Mengenal Fungsi Pelvis Renalis dan Penyakit yang Bisa Menyerangnya

0
2
Mengenal Fungsi Pelvis Renalis Dan Penyakit Yang Bisa Menyerangnya Alodokter
Mengenal Fungsi Pelvis Renalis Dan Penyakit Yang Bisa Menyerangnya Alodokter

Pelvis renalis atau pelvis ginjal ialah ruang berbentuk corong yang terletak di dalam ginjal dan berperan penting dalam proses pengumpulan dan pembuangan urine. Pelvis renalis terdiri dari dua bagian. Sejumlah penyakit mampu menyerang area ini, yang mampu mengakibatkan gangguan pada fungsinya.

Urine merupakan hasil penyaringan darah yang dilakukan oleh ginjal. Setelah diproduksi, urine akan melewati sejumlah bagian, yaitu pelvis renalis, ureter, kandung kemih, dan dikeluarkan lewat uretra ketika buang air kecil.

Mengenal Fungsi Pelvis Renalis dan Bagian-bagiannya
Pelvis renalis ialah ruang berdiameter sekitar 0,4-1 cm dengan cabang-cabang berbentuk corong yang terletak di dalam ginjal. Area ini bekerjasama pribadi dengan penggalan atas susukan penghubung ginjal dan ureter.

Fungsi pelvis renalis ialah sebagai wadah penampung urine sementara, sehabis dihasilkan oleh area filtrasi ginjal (nefron), urine ini lalu akan dialirkan ke ureter dan dibuang keluar tubuh.

Pelvis renalis terdiri dari dua bagian, yaitu:

Calyces
Calyces ialah penggalan awal dan terbesar dari pelvis renalis. Bagian ini terdiri dari ruang yang yang disebut major calyx dan cabang-cabang lebih kecil (minor calyx).

Pada calyces, terdapat mangkuk kecil yang berfungsi mendapatkan urine dari area filtrasi ginjal (nefron). Mangkuk ini juga merupakan wadah penampung sementara bagi urine sebelum disalurkan ke ureter.

Hilum
Hilum ialah penggalan tamat pelvis renalis yang tersambung pribadi dengan ureter. Bagian ini merupakan susukan pendek yang berada di ujung ginjal. Pada hilum, terdapat pembuluh darah besar, yaitu arteri dan vena ginjal. Bagian ini juga menjadi pintu masuk dan keluarnya darah dari ginjal.

Bila diurutkan, darah masuk ke ginjal untuk disaring oleh area berjulukan nefron. Hasil penyaringan dari nefron atau urine akan masuk ke pelvis renalis lewat calyces (mangkuk penampung) dan keluar lewat hilum untuk disalurkan ke ureter.

BACA JUGA:  Tips Buat Suami: Begini Cara Memijat Istrimu yang Sedang Hamil

Penyakit yang Dapat Terjadi di Pelvis Renalis
Penyakit- penyakit berikut mampu menyerang pelvis renalis:

Karsinoma sel transisional
Karsinoma sel transisional ialah salah satu kanker yang mampu terjadi di pelvis renalis. Namun, kejadiannya tergolong jarang, hanya sekitar 7% dari semua jenis kanker pada ginjal.

Gejala kondisi ini mampu bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Gejala yang umum terjadi ialah muncul darah di urine, serta nyeri di pinggang penggalan samping atau punggung bawah tidak kunjung hilang.

Pielonefritis
Pielonefritis ialah peradangan pada pelvis renalis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyebaran kuman dari infeksi kandung kemih yang tidak mendapatkan penanganan. Pielonefritis mampu menjadikan tanda-tanda sakit pinggang dan demam.

Hidronefrosis
Hidronefrosis pada kondisi ini, adanya sumbatan pada ajaran urine atau ajaran balik urine dari kandung kemih, mampu mengakibatkan renal pelvis mengalami pembengkakan. Kondisi ini mampu tidak menjadikan gejala, namun pada sebagian pasien, sakit di sisi-sisi perut, pinggang dan nyeri selangkangan mampu terjadi.

Pelvis renalis termasuk penggalan dari sistem susukan kemih yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dialirkan ke ureter. Cegah penyakit pada pelvis renalis dengan menerapkan gaya hidup sehat. Bila Anda mengalami keluhan dalam buang air kecil atau nyeri di sisi perut, pinggang, atau selangkangan, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.