Petting Bisa Hamil atau Tidak, Tergantung Kondisinya

0
10
Petting Bisa Hamil Atau Tidak Tergantung Kondisinya Alodokter
Petting Bisa Hamil Atau Tidak Tergantung Kondisinya Alodokter

Pertanyaan wacana apakah melaksanakan petting mampu hamil atau tidak, sering terbersit di pikiran sebagian orang. Terutama kaum muda yang belum banyak memahami acara seksual. Untuk mengetahui jawabannya, simak klarifikasi di artikel berikut ini.

Petting bagi pasangan menikah mampu dimanfaatkan sebagai foreplay atau pemanasan sebelum berafiliasi intim. Sementara itu, petting bagi pasangan yang belum menikah banyak dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual tanpa melaksanakan senggama.

Apa itu Petting?
Petting merupakan istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan acara merangsang atau menawarkan stimulasi seksual kepada pasangan, umumnya dengan menggunakan tangan atau mulut. Istilah petting juga dipakai untuk menyentuh atau meraba pasangan hingga mengalami orgasme.

Beberapa tindakan petting yang dilakukan perempuan pada laki-laki antara lain ialah meraba, mencium, atau melaksanakan seks oral pada penis. Sementara ketika laki-laki melaksanakan petting pada wanita, stimulasi yang mampu dilakukan ialah pada area sekitar payudara dan vagina. Petting juga mampu dilakukan dengan alat bantu seks (sex toys).

Apakah dengan Melakukan Petting Bisa Hamil?
Petting mampu hamil atau tidak sangat tergantung pada acara seksual yang dilakukan. Kehamilan terjadi ketika sel sperma laki-laki membuahi sel telur wanita. Pembuahan mampu terjadi meskipun penis tidak masuk ke dalam vagina (penetrasi), namun kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi pada petting.

Air mani laki-laki pada dikala ejakulasi mampu mengandung jutaan sperma, bahkan hingga lebih dari 300 juta sperma. Saat terangsang, penis mengalami ereksi dan mengeluarkan cairan praejakulasi yang mengandung sperma.

Jika sperma laki-laki masuk ke dalam badan perempuan melalu vagina, kemudian mencapai tuba falopi di mana sel telur berada, mampu saja terjadi pembuahan. Pembuahan mampu dilakukan oleh sperma yang terdapat pada cairan praejakulasi.

BACA JUGA:  Penyebab Pipi Bengkak dan Cara Mengatasinya

Petting yang dilakukan dengan kondisi penis dan vagina berdekatan tanpa menggunakan pakaian dalam masih memungkinkan sperma masuk ke dalam vagina. Sperma juga mampu masuk ke vagina secara tidak sengaja melalui jari atau cuilan badan lain yang terkena cairan air mani, atau ketika penis menyentuh area sekitar vagina.

Risiko Petting terhadap Kesehatan
Risiko terkena penyakit menular seksual sehabis melaksanakan petting tetap ada, meski lebih kecil dibandingkan berafiliasi seksual dengan penetrasi. Oral seks mampu meningkatkan risiko terkena penyakit herpes, kutil kelamin, sifilis, klamidia, dan gonore. Namun, risiko ini mampu dicegah dengan menggunakan kondom.

Sementara itu, petting menggunakan alat bantu seks meningkatkan risiko terkena trikomoniasis. Trikomoniasis ialah jerawat benalu yang menyerang kanal kemih dan genital, baik pada laki-laki maupun wanita. Penyakit ini mampu menular lewat alat bantu seks yang dipakai secara bergantian, tidak dicuci, dan tidak dilapisi kondom dikala digunakan.

Nah, kini Anda sudah paham mengenai risiko di balik melaksanakan petting, kan? Sekali lagi, petting mampu menimbulkan kehamilan kalau dilakukan dalam kondisi yang memungkinkan sperma masuk ke vagina. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan risiko penularan penyakit menular seksual akhir petting.

Jika Anda mengalami tanda-tanda kehamilan atau tanda-tanda penyakit menular sehabis melaksanakan petting, meskipun tidak melaksanakan senggama atau kekerabatan seks dengan penetrasi, periksakanlah diri ke dokter kandungan atau dokter seorang ahli kulit dan kelamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.