5 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Selama Puasa

0
85
2
2

Tidak terasa bulan rahmat sudah memasuki ahad kedua. Setelah menahan lapar dari imsak hingga waktu berbuka, yakni hal yang manusiawi kalau seakan kau ingin “balas dendam” dengan menyantap kuliner favoritmu begitu adzan Maghrib berkumandang. Namun ingat, inti dari puasa yakni berguru menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan. Saat berbuka pun kau tetap harus menahan diri dan bijak dalam menentukan makanan, terutama yang baik untuk organ tubuh kita mirip jantung. Bagaimana caranya biar kesehatan jantung tetap terjaga selama menjalankan puasa?

Memilih materi kuliner yang seimbang dan baik untuk jantung

Apa saja? Untuk protein, pilih ikan yang kaya Omega 3 mirip salmon, tuna, dan makarel. Sayur-sayuran berwarna merah, kuning, dan oranye mirip wortel, kentang, paprika merah kaya akan carotenoids, serat, dan vitamin yang baik untuk jantung. Begitupun dengan asparagus, tomat, brokoli, dan bayam. Instead of lettuce, coba pakai bayam sebagai penggantinya untuk sandwich atau salad. Kalau buah-buahan, yang terbukti baik untuk jantung yakni buah-buahan dari keluarga berry mirip strawberry, cranberry, raspberry, blueberry alasannya yakni mereka kaya akan fitonutrien dan serat yang baik untuk jantung. Selain dimakan langsung, buah-buahan tersebut juga mampu kau campurkan ke sereal, oatmeal, atau yoghurt. Selain berries, pilihan buah lainnya yakni jeruk dan pepaya yang mengandung beta-karoten, potassium, magnesium, dan serat. Kalau sehabis buka masih ingin ngemil, kau mampu menentukan dark chocolate yang mengandung 70 persen kokoa – which is slightly bitter atau kacang-kacangan mirip almond dan kenari yang mampu memuaskan selera ngemil sekaligus baik untuk jantung.

Konsumsi kuliner yang mengandung banyak serat

Serat yakni elemen penting dalam kuliner untuk mencegah konstipasi, mengontrol tingkat gula darah, mengurangi tingkat kolesterol dan menciptakan tubuh tidak cepat lapar. Tapi, kalau sebelumnya kau tidak biasa mengonsumsi kuliner kaya serat, sebaiknya mulai sedikit-sedikit dulu alasannya yakni kalau tubuh kau tidak terbiasa, kesannya justru mampu menciptakan perutmu kembung atau (ironisnya) konstipasi. Untuk memenuhi kebutuhan serat di bulan puasa, dikala sahur kau mampu mengonsumsi roti gandum dengan teh atau kopi dan sereal dengan buah-buahan segar. Untuk buka, kau mampu menentukan pasta, nasi merah, atau sayur.

BACA JUGA:  Timbulkan Efek Berbahaya, Ini 5 Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Obat

Konsumsi lemak baik

Lemak tidak harus dihindari alasannya yakni selain mampu menambah kelezatan kuliner juga bermanfaat untuk menyerap beberapa vitamin. Tentunya, Cosmo bicara ihwal lemak baik ya, alasannya yakni banyak juga lemak yang kurang sehat mirip lemak jenuh yang berasal dari produk susu full-cream, kulit ayam, santan, mentega, coffee creamer serta lemak trans yang berasal dari gorengan, kue, dan keripik yang mampu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebaiknya kurangi konsumsi kuliner goreng dan minuman atau dessert yang creamy alasannya yakni walaupun enak namun kadar nutrisinya sangat sedikit yang mampu menimbulkan kenaikan berat badan. Alternatifnya yakni lemak baik yang mampu kau dapatkan dari bahan-bahan mirip alpukat, zaitun, kacang-kacangan, minyak ikan, dan minyak sayur.

Menjaga kadar cairan tubuh

Terkadang, “siksaan” yang lebih berat selama puasa justru menahan haus dibanding lapar. Itu masuk akal alasannya yakni kekurangan cairan dalam tubuh mampu menimbulkan dehidrasi, pusing kepala, konstipasi, dan menurunkan tekanan darah. Di bulan puasa, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi 6 hingga 8 gelas air per hari, di samping pilihan lain mirip teh, kopi, jus buah, atau smoothies.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.