5 Jenis Gangguan Menstruasi yang Perlu Anda Ketahui

0
5
5 Jenis Gangguan Menstruasi Yang Perlu Anda Ketahui Alodokter
5 Jenis Gangguan Menstruasi Yang Perlu Anda Ketahui Alodokter

Gangguan menstruasi yaitu kelainan yang terjadi pada siklus menstruasi. Ada bermacam-macam gangguan menstruasi yang mampu dialami wanita, mulai dari darah haid yang terlalu sedikit atau banyak, nyeri haid, sampai depresi menjelang menstruasi atau premenstrual dysphoric disorder. Yuk, kenali tanda-tanda dan penyebabnya dalam ulasan berikut ini!

Siklus menstruasi yang normal terjadi setiap 21-35 hari, dengan usang menstruasi sekitar 4-7 hari. Namun terkadang, siklus menstruasi ini mampu terganggu.

Gangguan menstruasi mampu berupa perdarahan menstruasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, siklus menstruasi yang tidak teratur, menstruasi yang terjadi lebih dari 7 hari, tidak menstruasi lebih dari 3 bulan, atau bahkan tidak pernah haid sama sekali.

Gangguan menstruasi juga mampu disertai dengan keluhan berat, mirip nyeri dan kram parah, sampai depresi menjelang menstruasi.

Jenis-Jenis Gangguan Menstruasi yang Perlu Anda Waspadai
Selain mampu menggangu kegiatan sehari-hari, beberapa jenis gangguan menstruasi perlu diwaspadai lantaran mampu meningkatkan risiko problem kesuburan. Gangguan menstruasi yang umum terjadi mampu dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Amenorea
    Amenorea dibagi menjadi dua, yaitu amenorea primer dan sekunder. Amenorea primer yaitu kondisi di mana seorang perempuan sama sekali belum mengalami haid sampai 16 tahun.

Sedangkan amenorea sekunder yaitu kondisi di mana seorang perempuan usia subur yang tidak sedang hamil dan pernah menstruasi sebelumnya, berhenti menerima menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Kedua jenis amenorea ini mempunyai penyebab yang berbeda. Amenorea primer mampu disebabkan oleh kelainan genetik, gangguan otak yang mengatur hormon menstruasi, atau problem pada indung telur (ovarium) atau rahim.

Sedangkan penyebab amenorea sekunder adalah:

Kehamilan.
Menyusui.
Menopause.
Penurunan berat tubuh yang berlebihan.
Penyakit tertentu, mirip penyakit tiroid, polycystic ovarian syndrome (PCOS), dan tumor otak di potongan kelenjar pituitari atau hipofisis.
Gangguan rahim, mirip miom atau polip dalam rahim.
Stres berat.
Efek samping obat-obatan, mirip kemoterapi dan antidepresan.
Penggunaan kontrasepsi, mirip pil KB, KB suntik, dan IUD.
Selain itu, kekurangan gizi atau malnutrisi dan olahraga yang berlebihan juga mampu mengakibatkan perempuan mengalami amenorea.

  1. Dismenorea
    Dismenorea yaitu kondisi di mana perempuan mengalami nyeri ketika menstruasi, umumnya pada hari pertama dan kedua haid. Gejalanya berupa nyeri atau kram di perut potongan bawah yang terus berlangsung, dan terkadang menyebar sampai ke punggung bawah serta paha. Rasa nyeri tersebut juga mampu disertai sakit kepala, mual, dan muntah.

Dismenorea ini mampu terjadi lantaran kadar hormon prostaglandin yang tinggi ketika hari pertama haid. Setelah beberapa hari, hormon ini akan berkurang kadarnya sampai mampu menciptakan nyeri haid ikut mereda. Nyeri haid jenis ini biasanya akan mulai berkurang seiring bertambahnya usia atau sehabis melahirkan.

Selain lantaran hormon prostaglandin, dismenorea juga mampu terjadi lantaran adanya kelainan sistem reproduksi wanita, seperti:

Endometriosis
Miom rahim
Kista atau tumor di rahim
Radang panggul
Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
Berbeda dengan dismenorea yang normal terjadi lantaran peningkatan hormon prostaglandin, dismenorea lantaran penyakit tertentu biasanya akan berlangsung lebih usang dan semakin memburuk seiring bertambahnya usia.

