun secara garis besar, pecahnya air ketuban mampu menawarkan sensasi berair pada vagina atau perineum, yaitu area di antara liang vagina dan anus.

Berikut ini ialah beberapa tanda pecahnya air ketuban yang mampu dirasakan ibu hamil:

  1. Air ketuban yang menetes
    Beberapa ibu hamil mengeluarkan air ketuban bertahap atau menetes. Tetesan air ketuban yang keluar dari vagina terasa hangat dan turun ke kaki. Ada juga yang mendeskripsikan pecahnya air ketuban mirip keringat yang menetes.

Merembesnya air ketuban ketika pecah ini tak jarang menciptakan celana atau rok yang dikenakan oleh ibu hamil tiba-tiba basah.

  1. Terasa mirip ada letupan
    Ketika air ketubannya pecah, beberapa ibu hamil mencicipi sensasi letupan, yakni mirip ada yang mengetuk kantung ketuban, kemudian pecah, kemudian airnya menyembur.
  2. Air ketuban mengucur
    Beberapa ibu hamil mengalami pecah air ketuban layaknya adegan di film-film, yakni air ketuban yang mengucur deras dan membasahi lantai. Pecahnya air ketuban mirip ini juga kerap membangunkan ibu hamil yang tengah tertidur.
  3. Pecahnya air ketuban disertai kontraksi
    Pecah air ketuban umumnya terjadi menjelang persalinan. Hal ini mampu dirasakan bersamaan dengan gejala persalinan lain, mirip kontraksi yang makin usang makin kencang dan keluarnya lendir disertai darah dari vagina.
  4. Tidak terasa apa-apa
    Pecahnya air ketuban terkadang tidak disadari oleh beberapa ibu hamil. Ada yang tidak mengetahuinya dikarenakan telah menerima bius epidural, dan ada juga yang memang benar-benar tidak mengetahuinya. Akibatnya, mereka tetap beraktivitas mirip biasa.
BACA JUGA:  Tips Berciuman yang Sehat dan Romantis

Seberapa banyaknya air ketuban yang keluar tidak sama pada tiap perempuan hamil. Namun hingga tamat kehamilan, air ketuban yang keluar biasanya ialah sekitar 600-800 ml.

Pecahnya air ketuban menjelang persalinan di usia kandungan yang sudah cukup bulan ialah hal yang normal. Namun bila air ketuban pecah ketika usia kandungan belum mencapai 37 minggu, Anda perlu waspada. Apabila hal tersebut terjadi, segeralah ke dokter atau bidan terdekat untuk menerima investigasi dan penanganan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.