Terkena Infeksi Vagina ketika Hamil. Apakah Berbahaya?

0
7
Terkena Infeksi Vagina Saat Hamil Apakah Berbahaya Alodokter
Terkena Infeksi Vagina Saat Hamil Apakah Berbahaya Alodokter

Kehamilan mampu menciptakan tubuhmu rentan terjangkit infeksi, salah satunya ialah nanah vagina. Ibu hamil yang mengalami hal ini tentu akan khawatir dan bertanya-tanya apakah terkena nanah vagina ketika hamil mampu berbahaya atau tidak. Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini.

Ibu hamil rentan mengalami nanah vagina karena sistem kekebalan tubuhnya yang sedang melemah. Sejumlah keluhan, mirip keputihan, gatal-gatal di kemaluan, dan muncul busuk tidak sedap dari vagina, mampu menjadi menandakan ibu hamil terkena nanah vagina.

Jika tidak diobati dengan baik, hal tersebut berpotensi menjadikan duduk perkara kesehatan bagi janin di dalam kandungan.

Dua Penyebab Umum Infeksi Vagina Saat Hamil
Ibu hamil perlu mengenali tanda-tanda nanah vagina dan pengobatannya yang tepat. Secara umum nanah vagina ketika hamil mampu disebabkan oleh dua hal, yakni:

Infeksi vagina balasan jamur
Infeksi vagina balasan jamur mungkin mampu disebabkan oleh kadar hormon kehamilan yang meningkat ketika hamil. Tingginya hormon tersebut mampu menciptakan vaginamu memproduksi lebih banyak zat gula yang disebut glikogen. Zat ini mampu menciptakan jamur lebih gampang tumbuh di vagina.

Jika kau mengalami nanah jamur pada vagina, gejala-gejala yang mampu muncul adalah:

Keluar cairan berwarna putih dan kental dari vagina. Cairan ini tidak berbau.
Vagina dan kepingan di sekitarnya terasa gatal dan nyeri, perih, berwarna kemerahan, dan terkadang disertai
Nyeri ketika buang air kecil dan bekerjasama seksual.
Infeksi jamur di vagina merupakan duduk perkara yang umum terjadi ketika hamil, khususnya pada trimester kedua kehamilan. Infeksi ini tidak membahayakan kehamilan. Meski begitu, tanda-tanda yang ditimbulkan mampu membuatmu tidak nyaman.

Selain itu, meski tidak membahayakan kehamilan dan perkembangan janin, kondisi ini mampu menimbulkan sariawan pada bayi yang gres lahir. Hal ini terjadi karena bayi bersentuhan dengan jamur di vagina ketika ia dilahirkan.

Oleh karena itu, penting untuk mengobati nanah jamur vagina ketika hamil. Namun selama hamil, kau dilarang sembarang mengobati nanah jamur dengan obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. Berkonsultasilah dulu ke dokter biar kau mampu menerima obat-obatan yang kondusif untuk ibu hamil.

Infeksi vagina balasan basil (vaginosis bakterialis)
Dalam kondisi normal, vagina dilindungi oleh basil baik. Jika pertumbuhan basil baik terganggu atau jumlah basil baik berkurang, maka basil jahat penyebab penyakit mampu tumbuh. Kondisi ini disebut vaginosis bakterialis atau bacterial vaginosis (BV).

BACA JUGA:  Melepas Bra Ternyata Bisa Bikin Bahagia, Ini 5 Manfaat Positifnya

Ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko kau mengalami nanah ini, antara lain konsumsi antibiotik, pemakaian pembersih vagina, perubahan hormon ketika hamil, dan kekerabatan seksual berisiko.

Sebagian perempuan yang menderita BV tidak mencicipi tanda-tanda apa-apa. Namun kalau nanah ini menjadikan gejala, kau mungkin akan mengalami:

Keluar cairan berbau anyir yang berwarna putih atau keabu-abuan dari vagina. Pada masalah tertentu, cairan tersebut mampu berbusa.
Rasa gatal atau perih yang juga mampu dirasakan di sekitar
Nyeri ketika buang air kecil.
Pada ibu hamil, nanah vagina balasan basil yang tidak ditangani dengan baik mampu meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, mirip keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat tubuh rendah, dan radang panggul usai melahirkan.

Jika penyakit ini terjadi karena kekerabatan seks yang kurang aman, maka kamu, pasanganmu, dan bayi di dalam kandungan juga berisiko terkena penyakit menular seksual (PMS), mirip herpes, klamidia, dan gonore.

Infeksi vagina balasan basil umumnya mampu diobati menggunakan obat antibiotik yang diresepkan dokter, baik dalam bentuk tablet yang diminum maupun salep yang dioleskan pada vagina.

Cara ini Bisa Mencegahmu Terkena Infeksi Vagina Saat Hamil
Ada beberapa hal yang mampu kau lakukan biar terhindar dari nanah vagina ketika hamil, yaitu:

Hindari membersihkan vagina dengan sabun atau cairan pembersih kewanitaan. Cukup bersihkan area vaginamu dengan air hangat.
Gunakan celana dalam yang longgar dan terbuat dari katun biar mampu menyerap keringat di sekitar kemaluan.
Cobalah untuk tidur tanpa menggunakan celana dalam, untuk memudahkan pertukaran udara ke area intimmu.
Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang, yaitu dari arah vagina menuju anus, bukan sebaliknya.
Setelah berenang atau melaksanakan kegiatan yang menciptakan celana dalammu basah, segera ganti dengan celana dalam yang kering.
Gunakan kondom ketika bekerjasama seksual.
Sekalipun ada banyak obat bebas yang mampu dibeli tanpa resep untuk mengobati nanah vagina, kau tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kalau mengalami nanah vagina ketika hamil. Hal ini bertujuan untuk memastikan apa penyebabnya, sekaligus memilih pengobatan yang aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.