Milenial, Waspadai 6 Alergi Tak Biasa Yang Berhubungan Dengan Tren Kekinian Ini

0
18

Apa yang akan kau pikirkan kalau mendengar kata “Milenial”? Buat kau yang aktif menggunakan teknologi bahkan sudah bergantung dengannya, kau mungkin sudah dekat dengan istilah “Milenial” ini.

Milenial sendiri dikenal sebagai Generasi Y. Kelompok ini muncul sehabis generasi X yang disebut dengan Gen-X. Milenial sendiri umumnya yakni bawah umur dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang sudah tua.

Karakteristik dari generasi Milenial ini sendiri mampu saja berbeda-beda, namun mereka mempunyai sejumlah kesamaan. Generasi ini umumnya ditandai dengan peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media dan teknologi digital. Dengan begitu, mereka cenderung membuat tren-tren gres yang ramah disebut dengan tren kekinian.

Mulai dari tren gres soal profesi sampai beberapa aktivitas yang ramah dilakukan para milenial ini. Sebut saja sekarang profesi tak kaku menyerupai dokter atau guru, namun ada pula profesi menyerupai YouTuber dan juga Selebgram. Kegiatan-kegiatan para milenial ini juga cenderung aktif dan beragam.

Sayangnya, selain manfaat keakraban dengan teknologi, generasi milenial tak terhindarkan dari bermacam-macam penyakit dan risiko kesehatan. Seperti contohnya duduk perkara alergi. Kendati sudah dekat dengan teknologi, para generasi milenial ini tak mampu menghindari beberapa alergi yang mungkin saja berafiliasi dengan tren kekinian.

Bukan alergi biasa menyerupai kuliner ataupun benda-benda khusus, beberapa alergi ini timbul berkaitan dengan hasil-hasil tren kekinian. Apa saja alergi tersebut? Paling diwaspadai milenial, semua orang juga harus waspada terhadap alergi-alergi ini, ya.

  1. Hati-Hati, Alergi Ponsel Bisa Menyerang Kaum Milenial

Alergi ponsel mungkin menjadi suatu alergi terberat yang dihadapi para Milenial. Seperti diketahui, ponsel dan beberapa teknologi lainnya merupakan hal yang tak mampu dipisahkan dari mereka. Siapa sangka bahwa semua orang juga mampu berpeluang menerima alergi ini.

Akan tetapi, jangan keburu khawatir terlebih dahulu. Bukan kepada fiturnya, namun seseorang mampu saja alergi pada beberapa materi pembuat ponsel. Misalnya, bahan-bahan menyerupai nikel dan juga kobalt.

Alergi ponsel, menyerupai dengan jenis alergi yang lain, akan mengakibatkan beberapa gejala. Kamu mampu saja menerima ruam di sekitar telinga, tangan, dan juga leher. Beberapa bab badan juga mungkin saja terkena kalau menerima kontak pribadi dengan ponsel.

  1. Populer Make Up Tutorial, Waspada Alergi Kosmetik Mengintai

Kosmetik menjadi semakin terkenal di kalangan generasi Milenial ketika ini. Hal itu ditandai dengan melubernya video-video tutorial makeup yang dibentuk di YouTube. Mulai dari remaja sampai dewasa, bahkan beberapa juga anak-anak, sudah dekat dengan tren makeup ini.

Akan tetapi, kau tetap harus waspada alasannya yakni alergi terhadap kosmetik ternyata mampu mengintaimu. Gejala alergi kosmetik ini mampu menyerang beberapa bab wajah yang tentunya terkena kosmetik. Di area mata misalnya, kalau mengalami alergi, kau mampu menerima ruam, mata bengkak, sampai iritasi di tempat mata. Selain itu, produk-produk bibir lainnya juga mampu membuatmu menerima alergi. Selain adanya peradangan, kau mampu menerima tanda-tanda alergi seperi bibir gatal, kering, kemerahan, sampai membengkak.

  1. Methacrylate, Bahan Pada Kuku Palsu Yang Bisa Timbulkan Alerg

Tren kecantikan yang serba kekinian juga menjangkit para kalangan Milenial. Selain make up, tampil manis menggunakan kuku palsu juga harus hati-hati. Pasalnya, tren menghias kuku juga mampu mengakibatkan reaksi alergi, lho.

