Penyebab Kanker Getah Bening dan Faktor Risikonya

0
7
Penyebab Kanker Getah Bening Dan Faktor Risikonya Alodokter
Penyebab Kanker Getah Bening Dan Faktor Risikonya Alodokter

Kanker getah bening ialah kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu potongan dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Penyebab kanker getah bening masih belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang mampu menimbulkan seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Sistem limfatik mempunyai tugas penting dalam melawan kuman dan virus yang mampu menimbulkan infeksi pada tubuh. Sama mirip organ-organ lain di dalam tubuh, sistem limfatik juga mampu terjangkit penyakit. Salah satu penyakit yang mampu menyerang sistem getah bening ini ialah kanker getah bening.

Penyakit ini mampu memengaruhi potongan mana pun dari sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, amandel, limpa, timus, usus buntu, dan sumsum tulang.

Kanker getah bening disebut juga dengan limfoma. Secara umum, ada 2 jenis limfoma yang paling sering ditemukan, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan kedua jenis limfoma ini terdapat pada tipe sel getah bening (limfosit) yang bermetamorfosis ganas.

Penyebab Kanker Getah Bening
Kanker getah bening muncul saat jumlah sel-sel limfosit di kelenjar getah bening bertambah dengan cepat dan menjadi ganas. Hal ini menciptakan jumlah sel getah bening menjadi terlalu banyak sampai menimbulkan kelenjar getah bening membengkak.

Sejauh ini, alasan mengapa sel limfosit mampu bermetamorfosis ganas belum diketahui secara pasti. Namun, menurut data dari banyak sekali riset kesehatan, ada beberapa faktor risiko yang mampu menciptakan seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Berikut ialah beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko seseorang terkena kanker getah bening:

Kanker getah bening Hodgkin
Beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko munculnya kanker getah bening Hodgkin meliputi:

Berusia antara 20-40 tahun atau di atas 55 tahun.
Berjenis kelamin laki-laki.
Memiliki keluarga kandung yang terdiagnosis menderita kanker jenis ini.
Menderita infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang mampu menimbulkan mononukleosis.
Memiliki daya tahan tubuh lemah, contohnya akhir infeksi HIV atau penggunaan obat penekan sistem kekebalan tubuh.
Kanker getah bening non-Hodgkin
Sedangkan beberapa faktor risiko kanker getah being non-Hodgkin meliputi:

BACA JUGA:  Diet Ketat Sampai Melewatkan Makan? Hati-Hati, Ini Lho 5 Hal yang Bakal Terjadi pada Tubuhmu

Memiliki sistem kekebalan tubuh melemah.
Menderita penyakit autoimun, mirip rheumatoid arthritis atau penyakit celiac.
Berusia di atas 60 tahun. Namun, penyakit ini juga mampu menyerang anak-anak.
Memiliki riwayat penyakit leukemia, infeksi kuman pylori, atau infeksi virus hepatitis C dan virus Epstein-Barr (EBV).
Memiliki riwayat sering terpapar radiasi nuklir dan materi kimia beracun, mirip pestisida dan herbisida.
Memiliki berat tubuh berlebih atau obesitas.
Sebaiknya periksakan diri ke dokter kalau Anda mempunyai beberapa faktor risiko terkena kanker getah bening mirip di atas, atau kalau Anda mempunyai tanda-tanda yang mungkin membuktikan adanya kanker getah bening, seperti:

Pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau lipat paha.
Penurunan berat tubuh tanpa karena yang jelas.
Sering demam.
Mudah lelah.
Sesak napas.
Gatal-gatal.
Keringat masbodoh di malam hari.
Untuk memastikan apakah tanda-tanda tersebut ialah tanda-tanda kanker getah bening atau bukan, diharapkan investigasi ke dokter. Dalam memilih diagnosis kanker getab bening, dokter akan melaksanakan biopsi kelenjar getah bening, aspirasi sumsum tulang, tes darah, dan CT scan, MRI, atau PET scan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.