Inilah Bahaya Radiasi Nuklir bagi Kesehatan

0
11
Begini Cara Radiasi Nuklir Merenggut Nyawa Anda Alodokter
Begini Cara Radiasi Nuklir Merenggut Nyawa Anda Alodokter

Radiasi nuklir banyak dipakai secara medis untuk mengobati dan mendiagnosis penyakit. Namun bila seseorang terlalu sering terpapar radiasi nuklir, maka dampaknya bisa berbahaya. Berbagai dampak yang bisa ditimbulkan dari paparan radiasi ini, mulai dari keracunan, gangguan tumbuh kembang, kanker, sampai kematian.

Radiasi yaitu energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Radiasi dibagi menjadi dua jenis, yakni radiasi pengion (radiasi takaran besar) dan radiasi non-pengion (radiasi takaran rendah).

Jenis radiasi yang berisiko tinggi mengakibatkan persoalan kesehatan yaitu radiasi pengion. Seseorang bisa terpapar radiasi nuklir jenis ini dari mesin pemancar energi nuklir, mirip pada investigasi CT-scan dan Rontgen, atau melalui ledakan bom nuklir dan kebocoran reaktor nuklir.

Dampak Buruk Radiasi Nuklir bagi Kesehatan
Tubuh insan yang terpapar radiasi nuklir takaran besar akan mengalami sindrom radiasi akut (ARS) atau keracunan radiasi yang bisa berujung pada kematian.

Tingkat keparahan dan tanda-tanda yang timbul tergantung kepada seberapa besar radiasi nuklir yang terserap tubuh. Adapun banyaknya peresapan radiasi tergantung kepada kekuatan energi radiasi dan jarak badan dengan sumber radiasi.

Tanda dan tanda-tanda keracunan radiasi nuklir mungkin tidak segera muncul dikala badan terpapar radiasi nuklir dalam jumlah besar. Gejala mungkin gres akan muncul dalam waktu beberapa jam, sampai berminggu-minggu sesudah terpapar radiasi.

Gejala-gejala yang sanggup muncul dikala seseorang mengalami keracunan radiasi nuklir adalah:

Ganggaun pencernaan, mirip mual, muntah, diare.
Sakit kepala.
Demam.
Pusing.
Kelelahan.
Rambut rontok.
Muntah darah.
Luka, lepuhan, dan peradangan di banyak sekali pecahan tubuh, mirip mulut, bibir, usus, kerongkongan, dan kulit.
Kasus penyakit radiasi nuklir mulai booming semenjak terjadinya ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Yang lebih dahsyat yaitu ketika pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina meledak dan meluluhlantakkan kota tersebut.

Reaktor nuklir yang rusak mengeluarkan materi yodium radioaktif dan cesum. Bahan tersebut dipercaya mengakibatkan ratusan ribu pekerja PLTN Chernobyl meninggal, baik dikala kejadian atau alasannya yaitu penyakit radiasi nuklir yang timbul sesudah peristiwa tersebut.

Dampak jelek radiasi nuklir terhadap kesehatan badan antara lain:

  1. Hancurnya sel-sel tubuh
    Energi radiasi nuklir takaran tinggi sanggup mengakibatkan sel-sel badan rusak, sehingga menimbulkan banyak sekali komplikasi. Daerah badan yang paling rentan mengalami kerusakan balasan paparan radiasi nuklir takaran tinggi yaitu lambung, usus, mulut, pembuluh darah, dan sel-sel yang memproduksi darah di sumsum tulang.
BACA JUGA:  Wajib Tahu, Ternyata Manfaat Pisang Berbeda Tergantung Tingkat Kematangan

Kerusakan yang terjadi di sumsum tulang akan menjadikan badan tak bisa melawan nanah atau penyakit. Ketika hal ini terjadi, maka radiasi nuklir berisiko tinggi untuk merenggut nyawa.

  1. Kanker
    Banyak studi yang memperlihatkan bahwa orang yang sering terpapar radiasi nuklir, terutama bawah umur dan orang sampaumur muda, berisiko besar terkena kanker. Beberapa penyakit kanker tersebut yaitu kanker darah, kanker paru-paru, kanker kulit, kanker tulang, kanker payudara, kanker tiroid, dan kanker otak.
  2. Gangguan tumbuh kembang anak
    Efek radiasi nuklir juga berdampak jelek bagi tumbuh kembang anak, terutama perkembangan otak dan sarafnya. Paparan radiasi nuklir pada janin sanggup mengakibatkan bayi terlahir cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental.
  3. Kerusakan jaringan kulit
    Dampak jelek radiasi nuklir juga bisa mengakibatkan kerusakan pada jaringan kulit. Orang yang terpapar radiasi nuklir takaran tinggi akan mengalami kulit terbakar, lecet dan luka, bahkan kanker kulit.

Radiasi nuklir juga sanggup merusak sel-sel kulit di kepala sampai mengakibatkan kerontokan rambut dan kebotakan permanen.

Penanganan Penyakit Radiasi Nuklir
Tujuan pengobatan penyakit radiasi nuklir yaitu untuk mencegah kontaminasi radioaktif lebih lanjut dan meringankan gejala-gejala yang muncul, mirip luka, cedera, dan rasa nyeri di badan penderita penyakit radiasi nuklir.

Setelah terpapar radiasi nuklir, pastikan untuk melepaskan seluruh pakaian yang melekat di badan untuk mencegah kontaminasi tambahan, dan segera basuh pecahan badan atau kulit yang terkena radiasi dengan air dan sabun.

Untuk mengobati sumsum tulang yang rusak, dokter akan menawarkan obat-obatan yang bekerja dengan cara menstimulasi dan meningkatkan jumlah sel darah putih untuk melawan imbas dari radiasi pada sumsum tulang.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menawarkan transfusi darah untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang, atau bahkan melaksanakan transplantasi sumsum tulang.

Dampak paparan radiasi nuklir dalam takaran tinggi memang sangat mematikan. Namun hal tersebut jarang terjadi di kawasan atau negara yang tidak banyak memakai tenaga nuklir sebagai sumber listriknya. Jika Anda merasa terkena paparan radiasi nuklir dalam jumlah besar, segeralah cari dukungan medis di rumah sakit terdekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.