Fakta tentang Manfaat dan Risiko Onani

0
4
Sikap Yang Benar Dalam Menyikapi Onani Alodokter
Sikap Yang Benar Dalam Menyikapi Onani Alodokter

Tak sedikit orang melaksanakan onani untuk mencapai orgasme di ketika pasangan sedang tidak berada di dekatnya. Onani juga bisa menjadi salah satu cara untuk melatih diri mengendalikan orgasme. Meski demikian, banyak yang percaya bahwa onani sanggup menjadikan pengaruh berbahaya, mirip kebutaan dan tuberkulosis. Untuk mengetahui kebenarannya, simak klarifikasi berikut.

Biasanya onani dilakukan dengan cara menyentuh, menggosok, atau memijat penis (pada pria) atau klitoris (pada wanita).

Pada pria, acara ini diakhiri dengan ejakulasi atau keluarnya cairan dari kemaluan yang disebut dengan air mani. Di dalam cairan inilah terdapat sel-sel sperma. Saat mencapai orgasme, perempuan juga sanggup mengeluarkan cairan dari organ intimnya, tetapi hal ini lebih jarang terjadi.

Fakta-Fakta ihwal Onani
Berikut ini beberapa fakta ihwal onani menurut pertanyaan-pertanyaan yang umum diajukan:

  1. Apakah onani merupakan acara yang tidak normal?
    Secara medis, onani bukanlah sikap yang tidak normal. Onani gres dianggap berbahaya kalau sudah mengganggu korelasi seksual Anda dengan pasangan, atau menjadikan kecenderungan ingin melakukannya di tempat-tempat umum.
  2. Adakah manfaat onani?
    Onani memilliki beberapa manfaat bagi kesehatan, salah satunya ialah untuk membantu Anda mengendalikan orgasme. Onani untuk melatih ejakulasi bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan ejakulasi dini.

Tidak hanya itu, onani juga dianggap bisa mengurangi stres, menciptakan tidur lebih nyenyak, meredakan sakit kepala, serta memperbaiki suasana hati.

  1. Apakah laki-laki yang sudah mempunyai pasangan tidak seharusnya melaksanakan onani?
    Bukan sebuah menandakan jelek kalau Anda masih onani meski sudah mempunyai pasangan. Onani bisa saja dilakukan oleh orang yang sudah menikah, contohnya bila pasangannya sedang tidak ingin atau tidak bisa berafiliasi seks. Tidak perlu khawatir, lantaran onani tidak akan mengurangi produksi sperma Anda.
BACA JUGA:  Ini Alasan Anda Untuk Mencoba Lari Maraton

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pasangan Anda menjadi kurang nyaman kalau Anda lebih menentukan untuk melaksanakan onani. Ia bisa saja menganggap bahwa penyebab Anda masih onani ialah lantaran dirinya tidak bisa memuaskan Anda di ranjang.

Oleh lantaran itu, jalinlah komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan. Anda sanggup menjelaskan bahwa onani hanyalah selingan, dan bukan merupakan cara utama Anda menerima kepuasan seksual.

  1. Apakah benar onani bisa menimbulkan kebutaan dan tuberkulosis?
    Onani bukan hanya dipercaya sanggup menimbulkan kebutaan, tapi juga penyakit jiwa, tuberkulosis, jerawat, bahkan kematian. Untungnya, itu semua tidak benar. Belum ada satu pun penelitian yang membuktikan kebenaran mitos-mitos tersebut.
  2. Apakah terlalu sering onani menimbulkan disfungsi ereksi?
    Disfungsi ereksi (impotensi) atau ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai ereksi ketika berafiliasi intim tidak disebabkan oleh sering onani.

Namun, terlalu sering onani memang bisa menimbulkan seseorang menjadi lebih terbiasa dan mungkin lebih menyukai cara ini untuk mencapai orgasme, ketimbang dengan pasangan. Hal inilah yang berisiko menciptakan kehidupan seksual dengan pasangan menjadi terganggu.

Melakukan onani secara sehat sebaiknya disertai dengan kesadaran untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Hindari juga menyentuh, memijat, atau menggosok-gosok kemaluan terlalu keras, lantaran bisa menimbulkan nyeri, luka, atau infeksi pada alat kelamin.

Hal lain yang penting untuk diingat, kalau kebiasaan masturbasi atau onani hingga mengganggu acara keseharian atau mengganggu kehidupan seksual Anda dengan pasangan, sebaiknya konsultasikanlah hal ini ke dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.