Ibu Wajib Waspada, Gejala Demam Berdarah Kini Tak Dapat Dikenali Dari Bintik Merah Di Kulit

0
235
Ibu Wajib Waspada, Gejala Demam Berdarah Kini Tak Dapat Dikenali Dari Bintik Merah Di Kulit
Ibu Wajib Waspada, Gejala Demam Berdarah Kini Tak Dapat Dikenali Dari Bintik Merah Di Kulit

Demam berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi ketika trend pancaroba. Hal ini disebabkan lantaran perkembangan nyamuk, termasuk Aedes aegypti yang menjadi penyebar utama DBD bertambah. Penyakit berbahaya ini sendiri bekerjsama disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk tersebut.

Berbicara demam berdarah, hal yang eksklusif terlintas dalam pikiran yakni tanda-tanda bintik-bintik merah pada badan penderita. Gejala tersebut sangat gampang dikenali sehingga para ibu akan gampang mengambil tindakan atas apa yang terjadi.

Namun, tahukah kalian bahwa tanda-tanda DBD sekarang tidak lagi ditandai dengan bercak merah pada kulit? Menurut dokter seorang ahli anak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan, dr Hittoh Fattory SpA, tanda-tanda khas DBD ketika ini tidak mirip dulu. “Itu (bintik merah) tidak terlalu terlihat, dan tidak mesti keluar mirip itu,” ujar dokter tersebut.

Dokter Kittoh menjelaskan bahwa penderita DBD tidak lagi mengalami bintik-bintik merah di badan atau terjadi pendarahan di kulit. Maka dari itu, para orangtua harus segera memeriksakan darah sang anak pada dokter kalau demam panas sudah mencapai 40 derajat.

“Sekarang tidak semua pasien mengalami tanda-tanda mirip itu,” terang sang dokter. “Jadi kalau demam panas harus sudah dicek dengan laboratorium, lantaran tanda-tanda demam berdarah salah satunya panas tinggi hingga 40 derajat, harus dilakukan observasi di rumah sakit.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Sri Soetantinah. Ia menyebutkan tanda-tanda demam berdarah memang tidak selalu ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah.

“Indikasinya sudah berubah, pada dasarnya semua harus waspada. Termasuk dalam kata siaga. Memang sudah siaga, namun untuk kategori masalah luar biasa ( KLB) belum,” katanya. Penyakit ini mampu dicanangkan kalau satu diantaranya ada peningkatan masalah dua kali lipat dalam kurun waktu tertentu.

BACA JUGA:  Saat Kulit Anak Terbakar Matahari, Ini yang Perlu Bunda Lakukan

Gejala Demam Berdarah yang mampu Dikenali Selain Bintik Merah

Jika sekarang DBD sudah tidak menyebabkan bercak merah pada kulit, ibu mampu mengetahuinya dari gejala-gejala lain. Penderita DBD akan mengalami demam tinggi. Demam yang terjadi tentu tak sama dengan penyakit lainnya. Demam DBD mampu mencapai 40 celsius.

Demam yang terjadi pada penderita DBD juga tidak disertai dengan bersin atau batuk yang biasanya terjadi pada penyakit lain. Demam tinggi akan terjadi selama 2 hingga 7 hari. Saat memasuki fase kritis, penderita merasa sembuh dan mampu melaksanakan kegiatan normal. Suhu badan juga kembali mengalami penurunan hingga 37 derajat celsius.

Nah, perlu kalian tahu bahwa kalau fase ini terabaikan dan tidak segera menerima pengobatan, trombosit pasien akan terus menurun drastis. Selama masa transisi dari fase demam ke fase kritis, pasien memasuki resiko tinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh darah. Maka dari itu, jangan pernah menyepelekan penyakit demam berdarah.

Selain demam, penderita demam berdarah juga mencicipi nyeri pada otot dan sendi. Gejala demam berdarah ini mampu disertai dengan badan menggigil dan berkeringat. Kemudian sakit kepala parah yang disertai sakit pada penggalan belakang mata juga akan menyerang penderita. Segera periksakan diri atau anak ke dokter kalau kalian mengalami serangkaian tanda-tanda tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.