  1. Menorrhagia
    Menorrhagia yaitu gangguan menstruasi berupa keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak, sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini termasuk durasi haid yang berlangsung lebih dari menstruasi normal, yakni lebih dari 5-7 hari.
BACA JUGA:  Tanpa Disadari Kita Sering Mengalami Kelelahan Psikis, Kenali Dari Awal Lewat 5 Tanda Ini Yuk!

Wanita dengan gangguan menstruasi menorrhagia akan mengalami beberapa keluhan berikut ini:

Darah yang keluar dari vagina terlalu banyak, sehingga harus mengganti pembalut tiap jam.
Harus memakai dua pembalut untuk menampung perdarahan.
Harus bangkit untuk mengganti pembalut pada ketika tidur.
Mengalami tanda-tanda anemia, contohnya lemas, pucat, atau sesak napas.
Mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah selama lebih dari satu hari.
Menorrhagia mampu disebabkan oleh aneka macam hal, mulai dari perubahan acuan makan, sering olahraga, gangguan hormon, abses atau peradangan di vagina dan leher rahim, gangguan tiroid, miom dan polip di rahim, gangguan pembekuan darah, sampai kanker rahim atau kanker serviks.

  1. Oligomenorea
    Oligomenorea yaitu kondisi ketika seorang perempuan jarang sekali mengalami menstruasi, yakni kalau siklus menstruasinya lebih dari 35-90 hari atau menerima haid kurang dari 8-9 kali dalam kurun waktu setahun.

Oligomenorea sering dialami dewasa yang gres memasuki pubertas dan perempuan yang memasuki masa menopause. Gangguan menstruasi ini merupakan imbas dari kegiatan hormon yang sedang tidak stabil di fase-fase tersebut.

Di samping itu, ada beberapa hal lain yang mungkin jadi penyebab oligomenorrhea, yaitu:

Penggunaan kontrasepsi hormonal, mirip pil KB atau KB suntik.
Sering melaksanakan olahraga atau kegiatan fisik berat.
Gangguan ovulasi.
Penyakit tertentu, mirip diabetes, penyakit tiroid, dan sindrom polikistik ovarium (PCOS).
Gangguan makan, mirip anoreksia nervosa dan bulimia.
Masalah psikologis, mirip stres dan depresi.
Efek samping obat-obatan tertentu, mirip antipsikotik dan antiepilepsi.

  1. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
    Menjelang menstruasi, tidak sedikit perempuan mengalami nyeri atau kram perut ringan, sakit kepala, dan keluhan psikologis, mirip perubahan mood, merasa cemas, gelisah, sampai gampang emosi. Gejala-gejala yang muncul mendekati tiba bulan ini disebut dengan PMS atau premenstrual syndrome.

Namun kalau tanda-tanda PMS yang dirasakan cukup berat sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, maka kondisi ini disebut PMDD. Selain nyeri haid yang disertai sakit kepala, tanda-tanda PMDD mampu berupa gelisah, susah tidur, makan berlebihan, sulit konsentrasi, depresi, merasa lemas dan tidak berenergi, sampai muncul ilham atau impian untuk bunuh diri.

Penyebab PMDD dan PMS belum diketahui secara pasti, namun diduga lantaran adanya kelainan zat kimia di otak yang mengatur mood. Salah satu zat kimia ini yaitu serotonin.

Selain itu, ada beberapa hal yang diduga turut berperan dalam munculnya kondisi ini, seperti:

Faktor keturunan
Kelebihan berat badan
Jarang berolahraga
Penyakit tiroid
Konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obat terlarang
Untuk memastikan penyebab gangguan menstruasi, dibutuhkan serangkaian investigasi oleh dokter. Pemeriksaan ini mencakup peninjauan riwayat menstruasi, investigasi fisik, serta tes penunjang berupa tes darah, sampai USG, histerosalpingografi, dan MRI.

Beberapa investigasi lain yang mungkin dilakukan untuk menemukan penyebab gangguan menstruasi yaitu pap smear, biopsi rahim, dan histeroskopi.

Penanganan untuk setiap jenis gangguan menstruasi berbeda, tergantung pada penyebabnya. Oleh lantaran itu, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter guna menerima penanganan yang sesuai. Penanganan gangguan menstruasi mampu berupa pertolongan obat-obatan sampai operasi.

Gangguan menstruasi yang terjadi hanya sesekali biasanya tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun kalau gejala-gejalanya sering muncul dan sudah berlangsung dalam jangka waktu yang lama, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.