Sering Menjadi Pengganti Rokok, Vape Rupanya Juga Punya Bahaya Yang Mengintai

0
89
Sering Menjadi Pengganti Rokok, Vape Rupanya Juga Punya Bahaya Yang Mengintai
Sering Menjadi Pengganti Rokok, Vape Rupanya Juga Punya Bahaya Yang Mengintai

Rokok elektrik yang juga disebut sebagai vape merupakan hal yang cukup terkenal dikala ini. Vape dinilai sebagai salah satu cara untuk mengurangi rokok tembakau yang berbahaya bagi kesehatan. Sebagian orang juga memakai vape sebagai cara untuk berhenti merokok.

Vape mempunyai beberapa jenis dan ukuran. Mulai yang berbentuk mirip pulpen, portabel dan desktop. Di dalamnya, vape mempunyai tabung yang akan menyimpan cairan. Cairan tersebut juga mengandung nikotin, propilen glikok atau gliserin serta penambah rasa mirip buah-buahan, kopi atau cokelat. Pengguna juga harus mengisi ulang cairan tersebut kalau habis.

Bau asap vape memang tidak mengganggu mirip asap rokok. Hal ini mengakibatkan vape diterima oleh masyarakat luas. Namun, perlu kalian ketahui bahwa vape juga menyimpan ancaman yang mengintai, lho.

Meski tidak seberat rokok, kandungan dalam vape yang berupa materi kimia tentu enggak sehat buat tubuh. Bahkan orang lain juga mampu mencicipi dampaknya. Simak di bawah ini untuk mengetahui ancaman dari vape.

  1. Vape Juga Menyebabkan Kecanduan Sama Seperti Rokok

Sebagian orang mencoba meninggalkan kebiasaan merokok dengan memakai vape. Dengan berdalih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka akan meninggalkan kebiasaan tersebut. Padahal, meski tidak besar, nikotin dalam vape juga mengakibatkan ketergantungan.

Dilansir dari Hello Sehat, berdasarkan dr. Neal Benowitz dari Center for Tobacco Control Research and Education, belum ada bukti medis bahwa vape mampu membantu menghentikan rokok tembakau. Dalam penelitian juga menawarkan bahwa mengurangi takaran nikotin tidak membawa perubahan apapun terhadap kebiasaan merokok.

Selain itu, nikotin dalam vape merupakan jenis yang gampang diserap oleh tubuh. Ketika kalian menghirupnya, zat tersebut akan masuk ke dalam otak dalam waktu 10 detik. Otak akan bereaksi dengan memproduksi hormon adrenalin yang menciptakan kalian mereda bersemangat dan berenergi. Sayangnya, imbas tersebut akan cepat hilang lalu badan lemas kembali. Hal itu mengakibatkan kalian ingin vaping lagi.

  1. Vape Menyebabkan Penyakit Bronchiolitis Obliterans Atau Paru-Paru Popcorn

Nah, jangan kita vape tidak mampu mengakibatkan penyakit berbahaya, ya. Penelitian dari Harvard University menemukan, para pengguna rokok elektrik mampu mengalami gangguan mematikan yang disebut dengan bronchiolitis obliterans atau lebih dekat disebut sebagai popcorn lung. Kondisi tersebut terungkap sesudah peneliti menemukan kandungan materi kimia berbahaya yang terdapat dalam cairan isi ulangnya.

BACA JUGA:  Berapa Kali Kita Harus BAB dalam Sehari?

Bahan kimia tersebut ialah diacetyl yang biasa dipakai sebagai pengganti mentega untuk masakan mirip cupcake, permen kapas atau popcorn. Bila dihirup dalam waktu lama, materi tersebut mampu mengganggu kesehatan, salah satunya penyebab penyakit bronchiolitis obliterans. Bila seseorang menganggap sepele penyakit ini, jalan satu-satunya hanya dengan transplantasi paru-paru.

  1. Vape Bisa Mengakibatkan Penyakit Pneumonia Lipoid

Selain paru-paru popcorn, vape juga mengakibatkan pneumonia lipoid. Seorang laki-laki berusia 50 tahun di Spanyol menderita penyakit tersebut sesudah memeriksakan dirinya ke dokter karena mengeluh terhadap paru-parunya. “Dia didiagnosis mengalami pneumonia lipoid eksogen disebabkan oleh penggunaan berlebihan rokok elektronik,” kata perawat.
Sebelumnya, seorang perempuan di Amerika serikat juga terkena penyakit pneumonia akhir menghisap rokok elektrik. Kasus ini disebabkan oleh reaksi peradangan terhadap eksistensi zat lipid di paru-paru atau timbunan lemak yang ditemukan di jaringan paru-paru. Dokter menyampaikan bahwa hal tersebut ada hubungannya dengan minyak berbasis gliserin di dalam vape.

  1. Hati-Hati, Vape Rawan Meledak

Pernah mendengar masalah vape yang meledak dikala tengah digunakan, bukan? Ledakan yang ditimbulkan oleh vape mampu sangat parah. Bahkan beberapa masalah menyebutkan pasien membutuhkan transplantasi kulit, lho.

Perlu kalian ketahui bahwa baterai rokok elektris mampu meledak kapan saja dan di mana saja. Banyak masalah yang tercacat vape meledak ketika di disimpan di kantong celana penggunanya. Wah, apa kalian masih ingin memakai vape?

  1. Kandungan Perasa Dalam Cairan Vape Berbahaya

Penelitian dari University of North Carolina, Chapel Hill menemukan adanya dampak 13 perasa vape terhadap perkembangan sel paru-paru. Setidaknya ada 5 perasa , mirip kayu manis, pisang pudding, kola, vanila dan mentol yang mempunyai dampak pada sel paru-paru. Jika kalian mengonsumsinya dalam jumlah tinggi, perasa tersebut akan membunuh sel-sel normal. Beberapa sel yang terkena imbas tersebut tidak mampu diproduksi badan dalam tingkat normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.