BACA JUGA:  Kebiasaan Ini Membuat Anda Makin Gemuk Saat di Kantor

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terdapat materi di kuteks, gel, dan kuku palsu yang mengakibatkan alergi. Bahan tersebut berjulukan methacrylate. Jika badan tak mampu mentoleransinya, maka akan timbul reaksi alergi menyerupai rasa gatal, ruam, dan kemerahan. Bukan cuka di kuku, namun juga seluruh tubuh.

Bahan menyerupai methacrylate ini sendiri mampu ditemui di banyak sekali perawatan kecantikan lain. Bukan cuma di kuku palsu, materi ini juga ada dalam materi operasi gigi. Untuk itu, pengecekan khusus untuk mencurigai adanya alergi tentu sangat dianjurkan.

Kendati demikian, ada dua cara yang mampu kau lakukan untuk menghindari adanya reaksi alergi ini. Pertama, dengan cara menghindari kontak pribadi dengan kuteks atau gel perekat kuku tiruan. Kedua, dengan cara memancarkan lampu UV setelag pengaplikasian kuteks atau kuku palsu. Hal itu mampu membuat methacrylate terurai dan tidak masuk ke dalam badan ataupun jari.

  1. Alergi Kopi Bisa Menyerang Siapa Saja

Tren kekinian membuat para generasi Milineal dekat dengan yang namanya kopi. Hal itu terlihat dari munculnya bermacam-macam kafe kekinian. Tak hanya menyajikan kopi, namun kafe-kafe ini juga menyajikan pemandangan menarik bagi generasi Milenial pencinta Instagram.

Namun, tahukah kau bahwa alergi juga mampu menyerang orang-orang yang meminum kopi. Ya, alergi terhadap kopi ini faktual adanya.

Bagi kau yang pencinta kopi, ini yakni sebuah kabar buruk. Kejadian ini mampu saja dialami oleh setiap orang. Saat badan mengalami intoleransi terhadap materi kopi yang dikonsumsi, alergi jenis ini menyerang. Saat itu, badan merespon kopi dengan cara yang sama ketika mereka merespon patogen menyerupai basil ataupun virus.

Bebarapa tanda-tanda alergi kopi ini mampu ditunjukkan dengan adanya ruam pada kulit, gatal-gatal, mual dan muntah, sesak napas, batuk, warna kulit berubah, sampai denyut nadi yang lemah tiba-tiba. Selain gejala-gejala tersebut, intoleransi terhadap kopi juga mampu ditunjukkan dengan tanda-tanda menyerupai cemas, gelisah, gampang tersinggung, sulit tidur, dan juga detak jantung yang cepat.

  1. Dua Jenis Alergi Olahraga

Olahraga sudah menjadi keharusan bagi individu untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Namun, olahraga sekarang seolah sudah menjadi tren di kalangan generasi Milenial. Hal itu terbukti dengan munculnya banyak kelas-kelas olahraga sampai aplikasi penunjangnya.

Sayangnya, terkait tren kekinian berupa olahraga ini ternyata juga mampu memunculkan jenis alergi tak biasa, lho. Yup, alergi ini berupa alergi olahraga. Loh kok bisa?

Alergi olahraga ini dilaporkan terjadi sebanyak 1000 masalah sejak tahun 1970-an. Alergi olahraga ini terbagi atas dua jenis. Satu jenis berafiliasi dengan makan sebelum olahraga, sementara jenis lainnya tak berafiliasi dengan kuliner sama sekali.

Alergi olahraga ini mengakibatkan beberapa gejala, menyerupai gatal-gatal sampai stress berat anafilaksis. Untuk menghindari jenis alergi makan sebelum olahraga, kau tentunya harus menghindari makan sebelum olahraga. Namun, kalau terjangkit jenis yang tak berafiliasi dengan makan, sebaiknya segera hentikan aktivitas olahraga. Kamu mampu segera meminta penanganan medis sampai penyuntikkan epinerfin untuk mengatasi alergi olahraga ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.