Ini Penyebab Jerawat di Pipi yang Mengganggu

0
17
Ini Penyebab Jerawat Di Pipi Yang Mengganggu Alodokter
Ini Penyebab Jerawat Di Pipi Yang Mengganggu Alodokter

Jerawat di pipi mampu mengganggu penampilan dan rasa percaya diri Anda. Berbagai benda kotor, kuman, dan kebiasaan jelek mampu menjadi penyebab kemunculan nanah di pipi.

Jerawat terbentuk saat folikel, yaitu daerah tumbuhnya rambut, tersumbat oleh sel kulit mati, sebum (minyak alami kulit), atau bakteri. Masa pubertas biasanya menjadi awal munculnya jerawat, namun nanah juga mampu dialami orang dewasa. Jerawat mampu muncul di mana saja, baik di punggung, leher, dada, bahu, maupun pipi.

Beberapa Penyebab Jerawat di Pipi
Hadirnya nanah di pipi memang menciptakan resah, alasannya semua orang mampu dengan gampang melihat bintik merah di wajah Anda. Jika tidak ingin nanah muncul di pipi, yuk, hindari beberapa penyebab nanah di pipi berikut ini:

  1. Sarung bantal dan sprei yang kotor
    Salah satu penyebab nanah di pipi yaitu sarung bantal dan sprei yang kotor. Sel-sel kulit mati, kotoran, sisa make up, dan basil mampu berkumpul di sarung bantal dan sprei. Saat tidur di daerah tidur yang kotor, kotoran dan kuman tersebut mampu melekat di kulit dan menyumbat pori-pori wajah.

Jika sarung bantal dan sprei tidak sering diganti, mampu muncul nanah di pipi dan area badan lainnya. Oleh alasannya itu, Anda dianjurkan untuk rutin mengganti sprei beberapa hari sekali atau seminggu sekali.

Selain itu, pilihlah sprei berbahan katun yang mampu menyerap keringat dan minyak di wajah, semoga tidak menjadikan nanah di pipi.

  1. Salah pilih make up
    Sebagian kaum hawa rela mengeluarkan biaya yang tidak murah untuk melaksanakan bermacam-macam perawatan kecantikan wajah. Namun sayangnya, tidak semua perawatan tersebut cocok untuk semua jenis kulit.

Penggunaan make up dan produk perawatan wajah yang tidak sesuai dengan jenis kulit mampu menjadi penyebab munculnya nanah di pipi. Oleh alasannya itu, pilihlah make up yang sesuai dengan jenis kulit dan hindari produk make up yang mengandung minyak. Produk yang kondusif untuk mencegah nanah biasanya berlabel ‘non-comedogenic’.

  1. Telepon genggam yang tidak bersih
    Telepon genggam yang sering Anda gunakan mampu menjadi daerah berkumpulnya minyak dan basil pemicu nanah di pipi. Ketika Anda sedang menelepon, basil di permukaan telepon genggam mampu berpindah ke pipi. Oleh alasannya itu, Anda dianjurkan untuk rajin membersihkan telepon genggam setiap hari dengan kain yang sedikit basah.
  2. Tidak selektif menentukan masakan dan minuman
    Penyebab nanah di pipi lainnya yaitu salah menentukan masakan dan minuman. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat, mirip nasi putih, roti, pasta, minuman bersoda, dan minuman manis, mampu meningkatkan kadar gula darah dan insulin.
BACA JUGA:  Jenis Kelainan Tulang Belakang yang Perlu Anda Ketahui

Kondisi ini akan memicu hormon androgen menjadi lebih aktif. Akibatnya, sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dan produksi sebum meningkat. Ketika hal ini terjadi, maka nanah di pipi pun lebih rentan muncul.

  1. Stres berlebih
    Saat mengalami stres berat atau terlalu sering stres, badan akan mengalami perubahan hormon. Hal ini mampu berkontribusi pada terbentuknya nanah di pipi ataupun di penggalan badan lainnya. Maka dari itu, kurangi stres dan beristirahatlah yang cukup semoga nanah di pipi tidak sering muncul.

Selain alasannya beberapa penyebab di atas, nanah juga mampu muncul alasannya imbas samping penggunaan pil KB, kehamilan, menjelang menstruasi, sering berkeringat, sampai faktor keturunan.

Agar nanah tidak muncul di pipi atau penggalan badan lainnya, perhatikan jenis masakan dan minuman yang Anda konsumsi. Selain itu, rutinlah berolahraga, selalu basuh tangan sebelum memegang wajah, basuh muka dua kali sehari, dan bersihkan make up sebelum tidur.

Saat nanah muncul, usahakan untuk tidak memencetnya. Hal ini berisiko menciptakan nanah sulit sembuh dan menjadikan bekas luka. Jika banyak sekali penyebab nanah di pipi telah Anda hindari namun nanah tetap muncul di pipi dan area wajah atau badan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk menerima penanganan yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.