Tak Hanya Teh Panas, Ini 5 Makanan Dan Kegiatan Tak Terduga Yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

0
18
Tak Hanya Teh Panas, Ini 10 Makanan Dan Kegiatan Tak Terduga Yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Tak Hanya Teh Panas, Ini 10 Makanan Dan Kegiatan Tak Terduga Yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Kanker merupakan suatu penyakit mematikan yang paling ditakuti oleh semua orang. Kanker disebabkan oleh pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan badan yang menjelma sel kanker. Sel ini mampu menyebar ke potongan badan lain sehingga mampu menimbulkan kematian.

Jenis kanker sendiri sangat beragam. Mulai dari kepala hingga kaki, semua potongan tersebut mampu terjangkit sel kanker. Lalu, apa sih penyebab kanker sebenarnya?

Mutasi yang berasal dari dalam sel, umumnya didapat secara genetis dari orang tua, Selain itu, banyak penyebab lainnya mirip yang paling umum yakni paparan oleh zat-zat yang mampu memicu terjadinya mutasi.

Kalian mungkin tidak menyangka bahwa beberapa masakan dan aktivitas yang dikonsumsi atau dilakukan selama ini mampu memicu kanker, lho. Salah satunya teh panas. Loh, kok bisa? Nah, mau tahu selengkapnya? Ayo simak di sini, ya.

  1. Teh Panas Dapat Memicu Kanker

Siapa diantara kalian yang gemar mengonsumsi teh panas? Dilansir dari Next Shark, sebuah tim peneliti dari Iran menemukan bahwa peminum teh yang lebih suka minuman mereka pada suhu 60 derajat Celcius atau lebih dan minum lebih dari 700 ml sehari mempunyai risiko 90% lebih tinggi terkena kanker esofagus atau kerongkongan.

“Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya,” ujar pemimpin penulis Dr. Farhad Islami, yang bertindak sebagai administrator strategis American Cancer Society (AMC). “Namun, berdasarkan laporan kami, minum teh yang sangat panas mampu meningkatkan risiko kanker kerongkongan, dan lantaran itu disarankan untuk menunggu hingga minuman panas menjadi masbodoh sebelum minum.”

Menurut Badan International untuk Penelitian Kanker, kanker kerongkongan menempati urutan kedelapan di dunia dan menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun. Hal ini umumnya disebabkan oleh distraksi berulang-ulang ke kerongkongan oleh asap, alkohol, refluks asam dan panas.

  1. Mengonsumsi Acar Dihubungkan Dengan Kanker Perut

Makanan selanjutnya yakni acar. Banyak orang menyukai acar lantaran rasanya yang tajam. Namun, acar telah dihubungkan dengan kanker perut, lho. Memang ada beberapa acar mirip kubis dan kimchi juga mempunyai basil probiotik yang baik untuk perut. Jadi, jangan benar-benar berhenti mengonsumsi acar.

BACA JUGA:  5 Obat Darah Tinggi Ini Ditarik Dari Peredaran Oleh BPOM Karena Bisa Berisiko Kanker

Jika ingin mengonsumsi acar, kalian mampu memakai juga rempah. Rempah mempunyai sifat preventif yang sering diabaikan. Rempah juga akan membuat perubahan yang signifikan jikalau dipakai lebih banyak dari biasanya. Banyak rempah yang mampu kalian gunakan, mirip kunyit, kayu manis, oregno, cengkeh, biji pala, bawang merah dan bawang putih.

  1. Jangan Konsumsi Bagian Hangus Pada Daging

Kalian niscaya sudah pernah mendengar bahwa potongan hangus pada daging yang dimasak tidak baik untuk kesehatan. Suhu panas yang tinggi pada daging mampu merusak amina heterosiklik dan mampu menimbulkan kanker. Usahakan memasak dengan suhu rendah untuk menghindari hangus. Jika terdapat potongan hitam tersebut, sebaiknya dibuang saja, ya.

  1. Duduk Terlalu Lama Dapat Picu Adanya Kanker

Buat yang hobi duduk bermalas-malasan, kalian wajib meninggalkan aktivitas jelek tersebut. Duduk terlalu usang mampu menimbulkan kanker, lho. Padahal hampir sebagian besar pekerja kantoran menghabiskan waktu mereka untuk duduk.

Sebaiknya, beristirahatlah setiap 30 menit sekali. Coba untuk berdiri dari duduk dan berjalan-jalan sebentar untuk menurunkan banyak sekali risiko penyakit, termasuk kanker. Nah, simak rekomendasi olahraga ringan yang mampu kalian lakukan dikala sedang sibuk di sini.

  1. Makan Terlalu Malam Tingkatkan Risiko Kanker

Sebuah studi oleh Barcelona Institute yang diterbitkan pada International Journal of Cancer mengungkapkan bahwa jam makan malam mampu memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker. Peneliti mengamati data dari 621 akseptor laki-laki dengan kanker prostat dan 1.205 orang perempuan dengan kanker payudara. Mereka juga mengamati 872 laki-laki dan 1.321 perempuan yang tidak bekerja dengan shift malam.

Hasil penelitian memberikan bahwa orang yang makan malam sebelum pukul 9 malam atau makan setidaknya dua jam sebelum tidur mempunyai risiko kanker payudara dan prostat lebih rendah sekitar 20% dibanding orang yang makan terlalu malam, yakni di atas pukul 10. Sementara itu, mereka yang bekerja shift malam wajib waspada. Waktu kerja mampu mensugesti jam makan menjadi lebih malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.