Bumil, Kontraksi Ternyata ada Beberapa Jenis. Yuk, Kenali

0
12
Bumil Kontraksi Ternyata Ada Beberapa Jenis Yuk Kenali Alodokter
Bumil Kontraksi Ternyata Ada Beberapa Jenis Yuk Kenali Alodokter

Ibu hamil, terutama yang gres mengandung anak pertama, mungkin masih gundah menyerupai apa rasanya kontraksi. Apalagi ada lebih dari satu jenis kontraksi dengan ciri-ciri yang berbeda. Yuk, kenali satu per satu jenis kontraksi tersebut.

Seperti apa sih kontraksi itu? Secara umum, ibu hamil yang mengalami kontraksi akan mencicipi perut mengencang dan keras. Tujuan kontraksi, terutama kontraksi dikala menjelang persalinan, yaitu untuk mempersiapkan jalan lahir bagi keluarnya bayi. Tetapi, ternyata tidak semua kontraksi menjadi tanda bahwa bayi akan lahir.

Tiga Jenis Kontraksi
Tidak hanya kontraksi jelang persalinan, ada juga kontraksi palsu dan kontraksi dini atau prematur. Bumil perlu mengenali perbedaannya berikut ini:

  1. Kontraksi palsu/kontaksi Braxton-Hicks

Di sekitar usia kehamilan 4 bulan, Bumil mungkin mencicipi otot rahim berkontraksi secara tidak teratur. Tetapi kontraksi ini sesungguhnya belum menjadi tanda persalinan, kok. Kontraksi ini cenderung mampu mereda bila Bumil mengubah posisi tubuh, contohnya dari berbaring kemudian bangkit dan berjalan sejenak.

Umumnya kontraksi yang disebut Braxton-Hicks ini ditandai dengan tanda-tanda perut terasa kencang namun tidak nyeri, kontraksi terpusat pada serpihan perut, dan mulai terasa bila Bumil kelelahan atau kurang minum.

Kontraksi palsu ini umumnya tidak akan bertambah berpengaruh dan tidak menjadikan perubahan atau pembukaan pada leher rahim. Tetapi Bumil perlu segera memeriksakan diri bila kontraksi ini disertai dengan perdarahan atau kontraksi dirasakan semakin kuat.

  1. Kontraksi dini

Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi dini tidak mampu reda dengan istirahat. Kontraksi jenis ini terjadi bila Bumil mencicipi kontraksi teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu. Biasanya kontraksi ini mempunyai contoh tertentu, contohnya setiap 10 menit sampai satu jam.

Selain perut yang terasa kencang, biasanya kontraksi dini disertai gejala:

Sakit punggung
Kram perut
Terasa tekanan pada perut, panggul, dan kemaluan
Konstipasi
Sering buang angin
Ada anggapan bahwa kontraksi di awal kehamilan ini merupakan bentuk penyesuaian badan dengan peregangan ligamen di sekitar rahim. Namun mengingat bahwa kontraksi jenis ini berisiko menjadikan persalinan prematur, ada baiknya Bumil memeriksakan kandungan ke dokter bila mengalaminya, terutama bila disertai dengan perdarahan atau air ketuban merembes.

  1. Kontraksi jelang persalinan
BACA JUGA:  Gejala Mirip Dengan Demam Berdarah, Jangan Salah Diagnosis Flu Tulang

Kontraksi orisinil yang menjadi tanda persalinan sudah bersahabat biasanya terasa semakin usang semakin kuat. Ini menjadi mengambarkan bahwa serviks semakin terbuka 4-10 cm sebagai jalan lahir bayi. Ciri-ciri kontraksi jelang persalinan adalah:

Nyeri perut bawah yang terasa semakin kuat. Terkadang menyerupai mirip kram menstruasi.
Kontraksi mampu terasa di sekujur tubuh, mulai dari punggung dan perut kemudian menjalar ke paha dan kaki.
Dapat terasa selama 45 detik sampai 1 menit, dengan jeda 3-5 menit.
Saat serviks melebar 7-10 cm, intensitas kontraksi menjadi 1-1,5 menit, dengan jeda setengah sampai 2 menit.
Keluar lendir bercampur darah atau berwarna merah muda.
Saat mengalami kontraksi menjelang persalinan ini, Bumil mampu juga mencicipi tanda-tanda lain, menyerupai ketuban pecah, mual, dan pusing.

Cara Membedakan Kontraksi
Bagi yang gres mengalami kehamilan pertama mungkin masih gundah memilih jenis kontraksi yang dirasakan. Cara menyelidiki apakah kontraksi yang dialami yaitu kontraksi orisinil atau sekedar pergerakan bayi yaitu dengan berbaring dan letakkan tangan Bumil di perut.

Jika sebagian perut terasa keras sementara sebagian lain terasa lunak, maka kemungkinan itu bukan kontraksi. Tetapi bila seluruh perut terasa kram dan keras, maka mampu jadi yang Bumil alami yaitu kontraksi asli.

Kram atau kontraksi yang bukan merupakan tanda persalinan mampu diredakan dengan beberapa cara, seperti:

Mengonsumsi air putih yang cukup.
Mengubah posisi tubuh, contohnya dari posisi duduk ke berdiri.
Beristirahat dengan berbaring miring ke kiri.
Mandi air hangat.
Atur contoh napas secara teratur, caranya tarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan-lahan.
Dengan mengenali jenis dan ciri kontraksi, sekarang Bumil mampu mengantisipasi tanda akan segera bersalin dan tanda ancaman yang mampu mengancam kehamilan. Namun bila Bumil tidak yakin jenis kontraksi apa yang sedang dialami, segeralah periksakan diri ke dokter. Terutama bila Bumil mengalami pecah ketuban dengan atau tanpa tanda-tanda persalinan, kontraksi terasa kencang tapi usia kehamilan belum 37 minggu, atau bila Bumil mencicipi kontraksi atau kram yang sangat berpengaruh dan tak tertahankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.