Ini Dia Bahaya Meniup Makanan-Minuman Panas Berdasarkan Kesehatan Dan Islam

0
191
Ini Dia Bahaya Meniup Makanan Minuman Panas Berdasarkan Kesehatan Dan Islam
Ini Dia Bahaya Meniup Makanan Minuman Panas Berdasarkan Kesehatan Dan Islam

Perlu Kalian Ketahui Bahwa Meniup Makanan Atau Minuman Bisa Berakibat Buruk Bagi Kesehatan, Lho. Bahkan Nabi Muhammad SAW Sudah Melarangnya Sejak Dulu.

Musim masbodoh merupakan dikala yang sempurna untuk mengonsumsi kuliner atau minuman panas. Makanan yang berkuah dan minuman anggun dengan asap yang masih mengepul mampu menyegarkan dan memperlihatkan rasa hangat pada badan kita.

Saat mengonsumsi kuliner atau minuman panas, kebiasaan yang sering dilakukan yaitu meniupnya semoga mampu segera dikonsumsi. Seperti diketahui, mengonsumsi kuliner terlalu panas mampu melukai verbal bahkan menciptakan gigi keropos. Kalian juga niscaya akan kesakitan dikala memakannya.

Namun, perlu kalian ketahui bahwa meniup kuliner atau minuman mampu berakibat jelek bagi kesehatan, lho. Nah, mau tahu apa saja yang mampu ditimbulkan dari kebiasaan yang sesungguhnya tidak baik tersebut? Simak di bawah ini.

  1. Efek Meniup Makanan atau Minuman Panas Bagi Kesehatan

Seorang pakar kesehatan dr. Anisa Rachmawati menyampaikan bahwa meniup kuliner atau minuman panas akan menciptakan basil dan virus penyebab penyakit berpindah pada hidangan yang akan kita konsumsi, mirip dikutip dari doktersehat. Jika sudah tercemar maka banyak sekali penyakit akan gampang menyerang badan kita.

Meski merasa rajin menyikat gigi, perlu kalian ketahui bahwa di dalam verbal terdapat banyak mikroorganisme mirip virus dan bakteri. Nah, basil tersebut akan berkumpul pada sisa-sisa kuliner yang masih menyangkut di mulut. Contohnya pada orang renta yang meniup kuliner untuk anaknya, padahal mampu saja ia tengah sakit flu, batuk dan lainnya. Sang anak pun bakal mempunyai resiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Selain itu, uap air yang bereaksi dengan gas karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan verbal akan membentuk senyawa asam karbonat. Sifat asam dalam senyawa tersebut akan memicu ketidakseimbangan pH dalam darah. Masalah lainnya mampu saja muncul jikalau kalian mengonsumsi kuliner yang mengandung kalsium oksida (CaO). Ketika kuliner ditiup dan bereaksi dengan CO2, maka akan menghasilkan gres kapur (CaCO3). Endapan senyawa tersebut dalam jumlah banyak mampu memicu kerikil ginjal, lho. Bahaya banget, kan?

  1. Hukum Meniup Makanan atau Minuman Panas dalam Islam
BACA JUGA:  Posisi Duduk Yang Benar Saat Bekerja Di Depan Komputer

Rupanya, meniup kuliner atau minuman panas juga tidak dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam Hadis Ibnu Abbas menurutkan, “Bahwasanya Nabi Shallahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada baskom minuman atau meniupnya,” (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Hal yang sama juga terdapat dalam hadis dari Abu Qatadah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan…” (HR. Bukhari 153). Lalu, apa sih alasannya dilarang melaksanakan hal tersebut?

Selain dari duduk perkara kesehatan, meniup kuliner atau minuman yang masih panas juga termasuk adab. Ibnul Qoyim menyampaikan, “Meniup minuman mampu menimbulkan air itu terkena bacin yang tidak sedap dari verbal orang yang meniup. Sehingga menciptakan air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bacin mulut. Kesimpulannya, napas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas.” (Zadul Ma’ad, 4/215).

Maka dari itu, hindari meniup kuliner atau minuman panas sebelum dikonsumsi, ya. Sebaiknya, kalian membiarkan terlebih dahulu hidangan tersebut sampai tidak terlalu panas. Cara lainnya yakni dengan mengipasnya memakai benda sebab tidak akan mengeluarkan karbondioksida. Namun, pastikan juga kipas yang dipakai higienis dari kotoran, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.