Kenali Macam-Macam Anestesi dan Efek Sampingnya

0
2
Kenali Macam Macam Anestesi Dan Efek Sampingnya Alodokter
Kenali Macam Macam Anestesi Dan Efek Sampingnya Alodokter

Dalam dunia kedokteran, rasa sakit ketika menjalani operasi atau mekanisme kesehatan lainnya mampu dihilangkan dengan tunjangan anestesi. Anestesi sendiri berarti hilangnya rasa atau sensasi di tubuh, dan jenisnya ada bermacam-macam.

Cara kerja anestesi ialah dengan menghentikan atau memblokir sinyal saraf dari sentra rasa sakit yang akan dirasakan pasien selama operasi atau ketika menjalani mekanisme medis tertentu. Anestesi mampu diberikan dalam aneka macam bentuk, mirip salep, semprotan, suntikan, atau gas yang harus dihirup oleh pasien.

Tiga Macam Anestesi
Anestesi mampu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu anestesi lokal, regional, dan umum. Setiap jenis anestesi mempunyai cara kerja dan tujuan yang berbeda-beda, berikut ialah penjelasannya:

  1. Anestesi lokal
    Anestesi lokal dilakukan dengan memblokir sensasi atau rasa sakit pada area badan yang akan dioperasi. Jenis anestesi ini tidak memengaruhi kesadaran, sehingga pasien akan tetap sadar selama menjalani operasi atau mekanisme medis.

Anestesi lokal mampu dipakai untuk operasi minor atau kecil, mirip perawatan gigi, operasi mata, mekanisme pengangkatan tahi lalat, dan biopsi pada kulit. Anestesi jenis ini mampu diberikan dengan cara disuntik, disemprot, atau dioleskan ke kulit maupun selaput lendir yang akan dioperasi.

  1. Anestesi regional
    Anestesi regional dilakukan dengan memblokir rasa sakit di sebagian anggota tubuh. Seperti halnya anestesi lokal, pasien akan tetap tersadar selama operasi berlangsung, namun tidak mampu mencicipi sebagian anggota tubuhnya.

Pada anestesi regional, obat akan diberikan dengan cara disuntikkan di bersahabat sumsum tulang belakang atau di sekitar area saraf. Suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit pada beberapa potongan tubuh, mirip pinggul, perut, lengan, dan kaki.

Terdapat beberapa jenis anestesi regional, yaitu blok saraf perifer, epidural, dan spinal. Anestesi regional yang paling sering dipakai ialah epidural, yang umum dipakai ketika persalinan.

  1. Anestesi umum
    Anestesi umum atau biasa disebut bius total ialah mekanisme pembiusan yang menciptakan pasien menjadi tidak sadar selama operasi berlangsung. Anestesi jenis ini sering dipakai untuk operasi besar, mirip operasi jantung terbuka, operasi otak, atau transplantasi organ.

Anestesi ini mampu diberikan melalui dua cara, yaitu melalui gas untuk dihirup (inhalasi) dan obat yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravena).

BACA JUGA:  Tak Sekadar Melembabkan Kulit, Inilah 4 Manfaat Tak Terduga dari Baby Oil

Anestesi umum dianggap cukup kondusif untuk sebagian besar pasien. Namun pada kelompok tertentu, mirip lansia, anak- anak, atau pasien yang kondisinya sangat buruk, tunjangan anestesi jenis ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati alasannya ialah mampu mengakibatkan komplikasi yang berbahaya.

Pemilihan dan tunjangan anestesi akan diadaptasi dengan kondisi kesehatan pasien, mekanisme medis yang akan dijalani, dan lamanya mekanisme yang akan dilakukan.

Beberapa Efek Samping Anestesi
Seperti juga mekanisme medis lainnya, anastesi berisiko menjadikan imbas samping, baik ringan maupun berat. Berikut ini ialah imbas samping yang mampu terjadi akhir tunjangan anestesi, menurut jenis anestesinya:

Efek samping anestesi lokal:

Rasa nyeri, ruam, serta pendarahan ringan di area suntikan.
Sakit kepala.
Pusing.
Kelelahan.
Mati rasa pada area yang disuntik.
Kedutan pada jaringan otot.
Penglihatan kabur.
Efek samping anestesi regional:

Sakit kepala.
Reaksi alergi.
Nyeri punggung.
Perdarahan.
Kejang.
Sulit buang air kecil.
Penurunan tekanan darah.
Infeksi tulang belakang.
Efek samping anestesi umum:

Mual dan muntah.
Mulut kering.
Sakit tenggorokan.
Suara serak.
Rasa kantuk.
Menggigil.
Timbul nyeri dan memar di area yang disuntik atau dipasangkan infus.
Kebingungan.
Sulit buang air kecil.
Kerusakan gigi.
Risiko untuk mengalami imbas samping anestesi akan semakin tinggi apabila pasien mempunyai penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, misanya penyakit jantung atau obesitas. Usia yang terlalu muda atau terlalu tua, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, serta konsumsi obat-obatan tertentu juga akan meningkatkan risiko terjadinya imbas samping anestesi.

Untuk mencegah munculnya imbas samping, dokter atau perawat akan melaksanakan investigasi lengkap dan memberitahukan hal-hal apa saja yang boleh dan dilarang dilakukan sebelum operasi berlangsung. Misalnya, kapan harus berhenti makan dan minum, atau obat dan tambahan apa saja yang dilarang dikonsumsi sebelum operasi.

Jika Anda akan melaksanakan operasi atau suatu tindakan medis, baik besar maupun kecil, tanyakanlah dengan terperinci kepada dokter anestesi yang akan menangani Anda, terkait jenis dan imbas samping anestesi yang akan digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.